Tiara

Tiara
Penyelamatan Dewi Part. 2


__ADS_3

"Bapak... " panggil Dewi. Dewi sangat terkejut dengan apa yang dia lihat.


Tubuh Tarjo terlihat lebih kurus, wajahnya tirus dan penuh dengan jambang dan kumis yang belum di cukur. Rambut Tarjo juga terlihat panjang.


"Ternyata kamu masih mengenali wajah Bapak. Hahaha.. Bapak kira kamu sudah lupa dengan Bapak setelah hidup enak bersama suami pertamanya Ibu kamu" jawab Tarjo.


"Ba.. bagaimana Bapak bisa tau?" tanya Dewi penasaran.


"Kamu tidak perlu bertanya dari mana Bapak bisa mengetahuinya. Yang jelas Bapak sudah menemukan dan mengetahui dimana kalian tinggal. Hanya saja Bapak tidak punya kesempatan mendekati kalian. Ibu kamu di jaga ketat oleh mantan suaminya itu sedangkan kamu dijaga oleh pacar kamu" ujar Tarjo dengan wajah dingin yang sangat menakutkan Dewi.


"Pa.. pacar? Dia bukan pacarku Pak" elak Dewi.


"Semua orang yang melihat dia menatap dan memperlakukan kamu dengan sangat hati - hati tau kalau pria itu sangat menyukai kamu. Ternyata kamu pintar juga mencari laki - laki ya. Sepertinya dia pria kaya, kalau kamu menikah dengannya bisa donk kamu memberikan Bapak uang yang banyak untuk minum hahaah" ungkap Tarjo.


Dewi sangat terkejut mendengar ucapan Tarjo.


Gak mungkin Mas Bagas menyukaiku dia kan punya calon sendiri. Wanita yang masih berumur delapan belas tahun dan masih di bawah umur. A.. apaaaa? Apa yang dimaksud Mas Bagas itu aku ya? Aku kan baru berumur delapan belas tahun dan selalu mengaku kalau aku masih gadis di bawah umur. Oh bodohnya aku, baru sekarang menyadarinya. Batin Dewi.


"Kenapa? Kamu terkejut? Apa pria itu belum mengungkapkan perasaannya kepada kamu? Hahaha... kamu jangan seperti Tiara Wi. Kalau bukan karena Bapak dia tidak akan bertemu dengan pria kaya itu. Mereka tentu tidak akan menikah saat itu kalau bukan karena andil Bapak yang membuat dia mabuk di malam dia bertemu dengan suaminya dulu" ungkap Tarjo.


"Ba.. Bapak mengapa sekejam itu berani menjebak Mbak Ara dan ingin menjualnya pada Juragan?" tanya Dewi.


"Hahaha.. Dia pantas mendapatkan itu, Dia gadis sok suci dan tukang bohong. Selalu mengaku tidak punya uang padahal Bapak tau dia punya tabungan di Bank. Dia dan Ibu kamu menyembunyikannya dari Bapak, mereka takut Bapak menghabiskan uang mereka hasil kerja keras mereka selama bekerja di pabrik dan cafe. Harusnya mereka tau balas budi, kalau bukan Bapak yang menampung mereka dulu, Ibu dan Kakak kamu itu akan hidup menggembel di jalanan. Kamu juga sudah saatnya balas budi sekarang Wi. Kalau bukan karena Bapak kamu tidak akan lahir ke dunia ini" ungkap Tarjo.


"A.. apa maksud Bapak?" tanya Dewi antara takut dan tidak percaya kalau Bapak kandungnya sejahat ini.


"Kamu akan Bapak jual pada juragan kaya, uangnya bisa Bapak gunakan untuk lari dari kota bahkan pulau ini. Bapak akan hidup bersama kakak kamu ini" Tarjo membelai lembut rambut Ida.


"Kakak?" tanya Dewi tak percaya.


"Ya, dia anak Bapak dari wanita yang sangat Bapak sayangi. Hanya saat itu kami tidak bisa bersatu dan terpaksa Bapak harus berpisah dengan anak kesayangan Bapak ini. Sekarang kami akan membangun hidup baru kami tanpa kalian semua" ungkap Tarjo.

__ADS_1


"Apa, maksud Bapak Mbak Ida ini adalah kakak kandung aku?" tanya Dewi tak percaya.


"Ya, Ida adalah anak kesayangan Bapak. Karena dia lahir dari rahim wanita yang paling Bapak cintai di dunia ini. Sedangkan kamu dan Ali hanyalah hasil ***** belaka" jawab Tarjo tak perduli.


"Astaghfirullah Bapaaaak. Teganya Bapak berkata seperti itu" ujar Dewi.


Dewi menangis mendengar ucapan Tarjo, sungguh dia tidak menyangka Bapaknya akan sekejam itu berkata kepadanya.


"Sudah.. sudah.. diam kamu. Jangan menangis, Da cepat rias dia" perintah Tarjo.


"Baik Pak" jawab Ida.


Ida segera membawa tas make up nya dan mulai membersihkan wajah Dewi.


"Kamu dian nggak" ancam Ida.


"Jadi karena alasan ini juga Mbak Ida menjebak Kak Ara?" tanya Dewi.


"Mbak Ida yang berhati busuk. Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Kalau Mbak Ida wanita baik tentu Mbak Ida gak akan tega ikut menjual aku. Bagaimana pun aku kan adik kandungnya Mbak Ida. Kita satu Bapak beda Ibu. Mbak Ara yang satu Ibu tapi beda Bapak saja sangat menyayangi kami dan menganggap kami sebagai adiknya" jawab Dewi sambil terus terisak.


"Kamu bisa diam gak? Kalau terus menangis seperti ini aku jadi susah make up-in kamu" ujar Ida.


"Tolong Mbak, Pak jangan jual aku. Walau bagaimana pun aku ini kan anak kandung Bapak, darah daging Bapak. Masak Bapak tega menjual aku Pak" bujuk Dewi.


"Kalau kamu merasa anakku mengapa kamu mau bekerja sama dengan Ibu kamu untuk lari dari rumah dan lebih memilih tinggal dan hidup dari bantuan Tiara?" tanya Tarjo.


"Habis Bapak selalu menyakiti Ibu, Bapak selalu memukuli Ibu dan Bapak sering mabuk - mabukan. Kami takut hidup bersama Bapak, Bapak tidak pernah sayang pada kami. Tapi sekaliiiii saja Pak dalam hidup Bapak berbaik hatilah padaku. Tolong Pak jangan jual aku kepada Juragan. Biarkan aku bebas Pak, Aku janji akan memberikan Bapak uang untuk lari dari kota ini" bujuk Dewi.


Tarjo terdiam sesaat.


"Emangnya kamu sanggup kasih Bapak uang berapa?" tanya Tarjo.

__ADS_1


Dewi berfikir keras dari mana dia bisa mendapatkan uang dan berapa uang yang bisa dia berikan kepada Tarjo.


"A.. aku bisa kasih Bapak uang 30 juta" jawab Dewi.


"Wah banyak sekali ternyata uang kamu ya, dari mana kami bisa punya uang sebanyak itu?" tanya Tarjo.


"Aa.. aku akan jual laptop dan handphone aku yang baru aku beli satu minggu yang lalu" jawab Dewi.


"Mana dia handphone dan laptop kamu?" tanya Tarjo.


"A.. ada di mobil Pak" jawab Dewi.


"Da cepat ambil laptop dan handphone Dewi" perintah Tarjo.


"Baik Pak" jawab Dewi.


Ida segera keluar dan membuka pintu mobil, dia mengambil tas kuliah Dewi yang berisi laptop dan mengambil handphone Dewi yang tadi sempat terjatuh di lantai mobil karena mereka tadi sempat bertengkar dengan Dewi saat di jalan.


Ida kembali ke dalam rumah dan memberikannya kepada Tarjo.


"Gimana Da?" tanya Tarjo.


"Laptopnya memang masih baru ini Pak, handphonenya juga dan kedua barang ini barang mahal" jawab Ida.


"Ya sudah kita ambil kedua barang ini dan kita jual. Lumayan untuk tambahan uang kita selama kita lari. Cepat kamu kembali make up-in dia. Kita harus segera memenuhi janji kita pada juragan" perintah Tarjo.


"Bapaaaaaaak"....


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2