Tiara

Tiara
Terus berusaha


__ADS_3

"Aku sudah tobat Dew, saat ini sedang serius mencari wanita yang ingin dijadikan istri" ucap Bagas pada akhirnya.


"Ehm... " sindir Bintang.


"Nih Kak daftar menu yang baru, silahkan di lihat - lihat siapa tau ada yang selera untuk dimakan si debay dalam perut" Dewi memberikan daftar buku menu kepada Tiara.


"Mas, coba dilihat biar kita sekalian pesan" pinta Tiara pada Bintang.


Bintang dan Tiara melihat - lihat dan memilih makanan yang akan mereka pesan.


"Kakak mau pesan yang ini Wi, yang ini untuk Mas Bintang" Tiara menunjuk ke gambar makanan yang ada di dalam daftar menu cafe.


"Oke aku catat ya" jawab Dewi sambil menulis pesanan Tiara.


"Mas Bagas mau tambah lagi pesanannya?" tanya Dewi menawarkan.


"Tambah minumnya aja Wi" pinta Bagas.


"Mau yang mana?" tanya Dewi.


"Kamu aja yang pilihkan, kali ini terserah pemilik Cafe nya aja deh" balas Bagas.


"Pemilik Cafenya kan Mas Bintang, tanya dia aja Mas?" ucap Dewi.


"Bawain dia air putih aja Wi" potong Bintang.


"Jangan.. jangan... kamu aja yang pilihkan minuman untukku. Apa minuman yang paling laris di sini" sambut Bagas.


"Kalau begitu aku catat ya. Oh ya Kak Ara, Tegar mau dipesankan apa? Pasti dia belum makan malam?" tanya Dewi.


"Nasi goreng aja Wi, sama susu coklat panas" jawab Tiara.


Dewi langsung mencatat semua permintaan Tiara, Bintang dan Tegar juga permintaan Bagas kemudian Dewi mengantarnya ke dapur untuk dibuat oleh para koko Cafe.


"Awas kamu ya kalau curi start duluan. Aku yang akan melarangnya dan aku akan berada di barisan terdepan menggagalkan semua rencana kamu" ancam Bintang kepada Bagas.


"Iya, aku akan dengar teguran kamu. Kamu seperti gak pernah jatuh cinta aja Bin. Aku cuma melepas rindu, mana mungkin aku tahan dua tahun gak melihat Dewi. Aku jadi gak semangat bekerja, sulit tidur dan gak selera makan karena terbayang - bayang wajah Dewi" ungkap Bagas dengan wajah sendu.


"Hahaha.. Maaf Mas... Aku gak percaya playboy seperti kamu bisa berkata seperti itu" ujar Tiara.


"Dia udah kena karma. Rasain kamu kena sumpah para wanita yang pernah kamu sakiti" ejek Bintang.


"Gak apa - apa deh aku rela menderita seperti ini asalkan dapat Dewi, kekasih dan pujaan hatiku" ungkap Bagas.


Bintang hanya menggelengkan kepalanya.


"Eh Bin, kalian nginap di Bandung kan malam ini?" tanya Bagas.

__ADS_1


"Iya" jawab Bintang.


"Besok jalan - jalan yuk besok" ajak Bagas.


"Alaaaaah alasan kamu aja tuh, biar bisa sering - sering ketemu Dewi" tolak Bintang.


Sial, rencanaku sudah terbaca. Ucap Bagas dalam hati.


"Emangnya Mas Bagas mau ngajak kemana?" tanya Tiara penasaran.


"Dusun Bambu, temanku pemilik tempat wisata itu. Dia pernah memintaku untuk singgah ke situ, tapi aku belum sempat singgah ke sana. Gimana kamu mau Ra?" tanya Bagas.


"Boleh... Maaas kita ikut yaaaaa" ajak Tiara memelas


Bintang menatap wajah istrinya yang tampak sekali ingin kesana. Wajah Tiara terlihat sangat sumringah dan manja membuat Bintang tidak kuasa menolaknya.


"Ya sudah kalau begitu kita pergi. Tapi pagi - pagi kita sudah harus berangkat ya Gas. Sorenya kamu harus pulang ke Jakarta. Aku gak mau sampai Jakarta kemalaman kasihan Tiara lagi hamil. Lebih mudah merasa letih" ujar Bintang.


"Oke Bin. Besok aku akan menghubungi temanku itu agar dia mempersiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan kita" balas Bagas.


Tak lama Dewi datang dengan membawa pesanan untuk Tiara, Bintang dan Bagas. Dan menghidangkannya di meja tepat di depan mereka..


"Punya Tegar mana Wi?" tanya Tiara.


"Udah langsung diantar ke taman tadi Kak sekalian pesanan Ali" jawab Dewi.


"Nggak Mas, yang buat ya Koki donk" jawab Dewi.


"Belajar Wi, nanti aku kan bisa buat cabang Cafe yang ke tiga, kamu yang kelola" ujar Bagas.


Sontak Bintang menginjak kaki Bagas dari bawah meja. Dengan wajah yang sedang menahan rasa sakit Bagas memandang wajah Bintang.


Iiiih nih anak kok berbubah jadi kakak yang hiper protektif sih. Batin Bagas


"Waaah masih jauh banget Mas, aku belum sanggup ngelola Cafe. Kuliah aja masih baru mulai dan aku gak punya ilmu apapun. Nih aja cuma bantu - bantu Ibu. Kasihan kalau Ibu tiap hari ke Cafe kecapekan" jawab Dewi polos.


"Ya Mas kan gak bilang sekarang buka cabang Cafenya. Bisa aja kan dua tahun lagi" balas Bagas.


Lagi - lagi Bintang menginjak kaki Bagas.


Sial.. sakit banget Bin.. Umpat Bagas dalam hati.


Namanya juga Bagas, dia tidak akan mudah menyerah.


"Kamu udah punya pacar Wi? Ni kan malam minggu. Kok malah bantuin jaga Cafe?" selidik Bagas.


"Belum Mas, aku masih mau fokus kuliah dulu. Kak Ara aja sampai nikah gak pernah pacaran. Ya kan Kak?" ucap Dewi.

__ADS_1


"Yup betul itu, ngapian pacaran - pacaran. Nanti kalau sudah tiga saatnya ketemu orang yang tepat langsung nikah aja. Pacaran cuma nambah dosa aja" sambut Tiara.


"Apalagi kalau pacarannya cuma buat mainin perasaan cewek - cewek. Banyak banget tuh dosanya. Moga - moga kena karma cintanya di tolak" potong Bintang.


"Kamu nyindir aku? Serem banget doanya Bin?" ucap Bagas sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tak gatal.


Tiara hanya senyum - senyum sendiri yang melihat tingkah aneh suaminya dan sahabatnya itu yang sepertinya saling sindir.


Dewi juga tertawa melihat wajah Bagas yang kesal melihat Bintang. Bagas melitik ke arah Dewi yang sedang tertawa.


Duh manis banget calon istriku.. Udah gak sabar nunggu dua tahun lagi berasa lama banget. Batin Bagas.


"Besok kamu ikut ya Wi, ajak Ibu dan Ali juga. Besok kita pergi ke Dusun Bambu bareng Bintang, Tiara dan Tegar" ujar Bagas.


"Dusun Bambu?" tanya Dewi terkejut.


Bagas tersenyum menatap Dewi.


"Beneran Kak?" Dewi bertanya pada Tiara.


"Iya... " jawab Tiara singkat sambil menikmati makanannya.


"Aku ikut ya Kak, udah lama aku dengar tempat itu tapi gak tau mau pergi sama siapa" ujar Dewi.


"Kalau kapan - kapan kamu pengen ke sana, kamu bisa bilang sama Mas kok Dew" potong Bagas.


Langsung kaki Bagas di injak Bintang untuk yang ke tiga kalinya.


"Mmm.. maksud aku, kan yang punya tempat itu teman aku. Jadi aku bisa bantuin Dewi untuk dapatin discount atau malah gratis" ralat Bagas.


Ya Tuhaaaan... sakitnya kakiku. Untung aja kamu jadi Kakak iparku Bin, kalau gak aku injak balik tuh kaki kamu. Batin Bagas.


"Gimana Kak, boleh ikut gak?" Dewi bertanya pada Tiara, penuh harapan.


"Iya.. besok pagi kita semua pergi ke sana bareng - bareng" jawab Tiara akhirnya.


"Assseeeeeeeek, yesssss" balas Dewi senang.


Bagas semakin falling in love melihat wajah Dewi yang sedang tersenyum bahagia.


Haaaaah.. indahnya jatuh cinta 😍😍


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2