Tiara

Tiara
Keluhan Bagas


__ADS_3

Dewi dan Bagas sudah sampai di rumah Bintang sekitar jam lima sore. Ternyata Bintang sudah pulang. Dia memang sengaja mempercepat kepulangannya dari kantor karena ingin mendengar cerita Bagas dan Dewi tentang pengalaman mereka di kantor polisi.


"Lho kalian baru pulang? Selama ini penyelidikannya Wi?" tanya Bintang.


"Sudah selesai dari tadi siang Mas tapi Mas Bagas ngajak aku makan dan jalan sebentar" Jawab Dewi.


"Dasar kamu Gas, selalu ambil kesempatan dalam kesempitan" sindir Bintang.


"Dewi ke kamar ya Mas, mau mandi. Udah gerah seharian" pinta Dewi. Dewi langsung berjalan ke lantai atas menuju kamarnya.


Kini hanya tinggal Bintang dan Bagas berdua diteras depan rumah.


"Kamu kenapa sih Bin setelah menikah berubah?" tanya Bagas.


"Berubah gimana?" tanya Bintang bingung.


"Sekarang kamu lebih cerewet dan banyak bicara. Dulu itu kamu yang paling pendiam diantara aku, kamu dan Roy" jawab Bagas.


"Ternyata cinta bisa merubah segalanya Gas. Seperti kamu yang dulu player sekarang malah bucin. Mana bucinnya sama anak ABG lagi" sambut Bintang.


"Kalau menurut aku mungkin karena anak yang dibanding Tiara perempuan kali ya. Mulut kamu udah mirip banget sama mulut perempuan, puedesnya Bin... ampun deh aku" ujar Bagas kesal.


"Hahaha.. gak tau Gas lucu aja lihat wajah kesal kamu. Dulu waktu kita muda kalian selalu mengatai aku es batu, gunung es atau sejenianya sekarang aku sudah berusaha untuk berubah. Mulai bisa bercanda seperti saat sekarang ini, kamu malah gak senang dan protes?" tanya Bintang.


"Bukannya aku gak senang tapi lama kelamaan aku geram juga lihat bibir kamu. Pengen aku **** tuh bibir" ancam Bagas.


"Astaghfirullah.. Gas, aku ini pria Gas lagian aku sudah menikah. Kamu ini apa karena kelamaan udah gak ngemut ya makanya selera lihat bibirku. Waaah paraaaah kamu, aku jadi semakin takut melepas Dewi jalan berdua saja dengan kamu" protes Bintang.


"Tuh kan cari alasan, bilang aja kamu memang gak suka lihat aku senang bisa jalan dan berduaan dengan Dewi" sambut Bagas.

__ADS_1


"Aku senang kok Gas, senang banget. Aku yakin kamu tidak akan berbuat macam - macam atau sesuatu hal yang buruk kepada Dewi karena kamu adalah sahabatku. Walau emang dulu kamunya mantan player tapi aku yakin kamu sudah jauh berubah" puji Bintang.


"Kamu memujiku? Makasih Bin" jawab Bagas.


"Langsung besar kepala" ejek Bintang.


Sesaat Bagas diam dan menarik nafas panjang. Pandangan mata Bagas terlihat seperti menerawang.


"Ternyata berat banget ya Bin untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi" ucap Bagas akhirnya.


Bintang melirik ke arah wajah Bagas. Sepertinya Bagas sendang serius, tidak seperti biasanya.


"Dulu waktu kamu ingin serius menikah dengan Tiara apa yang kamu rasakan?" tanya Bagas.


"Yang jelas aku nyaman dan bahagia Gas. Tapi memang benar yang kamu katakan. Begitu kita berniat untuk berubah Allah akan langsung mengujimu. Apakah kamu kuat atau tidak melawan segala kesulitan dalam hidup kamu" jawab Bintang.


"Tadi saat aku dan Dewi makan siang aku bertemu Michelle Bin" Bagas mulai bercerita.


"Mantan pacar kamu?" tanya Bintang.


Bagas menganggukkan kepala.


"Iya. Dia mengatakan kata - kata yang merendahkan Dewi, membuat Dewi tidak percaya diri dan sedih. Aku membela Dewi langsung di depan Dewi agar Dewi tau kalau aku hanya ingin dia, tidak butuh yang lainlain" ungkap Bagas.


"Hati - hati Gas urusan mantan susah. Kamu gak belajar sama kisah percintaanku? Aku cuma satu mantan aja gak kelar - kelar. Gimana kamu yang punya mantan bertebaran dimana - mana" sambung Bintang.


"Itu dia yang membuat aku khawatir Bin. Apalagi usia aku dan Dewi terpaut jauh. Kamu lumayan sama Tiara cuma terpaut usia tiga tahun lah aku tiga belas tahun. Aku takut Dewi gak kuat menghadapi para mantanku dan memilih mundur. Makanya Bin, izinkan aku melamar Dewi secepatnya dan jangan ada syarat lagi" pinta Bagas dengan wajah memelas.


Bintang sadar saat ini Bagas benar - benar sedang merasa khawatir dengan nasib cintanya. Bintang menarik nafas panjang.

__ADS_1


"Aku tidak punya syarat apapun lagi Gas. Semua terserah pada Dewi. Kalau Dewi siap menikah dengan kamu silahkan saja. Aku, Tiara, Ibu dan Bapak sudah pernah membicarakan hal ini. Kami tidak akan menghalang - halangi kalian menuju hubungan yang halal. Dari pada kalian sering pergi berdua - duaan aku malah lebih khawatir lagi. Sekarang tergantung kamu, gimana membuat Dewi percaya dan mau segera menikah dengan kamu. Buat dia percaya bahwa pernikahan itu tidak semuanya berakhir buruk seperti pernikana Ibu. Buat dia nyaman di dekat kamu dan yakin kalau kamu adalah calon suami yang nantinya bisa melindungi, menjaga dan menyayangi dia dengan tulus. Menurut Tiara, Dewi trauma dengan pernikahan Bu Siti. Dia takut akan mengalami hal yang sama dengan nasib Ibunya. Dan pernikahan yang dia bayangkan ya sekeras pernikahan Bu Siti sehingga dia takut melangkah menuju pernikahan bersama kamu" ungkap Bintang.


"Aku sedang mencari segala cara agar dia percaya dan nyaman dengan aku Bin. Izinkan aku membawanya ke rumah orang tuaku nanti malam" pinta Bagas lagi.


"Kamu yakin secepat ini kamu mau mengenalkan Dewi kepada kedua orang tuamu Gas?" tanya Bintang.


"Kamu kan sudah kenal Papa dan Mamaku Bin. Mereka juga sudah sangat lama menginginkan aku menikah dan sudah bosan melihat aku bulak balik gonta ganti pacar" jawab Bagas.


"Tapi apa mereka setuju kamu menikah dengan Dewi yang masih terlihat sangat muda seperti itu?" tanya Bintang. Gantian Bintang kali ini yang terlihat khawatir.


"Kalau soal orang tuaku aku tidak takut, aku hanya khawatirkan Dewi. Aku malah takut dia yang takut bertemu dengan orang tuaku. Padahal Papa dan Mamaku tidak pernah mempersalahkan siapapun kelak yang akan menjadi istriku" sambung Bagas.


"Lagi - lagi itu tugas kamu membuat dia nyaman berada di tengah-tengah keluarga kamu. Tapi nanti aku akan bantu melalui Tiara. Biar dia yang memberi semangat dan nasehat untuk Dewi agar tau bersikap bagaimana menghadapi calon mertua yaitu orang tua kamu" balas Bintang.


"Makasih Bin, aku benar - benar mengucapkan terimakasih kepada kamu. Aku benar - benar buntu tadi. Belum siap satu masalah eh datang lagi masalah baru" ujar Bagas.


"Apalagi masalah kamu. Kok perasaan banyak banget sih Gas. Belum juga menuju pernikahan? Lamaran aja belum di terima udah banyak banget rintangannya" tanya Bintang penasaran.


"Saat di Restoran tadi kami bukan hanya ketemu Michelle. Tapi kami juga bertemu Morgan" jawab Bagas.


"Morgan?" Bintang tampak terkejut.


"Iya Morgan" jawab Bagas.


"Wah gawat Gas, kamu harus hati - hati menjaga Dewi. Kamu tau kan sifat Morgan itu seperti apa? Dia selalu iri dengan apa yang kamu punya. Dari dulu kan kalian selalu bersaing apalagi dalam hal mendapatkan pacar. Dia selalu mengingat pacar - pacar kamu? Dewi masih sangat polos Gas"...


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2