Tiara

Tiara
Pengganggu


__ADS_3

Senin pagi yang cerah, pagi - pagi sekali Bintang sudah bangun dan bersiap untuk berangkat ke kantornya karena pagi ini dia akan meeting dengan client membicarakan proyek kerjasama perusahaan mereka.


Tanpa sarapan pagi Bintang sudah berangkat ke Kantor. Sebelum jam delapan pagi Bintang sudah sampai di kantornya.


Bintang masuk ke ruangannya tapi begitu dia masuk dia melihat Siska sudah duduk di Sofa ruang kerjanya dengan santai dan dengan gaya menggoda.


"Good morning sayaaaang... " sapa Siska manja.


"Mau apa kamu ke sini?" tanya Bintang geram.


"Aku datang ke sini ingin memperbaiki hubungan kita" jawab Siska penuh percaya diri.


"Tidak ada yang perlu di perbaiki Siska, semua sudah selesai sejak lebih empat tahun yang lalu" jawab Bintang.


"Maaf saat itu memang aku yang salah sudah meninggalkan kamu dan pergi dengan pria lain. Tapi tolong beri aku kesempatan kedua" pinta Siska sambil mendekati Bintang.


"Jangan mendekat Siska. Aku sudah tidak seperti dulu lagi yang terus mencintai kamu walau kamu sudah berkhianat dibelakangku. Sudah sering teman - temanku memperingatkanku tapi aku tidak mau mendengar mereka. Aku hanya percaya pada kamu tapi untunglah Allah sayang padaku. Aku melihat sendiri bagaimana kamu mengkhianatiku" ungkap Bintang.


"Aa.. aku minta maaf Bintang, aku mengakui aku salah dan aku ingin menebus kesalahan aku itu dengan mencintai kamu dengan tulus" bujuk Siska.


"Terlambat, aku kini sudah menikah" jawab Bintang.

__ADS_1


"Dengan janda itu?" tanya Siska.


"Janda, siapa maksud kamu?" Bintang balik bertanya.


"Yah kamu menikah dengan janda beranak satu kan? Aku sudah mengetahuinya dari Devi pemilik Butik tempat kamu memesan baju pernikahan kalian. Dan kalian menikah seminggu yang lalu" ungkap Siska.


"Hahaha... kamu salah Siska. Aku tidak menikah dengan Janda. Aku menikah dengan wanita baik - baik yang sudah aku kotori lima tahun yang lalu. Itu juga karena kamu. Lima tahun yang lalu aku bertengkar dengan Roy dan Bagas karena mereka mengadu padaku bahwa kamu selingkuh di belakangku. Saat itu aku tidak mempercayai mereka karena aku begitu mencintaimu dan cintaku padamu membuat aku buta dengan semua yang kamu lakukan di belakangku. Kami bertengkar dan akhirnya aku minum sampai mabuk dan aku bertemu dengan wanita itu. Akhirnya tanpa sadar kami melakukannya dan dia hamil. Tapi setelah kejadian itu dia pergi dan aku tidak mengetahui kalau dia sedang mengandung anakku. Enam bulan yang lalu aku bertemu dengan mereka dan melihat wajah anakku yang begitu mirip aku. Aku yakin itu anakku dan akhirnya aku mengejar cinta wanita itu dan kami menikah" ungkap Bintang.


"Berarti benar kata Bagas dan Roy kalau anak wanita itu adalah anak kandung kamu?" tanya Siska.


"Ya benar.. itu anak kami berdua" tegas Bintang.


"Bin.. berarti lima tahun yang lalu kita impas. Kita sama - sama berkhianat Bin. Kamu juga mengkhianati aku dan tidur dengan wanita lain. Bukan aku saja yang salah di sini. Jadi tolong kamu terima aku kembali Bin" ucap Siska memelas.


"Tapi aku masih mencintai kamu Bintang. Tidak ada pria yang tulus mencintaiku seperti kamu. Hampir lima tahun ini aku mencari pria yang seperti kamu tapi aku tidak menemukannya Bin. Aku menyesal telah meninggalkan kamu. Tolong terima aku kembali Bintang" rengek Siska dengan wajah sedih.


"Terlambat Siska, semua sudah terlambat. Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun pada kamu. Cintaku sudah mati sejak lima tahun yang lalu. Kini aku hanya mencintai istri dan keluarga kecilku. Aku tidak akan meninggalkan mereka demi kamu" tolak Bintang.


"Kalau begitu aku rela jadi yang kedua Bintang asalkan kamu tetap mau menerimaku. Aku rela menjalin hubungan diam - diam dan menjadi simpanan kamu asalkan aku tetap bersama kamu. Aku mencintai kamu Bintang" Siska mulai menangis. Air mata palsunya menetes di pipi.


"Gila kamu Siska. Kamu menyuruh aku berkhianat kepada istriku? Kamu tau pengkhianatan yang kamu lakukan padaku dulu sangat menyakitkan, aku tau betul bagaimana rasanya. Aku tidak akan melakukan itu pada istriku. Sudah cukup lima tahun lebih dia menderita karena menanggung sendiri akibat dari malam panas kami. Dia mengandung, melahirkan dan membesarkan anakku sendiri. Mendapatkan caci maki dari orang - orang. Dia di usir dari rumah dan dia hidup sendiri membesarkan anakku, darah dagingku. Sangat besar pengorbanannya padaku. Kamu tau mengapa dia tidak meminta pertanggungjawabanku padanya malam itu? Karena dia pernah melihat kita jalan bersama. Saat itu dia tau kalau aku mempunyai pacar dan aku sangat mencintai kamu saat itu. Dia tidak mau merusak hubungan kita. Dia memutuskan untuk merahasiakan kehamilannya. Kini aku membalasnya dengan selingkuh dengan kamu? Kamu gila Siska, aku tidak sejahat itu. Aku tidak seperti kamu yang tidak punya perasaan" bentak Bintang.

__ADS_1


"Bin.. please... terima aku kembali, aku sangat mencintai kamu Bintang dengan separuh hatiku" bujuk Siska sambil menggenggam tangan Bintang.


Bintang segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Siska.


"Sudahlah Siska lebih baik kamu pergi dari sini. Semua sudah berakhir, percuma air mata kamu. Semua sudah tidak ada artinya lagi. Hatiku tidak akan terbujuk dengan air mata kamu. Jadi berhentilah menangis dan segera pergi dari ruanganku" pinta Bintang.


"Aku tidak mau Bintang... jangan kamu usir aku seperti ini. Aku sangat.. sangat mencintai kamu" Siska berlutut di kaki Bintang dan memeluk sebelah kaki Bintang.


"Apa - apaan kamu Siska. Cepat lepaskan kakiku dan berdiri atau aku akan memanggil security untuk mengusir kamu dari sini" bentak Bintang.


"Bin.. tolong terima aku kembali" Siska melepaskan kaki Bintang dan dia kembali berlutut di hadapan Bintang.


"Tidak bisa Siska, saat ini apapun yang kamu lakukan tidak akan menggoyahkan hatiku. Aku sudah tidak mencintai kamu lagi jadi percuma semua usaha kamu. Pergilah selama aku masih memintanya dengan baik - baik. Jangan sampai aku berbuat kasar dan mengusir kamu secara paksa" ancam Bintang.


Siska berdiri di hadapan Bintang, dia menyeka air mata yang menetes di pipinya.


"Baiklah Bin, mungkin saat ini kamu belum mau menerimaku. Tapi aku berjanji akan kembali lagi untuk memperjuangkan cintaku. Tolong kamu fikirkan lagi perkataanku" Siska berbalik badan dan pergi meninggalkan ruangan Bintang.


Lihat lah Bintang.. kamu tidak akan bisa mengelak dari pesonaku, tunggu saja tiba waktunya kamu akan luluh dengan bujuk rayuku. Batin Siska.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2