Tiara

Tiara
Racun jelang pernikahan


__ADS_3

Persiapan pernikahan Dewi dan Bagas mulai dilaksanakan. Tiara menghubungi teman kampusnya dulu yaitu Putri yang mempunyai usaha WO. Putri juga dulu yang mengurus pernikahan Dian dan Roy.


Tiara pergi bersama Dewi ke kantor Putri rencana di sana nanti mereka akan bertemu dengan Bagas dan Bintang dan akan pulang bareng setelah dari WO.


"Hai Tiara lama tidak bertemu. Apa kabar? " sapa Putri.


"Alhamdulillah baik Put" jawab Tiara.


"Kemarin aku mendengar kabar tentang Ida dan keluarga kamu. Aku tidak menyangka Ida mempunyai dendam pada kamu ya Ra" ujar Putri.


"Ya namanya manusia Put, dalam hatinya gak ada yang bisa tau" balas Tiara


"Ada keperluan apa nih ke sini?" tanya Putri.


"Ini adikku mau menikah jadi aku mencari WO untuk mengurus pernikahannya. Ketepatan adikku ini masih kuliah di Bandung jadi dia tidak mempunyai banyak waktu di Jakarta dan gak bisa setiap saat ada di Jakarta. Makanya aku mencari kamu, orang yang paling bisa diandalkan" ujar Tiara.


Putri tersenyum ramah kepada Tiara dan Dewi.


"Adek kamu masih kuliah? Masih muda ya calon pengantinnya" sambut Putri.


Dewi tersenyum malu - malu.


"Usia berapa?" tanya Putri.


"Sebentar lagi sembilan belas tahun Mbak" jawab Dewi malu.


"Waaah muda banget. Calon suaminya juga masih kuliah?" tanya Putri.


Dewi menggelengkan kepalanya.


"Ketepatan Put, calon suaminya sahabat suami aku. Sebentar lagi juga mereka akan menyusul kemari. Tadi kami udah janji kok, setelah mereka pulang kerja mereka akan kesini" jawab Tiara.


"Wah jauh donk beda usianya" komentar Putri.


"Iya Mbak" balas Dewi


"Jadi mau konsep pernikahan yang gimana ni? eh gedungnya udah ada atau masih mau kami carikan?" tanya Putri.


"Gedungnya udah ada, nanti calon suami Dewi yang akan sebutkan dimana gedungnya. Ketepatan temannya yang punya tempat tersebut" jawab Tiara.


"Jadi gimana nih konsepnya. Udah punya gambaran?" tanya Putri.

__ADS_1


"Konsep modern aja deh Mbak" jawab Putri.


"Okey.. coba lihat nih contoh - contoh pelaminan dan dekorasi gedungnya" perintah Putri.


Putri memberikan album gambar pelaminan dan dekorasi pesta kepada Dewi.


"Put aku numpang ke kamar mandi dulu ya" ujar Tiara.


"Oh yuk Ra aku antara ke dalam" balas Putri.


Kini tinggal Dewi sendiri yang sedang melihat - lihat album tersebut.


"Waaaah lihat siapa yang kita temui Gan.." ujar seorang wanita.


Dewi mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang barusan bicara.


"Eeh iya ada cewek cantik rupanya" sambut seorang pria yang tak lain adalah Morgan.


Dewi sangat terkejut ketika mengetahui siapa yang sedang ada di hadapannya.


Dia.. bukankah cowok yang waktu itu ketemu sama Mas Bagas? Dan wanita ini kan... Siska mantan pacarnya Mas Bintang. Batin Dewi.


"Haaai... " sapa Morgan.


"Waah sepertinya ada yang mau nikah ni sebentar lagi? Kamu serius mau menikah dengan Bagas? Gak cari tau dulu tentang masa lalunya?" tanya Morgan.


Dewi segera menutup album foto di depannya dengan kasar.


"Kamu tidak perlu ikut campur dalam kehidupan kami terlebih hidupku. Siapa Mas Bagas aku sudah tau dan aku sudah bisa menerimanya" jawab Dewi.


"Hahaha... udah yakin dia.. Kamu gak tau kalau Bagas itu dulu pernah mengajak aku selingkuh. Dia ngajak aku main di belakang Bintang padahal dia adalah sahabatnya Bintang. Hahaha... pacar sahabatnya aja mau di makan. Masih percaya kalau dia bakalan berubah?" pancing Siska.


"Kamu kira aku percaya, yang ada juga kamu yang godain Mas Bagas. Pantang banget lihat cowok kaya langsung pengen di embat" sindir Dewi.


"Hahaha.. anak bau kencur udah pinter ngomong" ejek Siska.


"Kamu udah tau kalau Bagas itu pernah menghamili cewek dan dia sudah punya anak dari wanita lain? kamu sudah siap punya anak dari anaknya Bagas dan wanita lain?" ungkap Morgan.


Sontak Dewi terkejut mendengar ucapan Morgan. Selama ini dia sudah tau kalau Bagas adalah seorang playboy yang suka gonta ganti pacar. Tapi Dewi tidak menduga kalau Bagas sampai punya anak dengan seorang wanita.


Mas Bagas tidak pernah menceritakan hal itu begitu juga Mas Bintang. Apa mereka merahasiakannya dariku? Batin Dewi.

__ADS_1


"Gak bisa jawab dia. Makanya deek.. kalau mau nikah itu jangan asal terima aja. Mentang - mentang Bagas itu keren dan kayu langsung deh klepek - klepek. Cari tau dulu gimana masa lalunya. Udah sejauh mana pergaulannya dulu" ucap Siska sok menasehati.


"Dari pada sama Bagas mending sama aku. Aku ini tipe setia lho, aku juga gak kalah keren dan sekaya Bagas" goda Morgan.


Dewi akhirnya sadar kalau dua orang yang ada di hadapannya ini punya niat tidak baik padanya dan Bagas. Mereka pasti ingin merusak rencana pernikahannya dengan Bagas.


Apalagi Siska yang Dewi tau memang bukan wanita baik - baik. Bodoh sekali kalau Dewi percaya dengan omongan mereka.


"Huh kalian pikir aku percaya dengan akal - akalan kalian. Kenapa coba kamu malah ngajak aku menikah dengan kamu? Kenapa gak perempuan ini aja yang kamu nikahi? kalian kan sudah serasi, sama - sama sepasang ular. Kalian kira aku akan termakan rayuan mulut manis kalian dan percaya dengan semua yang kalian katakan? Jangan anggap remeh padaku karena aku masih muda. Walaupun aku masih seumur ini, tapi aku bisa melihat mana yang baik dan benar. Aku bisa melihat mana orang yang punya niat busuk atau tidak " lawan Dewi. Tangan Dewi mengepal karena menahan emosi.


"Waw... keren Sis, dia berani melawan. Aku semakin suka... Aku kira tadi dia akan menangis mendengar kebusukan calon suaminya ternyata dia memilih untuk tidak mempercayainya. Nanti kalau sudah menikah baru deh kamu menyesal. Nangis juga gak ada artinya, semua telah menjadi bubur" ejek Morgan.


"Terserah aku mau ngapain bukan urusan kalian. Mau aku nangis atau tidak itu pilihanku kalian tidak perlu ikut campur" jawab Dewi.


Tak lama Putri kembali dari arah belakang.


"Maaf mau cari siapa ya?" tanya Putri kepada Morgan dan Siska.


"Daniel ada?" tanya Morgan.


"Ooh Mas Daniel. Ada.. sudah janji?" tanya Putri.


"Sudah, aku Morgan sudah janji mau ketemu Daniel" jawab Morgan.


"Silahkan naik ke lantai paling atas. Mas Daniel sudah menunggu" balas Putri.


Morgan dan Siska saling pandang.


"Baik, kalau begitu kami naik. Dah adek manis... di tunggu ya jawaban kamu atas tawaran aku. Kalau kamu berubah pikiran silahkan hubungi ke nomor ini" Morgan memberikan selembar kartu namanya kepada Dewi.


Kemudian Siksa dan Morgan pergi meninggalkan Dewi dan Putri di lantai dasar. Mereka berjalan menuju lift untuk naik ke atas menemui Daniel suaminya Putri.


Dewi yang geram atas perlakuan Morgan, lansung meremas kartu nama yang tadi diberikan paksa oleh Morgan ke dalam tangannya. Padahal Dewi sudah berusaha untuk menolaknya tapi karena Morgan laki - laki punya tenaga yang kuat akhirnya Dewi kalah saat Morgan menggenggam erat tangan Dewi untuk memberikan kartu namanya.


Putri yang merasa ada kejanggalan antara Dewi dan pria yang baru saja pergi dari hadapan mereka langsung bertanya kepada Dewi.


"Kamu gak apa - apa Wi? Kamu kenal dengan mereka?" tanya Putri penasaran.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2