Tiara

Tiara
Sidang Akhir Tarjo


__ADS_3

Pagi - pagi mereka sudah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi sebelum mereka berangkat bersama - sama ke pengadilan. Pagi ini pukul sepuluh akan di laksanakan sidang akhir putusan untuk kasus Tarjo.


Pagi ini sangat terasa tegang, mereka sarapan dalam dian tanpa banyak berbincang ataupun bercanda. Semua sibuk berfikir dengan fikiran mereka masing-masing.


Tak ada yang berniat untuk membuat sebuah lelucon agar suasana pagi ini sedikit mencair. Mereka fokus untuk menyelesaikan dan menyantap sarapan pagi mereka setelah itu secepatnya berangkat ke pengadilan.


Setelah selesai sarapan mereka langsung bergegas masuk ke dalam mobil.


Bintang, Tiara dan Tegar naik dalam satu mobil sedangkan Siti, Dewi dan Ali naik ke mobil Wijaya. Mobil melaju menuju pengadilan.


Tepat jam sembilan pagi mereka sudah sampai di pengadilan. Disana ternyata sudah menunggu Pak Bambang beserta istrinya, Roy, Dian dan Bagas. Dan ada juga Ridho beserta istrinya Tari.


Saat mereka hendak masuk ke dalam ruangan sidang tanpa sengaja Tiara melihat sosok wanita yang tak asing lagi. Sontak Tiara menggenggam tangan Bintang dengan kuat.


"Ada apa sayang?" tanya Bintang lembut.


"Maas ada Ida" bisik Tiara pelan.


"Dimana?" tanya Bintang sambil melihat sekitarnya.


"Di sana Mas" Tiara menunjuk ke arah tempat Ida duduk.


Bintang mengikuti arah tangan Tiara menunjuk. Benar saja, dia melihat Ida memakai selendang untuk menyamarkan penampilannya. Dia juga memakai masker untuk menutupi wajahnya.


Dia sengaja mengambil posisi duduk di sudut, di tempat yang sebenarnya sulit untuk mengetahui keberadaannya. Tapi dia sudah terlambat, Tiara sudah mengenalinya sejak dia masuk ke dalam ruangan sidang tadi.


Dan Tiara terus saja memperhatikan setiap gerak gerik wanita itu. Tiba - tiba tanpa sengaja tatapan mata Tiara bertabrakan dengan Ida. Terlihat sinar kebencian dari mata Ida.


Tiara sebenarnya tidak takut dia malah sedih mengapa mantan sahabatnya itu sangat membencinya sampai seperti ini. Apakah ada kesalahannya dulu yang dapat membuat Ida berubah menjadi jahat kepadanya? Tapi setelah Tiara ingat - ingat. Dia tidak mempunyai sebuah kesalahan yang bisa membuat Ida membencinya.


Dia selalu membantu Ida di saat Ida meminta bantuannya, dia juga selalu mengalah kepada Ida. Tiara sering mentraktir Ida kalau dulu dia sudah terima gaji hasil bekerja di Cafe.


Malah Ida yang sering marah - marah dan ngambek gak jelas dengan Tiara kalau Tiara tidak mau membantunya mengerjakan tugas kuliah. Tapi Tiara tidak pernah mengambil hati dari semua sikap Ida kepadanya.


Sidang akan di buka, Tarjo keluar dari ruangan khusus dan duduk di kursi terdakwa. Saat Tarjo masuk sontak ruangan sidang menjadi riuh. Para petugas berusaha untuk menenangkan para penonton dan saksi sidang.

__ADS_1


Tak lama kemudian hakim dan penuntut memasuki ruangan sidang. Tepat pukul sepuluh pagi sidang pun di mulai.


Suasana persidangan sangat tegang. Para wartawan banyak berdatangan untuk meliput karena kasus percobaan pembunuhan seorang pengusaha terkenal di Indonesia.


Apalagi Pak Bambang dan Bintang, keduanya tercatat sebagai pengusaha yang diperhitungkan dalam dunia bisnis di Indonesia. Dan terbuka rahasia bahwa ternyata Bintang adalah putra tunggal Bambang Prakasa.


Para saksi di panggil untuk menjalani serangkaian pertanyaan - pertanyaan oleh Jaksa penuntut. Dan inti sidang ini adalah saat Tarjo duduk di kursi terdakwa penuntut hukum melemparkan beberapa pertanyaan.


"Terdakwa Tarjo apa tujuan Anda menculik Tegar putra dari Bintang Prakasa?" tanya Jaksa penuntut.


"Istrinya Bintang adalah anak tiri saya. Mereka menyembunyikan keberadaan istri dan anak - anak saya. Saya ingin memancing mereka datang ke rumah saya untuk mengetahui dimana keluarga saya berada" jawab Tarjo tanpa rasa bersalah.


"Apakah benar lima tahun yang lalu Anda sudah mengusir anak tiri Anda dari rumah?" tanya Jaksa penuntut.


"Iya karena anak kurang ajar itu sudah hamil di luar nikah" jawab Tarjo.


"Bukankah Anda sendiri yang menjebak anak tiri Anda sehingga beliau mabuk dan kemudian Anda akan menjualnya kepada orang kaya di kampung Anda. Kami punya rekaman CCTV nya" ucap Jaksa Penuntut.


Rekaman CCTV di diskotik pun di putar. Ida memakai kaca matanya untuk menutupi wajahnya.


"Kurang ajar, jadi begitu cara dia ingin merusak hidup anakku" ucap Wijaya geram.


Pak Bambang menepuk bahu Wijaya untuk menenangkan. Sedangkan Siti menangis melihat cuplikan CCTV saat Tiara di jebak di diskotik.


"Siapa wanita yang menjebak putriku itu. Kita harus mencarinya. Aku akan menuntutnya" ucap Wijaya geram.


Ida mendengar suara Wijaya yang terlihat marah. Dia segera menutupi wajahnya kemudian melangkah pergi.


Tiara menangis dan menutup wajahnya. Bintang memeluk istrinya itu dari belakang.


Sidang terus berlanjut.


"Dari laporan para tetangga Anda selalu mabuk - mabukan dan kalau istri Anda tidak memberikan uang kepada Anda, Anda sering melalukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga" sambung Jaksa penuntut.


Tarjo terdiam dan menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Pada saat kejadian penculikan Anda sudah merencanakan penculikan itu. Anda juga sudah sengaja melakukan perencanaan pembunuhan" Desak Jaksa penuntut.


Tarjo semakin tersudut.


"Tidak, aku tidak merencanakan pembunuhan. Aku hanya ingin mencegah pria itu untuk melepaskan ikatan pada anak kecil itu" jawab Tarjo.


"Tapi Anda dua kali melakukan penyerangan. Yang pertama Anda melakukan penyerangan dengan menggunakan pecahan kaca tapi berhasil di elakkan oleh ayah korban. Kedua Anda menggunakan pisau dan ingin melakukan penyerangan yang kedua kalinya tetapi sayang pisau tersebut malah mengenai kakeknya korban" tegas Jaksa penuntut.


Tarjo tertunduk dan tidak bisa berkata - kata lagi untuk membela dirinya. Dia takut perkataannya salah malah membuat hukumannya bertambah banyak.


"Bapak hakim semua bukti - bukti dan saksi sudah jelas menunjukkan bahwa tersangka memang bersalah melakukan kejahatan berupa penculikan, tindak kekerasan, penjebakan dan percobaan pembunuhan" tegas Jaksa.


Jaksa penuntut sudah selesai memberikan fakta - fakta atas semua kejahatan Tarjo. Para hakim bermusyawarah untuk memutuskan hukuman Tarjo.


"Sidang kita tunda selama satu jam kedepan" ucap hakim.


Tarjo memandang ke kursi para penonton persidangan. Dia melihat disana ada Siti, Dewi dan Ali saling berpelukan dan menangis.


"Siti... Dewi.. Ali.. " teriak Tarjo.


Siti, Dewi dan Ali terkejut mendengar Tarjo memanggil nama mereka.


"Ternyata kalian memang benar - benar sudah bekerja sama dengan anak kurang ajar itu untuk pergi meninggalkanku sendirian ya.. Lihatlah aku tidak akan tinggal diam. Urusan kita belum selesai Siti. Jangan kamu kira aku akan menceraikan kamu hahahaha.. sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan kamu. Kamu akan terus terikat padaku. Jangan harap kalian akan bahagia setelah pergi dariku" ucap Tarjo tanpa ada rasa bersalah.


"Bapaaaaak... " panggil Dewi dan Ali.


Mereka sedih melihat Bapak mereka tidak juga berubah dan menyesali semua perbuatannya.


"Dasar pria bangsa**! ".....


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2