Tiara

Tiara
Cek Kandungan


__ADS_3

Tiga bulan sudah usia kehamilan Tiara. Kini mabuk karena hamil mudahnya sudah tidak begitu mengganggu. Tiara sudah mulai bisa menjemput Tegar kesekolah sendirian.


Dua bulan ini Tegar lebih sering di jemput Mang Kardi atau Bintang secara bergantian. Hari ini Tiara sudah berjanji dengan Bintang untuk pergi ke Dokter kandungan.


Mereka sudah menyusun jadwal antrian untuk cek kandungan. Seperti biasa Tegar selalu ikut setiap kali Tiara cek kandungan. Alasannya dia ingin melihat adek bayi dari layar TV.


Setiap jadwal ke Dokter Tegar selalu yang paling senang dan antusias. Dia sering tidak sabar dan hendak cepat - cepat sampai ke tempat praktek Dokter.


"Mama.. Papa.. cepetan donk" teriak Tegar dari bawah.


"Iya sebentar sayang" jawab Bintang yang sedang menggandeng istrinya untuk turun ke lantai bawah.


"Kamu sudah siap sayang?" tanya Tiara pada putranya.


"Sudah donk Ma" jawab Tegar.


"Yuk kita berangkat" ajak Bintang.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan kemudian melaju menuju praktek dokter. Sesampainya di praktek Dokter mereka sangat terkejut melihat Dian dan Roy juga sedang menunggu nama mereka dipanggil.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Bintang penasaran.


"Ya periksa kandungan donk Bin, masak mau periksa gigi" jawab Roy.


"Siapa yang hamil?" tanya Bintang refleks.


"Maaas" Tiara mencubit perut suaminya, gemas dengan pertanyaannya.


"Ya Allah calon Papa dua anak ini. Makin tua makin lemot lo ya. Siapa lagi yang hamil? Aku gitu yang hamil?" jawab Roy kesal.


"Maaf aku lagi gak fokus. Maksud aku sudah berapa bulan hamilnya?" tanya Bintang.


"Baru aja telat beberapa minggu. Ini pertama kalinya kami priksa ke dokter" jawab Dian.


"Waah hebat juga kamu Roy, tokcer.. langsung tancap gas" puji Bintang.


"Iya donk, seperti kamu waktu Tiara hamil Tegar" sindir Roy.


"Dasaaar" balas Bintang.


Mereka tertawa bersama.


"Kok aku jadi teringat si Lebat ya" ujar Roy.


"Bobat, siapa tuh?" tanya Bintang.


"Bagas, si playboy tobat" jawab Roy.


"Hahaha.. lebat ya, asik juga tuh. Dimana dia sekarang?" tanya Bintang.


Sudah beberapa bulan ini Bintang memang tidak pernah bertemu Bagas lagi. Dimana dan bagaimana kabarnya?


"Terakhir yang aku dengar dia sedang pergi ke Singapura untuk urusan perusahaannya. Aku kan sejak menikah menetap di Jakarta jadi sudah lama memang gak ketemu dia" jawab Roy.


"Gak nyangka ya dia suka sama Dewi" ucap Dian.

__ADS_1


"Hahaha.. Iya Mbak, aku juga gak nyangka" sambut Tiara.


"Tapi adik kamu kan memang cantik Ra dan masih muda. Pantas saja Bagas jatuh cinta padanya. Hanya aku gak nyangka kalau dia doyan daun muda" ucap Bagas.


"Dasar pedofil" umpat Bintang.


Tiba - tiba perawat muncul dari dalam ruangan dan memanggil nama pasien selanjutnya.


"Ibu Diaaan" panggil perawat itu.


"Kamu duluan ya Ra" ucap Dian.


"Iya Mbak, silahkan" balas Tiara.


Roy dan Dian berjalan mengikuti perawat masuk ke dalam ruangan praktek dokter.


"Selamat sore Bu, Pak" sapa Dokter ramah.


"Sore Dok" jawab Dian dan Roy berbarengan.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter.


"Bagini Dok, saya sudah telat satu minggu. Tadi pagi saya mencoba alat tes kehamilan dan hasilnya positif makanya kami ingin memeriksakannya untuk memastikan" ungkap Dian.


"Mmmm... begitu ya Bu. Baiklah kalau begitu silahkan berbaring di atas tempat tidur" perintah Dokter.


Dian segera bangkit dari duduknya kemudian dia pindah ke tempat tidur yang disediakan di ruangan itu.


Setelah itu Dian naik dan berbaring di atasnya. Perawat membantu membuka kancing pakaian Dian di bagian perut untuk memastikan dan mengecek janin yang ada di dalam kandungan Dian, apakah baik atau tidak.


"Alhamdulillah.. Maaaas" Dian menatap lembut wajah suaminya.


"Iya sayaaang" balas Roy.


Dokter memberikan beberapa informasi mengenai kehamilan dan memberikan resep vitamin hamil untuk Dian.


Roy dan Dian tak berhenti tersenyum. Mereka sangat bahagia hari ini. Setelah selesai melakukan pemeriksaan Dian dan Roy keluar dari ruangan dokter dengan wajah yang sangar ceria.


"Bisa di tebak pasti kabar gembira" ucap Bintang.


"Yoi, gak sia - sia kerja keras kami sepanjang malam" jawab Roy.


"Maaaas" cegah Dian mengingatkan suaminya.


"Hahaha... maklum bro, kan masih pengantin baru" balas Bintang.


"Ibu Dian" panggil perawat.


"Tuh, giliran kalian. Kamu tunggu di luar ya. Setelah itu baru kita keluar dari sini bareng" ujar Roy.


"Oke, tunggu sebentar ya. Kami mau masuk dulu" jawab Bintang.


Bintang, Tiara dan Tegar segera masuk mengikuti perawat yang memanggil nama Tiara tadi.


"Bagaimana Bu, apa masih ada rasa mual?" tanya Dokter kandungan.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah mendingan dok, tapi bawaannya masih suka malas. Lebih enak tidur dan berbaring" jawab Tiara.


"Itu normal Bu, hormon wanita hamil memang begitu" balas Dokter.


Dokter melakukan pemeriksaan pada perut Tiara. Tegar menantikan saat - saat USG.


"Waaah adik bayinya kelihatan" teriak Tegar.


"Kamu suka lihatnya?" tanya Dokter kandungan kepada Tegar.


"Suka Bu Dokter. Aku ingin melihat adikku sedang berenang di perut Mama" jawab Tegar.


Para orang dewasa tersenyum mendengar perkataan Tegar.


"Kapan adik bayinya lahir?" tanya Tegar ingin tau.


"Masih lama sayang, masih enam bulan lagi" jawab Bintang.


"Aku pengen cepat - cepat gendong adik bayi, ajak adik main dan lari - lari" oceh Tegar.


"Sabar ya.. doain Mama dan adik bayinya sehat terus biar nanti kalau adik bayi lahir bisa di gendong sama Kakak Tegar" sambung Bintang.


Dokter memberikan resep untuk Tiara tebus. Setelah selesai pemeriksaan Tiara, Bintang dan Tegar keluar dari ruang praktek dokter dan berjalan menghampiri Roy dan Dian.


"Gimana Ra, sehat - sehat kan kamu dan bayinya?" tanya Dian.


"Alhamdulillah sehat Mbak" jawab Tiara.


"Mama kita makan yuk, aku udah lapar" ajak Tegar.


"Kamu udah mirip Mama dan Tante Dian ya, cepat banget laparnya" sindir Roy.


"Aku kan mau cepat gede Om biar kuat gendong adek bayi" jawab Tegar.


"Iya deeeh Kakak yang baik, pintar, kuat dan ganteeeeeeng" puji Roy.


"Ya sudah Roy, kita cari makan yuk" ajak Bintang.


"Kita tanya para Ibu hamil ini aja dulu, mau makan dimana? Nanti kalau kita yang cari tempat gak sesuai selera mereka bisa bubar kita" sindir Roy sambil tersenyum melirik istrinya.


Dian dan Tiara saling lirik kemudian mereka tersenyum.


"Ke Cafe Kenanga aja deh, aku udah lama gak kesana. Pengen ketemu teman - teman sekalian minta dimasakin makanan yang enak - enak" ucap Tiara.


"Yaaaah kamu mah enak Ra, kalau aku bosan. Setiap hari ke sana jemput Dian. Gimana yank?" Roy bertanya pada istrinya.


"Gak apa - apa Mas, kita ke Cafe aja. Lagian Cafe gak jauh dari sini, Tegar udah lapar berat sepertinya" sambut Dian.


"Ya sudah, yuk kita ke Cafe" balas Roy.


Mereka langsung beranjak menuju mobil masing - masing dan langsung menuju Cafe Kenanga.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2