
Hari ini adalah hari ulang tahunnya Bintang. Hari ini Tiara akan membuat kejutan di hari ulang tahun Bintang.
Rencananya Tiara akan menjemput Tegar di sekolah setelah itu baru mereka bersama - sama ke kantor Bintang.
Jauh - jauh hari Tiara sudah meminta izin kepada Bintang untuk membawa mobil sendiri. Karena kandungannya sudah mulai aman tidak mual lagi dan karena Tiara terus - terusan mendesak Bintang untuk membawa mobil sendiri. Akhirnya beberapa hari ini Tiara sudah mulai kembali menyetir mobil sendiri.
Hari ini Tiara sangat senang sekali. Setelah kepergian Bintang ke kantor Tiara langsung membungkus kado untuk Bintang setelah itu dia mandi dan berdandan agar terlihat cantik saat ke kantor Bintang.
Saat Tiara hendak pergi tiba - tiba mertuanya menelpon.
"Assalamu'alaikum Ra" sapa Bu Bambang.
"Wa'alaikumsalam Ma.. " jawab Tiara.
"Kamu dimana?" tanya Bu Bambang.
"Aku sedang bersiap - siap hendak menjemput Tegar di sekolah Ma, setelah itu baru kamu pergi ke kantor Mas Bintang" jawab Tiara.
"Kamu pergi sama siapa?" tanya Bu Bambang.
"Aku pergi sendiri Ma" balas Tiara.
"Ra yang benar kamu? Apa Bintang kasih izin?" tanya Bu Bambang cemas.
"Kasih Ma, aku akan pelan - pelan bawa mobilnya. Kan mau kasih kejutan sama Mas Bintang" jawab Tiara.
Walau berat tapi Bu Bambang yakin Tiara sudah dewasa, dia pasti tau mana yang baik untuk hidupnya.
"Ya sudah kalau begitu kamu hati - hati ya. Nanti setelah dari kantor Bintang ajak dia pulangnya ke rumah Mama. Mama sudah siapkan makanan kesukaannya" pesan Bu Bambang.
"Oke Ma" balas Tiara.
"Kamu gak lupa kan kado untuk Bintang?" tanya Bu Bambang.
"Nggak donk Ma. Yang itu gak boleh dilupakan. Kan itu kado spesial untuk Mas Bintang" ucap Tiara.
Bu Bambang tersenyum karena mengetahui rumah tangga anaknya sangat bahagia sekarang.
"Sekali lagi, hati - hati ya Ra. Jada diri kamu dan anak yang ada dalam kandungan kamu" ulang Bu Bambang.
"Iya Ma.. udah ya Ma. Aku mau jemput Tegar dulu. Dah Mama... Assalamu'alaikum" Tiara menutup teleponnya.
"Wa'alaikumsalam.. " jawab Bu Bambang.
Tiara masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakannya, tak lama kemudian dia mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
Dia sudah tidak sabar ingin sampai dengan secepatnya ke kantor Bintang. Tapi dia harus menjemput Tegar dulu di sekolahnya.
Satu jam kemudian Tiara sampai di sekolah Tegar. Sebenarnya kalau tidak karena dia hamil bisa dengan cepat sampai ke sekolah Tegar. Tapi karena dia berjalan santai dan lalu lintas sedikit padat akhirnya satu jam baru sampai di sekolah Tegar.
__ADS_1
"Mamaaa.... " panggil Tegar begitu melihat Tiara sampai di sekolahnya.
"Sayaaang. Yuk kita pergi. Sudah pamit kan tadi sama gurunya?" tanya Tiara.
"Sudah Ma, aku sudah bilang hari ini Mama yang jemput aku ke sekolah" jawab Tegar senang.
Mereka berjalan bergandengan menuju mobil Tiara.
"Kita jadikan Ma ke kantor Papa?" tanya Tegar.
"Jadi donk sayang, kan kita mau buat kejutan untuk Papa karena hari ini Papa ulang tahun" ucap Tiara.
"Horeeee.... Papa pasti senang melihat kita datang membawa kejutan untuk Papa" teriak Tegar senang.
Tiara melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor Bintang tapi sebelumnya dia singgah ke toko kue ternama untuk membeli kue Tart untuk Bintang.
Tiara dan Tegar turun dari mobil dan masuk ke dalam toko kue. Mereka memesan kue yang menarik hati mereka.
"Yang ini aja Ma, aku suka banyak coklatnya" pinta Tegar.
"Kuenya kan buka untuk kamu sayang.. tapi untuk Papa" goda Tiara.
"Papa yakin Papa pasti senang dengan kue yang aku pilih" ucap Tegar yakin.
"Ya sudah kita pilih kue yang ini ya.. Mbak tolong dibungkus kue yang ini ya" pinta Tiara kepada salah satu pelayan toko kue.
"Ucapannya apa Bu?" tanya pelayanan itu.
"Baik, tunggu sebentar ya Bu. Silahkan Ibu bayar dulu di kasir" perintah pelayan itu.
Tiara berjalan ke meja kasir dan membayar kue pesanannya sembari menunggu kuenya di hias. Tegar terlihat sangat senang karena akan memberi kejutan kepada Papanya.
Kinan meletakkan kue tart ulang tahun Bintang di kursi penumpang dengan sangat hati - hati. Dia tidak mau sesampainya di kantor Bintang kue tersebut rusak ataupun hancur.
Tegar kembali duduk di kursi samping Tiara. Mereka melanjutkan perjalanan menuju kantor Bintang. Satu jam kemudian mereka sudah sampai di Kantor Bintang.
Kini Tiara tidak perlu lagi bertanya ke resepsionis. Para karyawan Bintang sudah mengenal Tiara dan Tegar sebagai istri dan anaknya pemilik perusahaan ini.
Sehingga dengan bebas Tiara dan Tegar bisa masuk ke dalam kantor Bintang dan mereka langsung naik ke lantai paling atas dengan menggunakan lift khusus pejabat perusahaan yang langsung menuju ruangan Bintang.
Tiara dan Tegar tak berhenti tersenyum membayangkan bagaimana nanti wajah Bintang ketika melihat kedatangan mereka.
Tegar mulai menyanyikan lagu happy birthday to you.. happy birthday to you..
"Sayang belum.. nanti aja nyanyinya pas kita masuk ke ruangan Papa" ucap Tiara.
"Aku cuma mau latihan Ma biar gak lupa lagunya" jawab Tegar.
Sontak Tiara tertawa mendengar jawaban putranya.
__ADS_1
"Nih kado untuk Papa kamu yang pegang ya, biar kuenya Mama yang bawa. Mama tidak bisa membawa keduanya" ungkap Tiara.
"Oke Mama" jawab Tegar.
Tiara menyerahkan kado untuk Bintang yang minggu lalu dia beli bersama mertuanya.
Ting...
Bunyi lift yang menandakan kalau mereka sudah sampai di lantai teratas gedung ini. Itu artinya mereka sudah sampai di ruangan Bintang. Ruangan CEO sekaligus pemilik perusahaan ini.
"Bapak ada kan Rin?" tanya Tiara kepada sekretaris Bintang.
Rini yang baru saja keluar dari kamar mandi terkejut dengan kedatangan istri dan anak Bosnya yang tiba-tiba.
"Eh Ibu kok tiba - tiba datangnya Bu. Saya hampir saja terkejut" ucap Rini.
"Hahaha ah kamu bisa aja. Emangnya kami hantu sampai membuat kamu terkejut" balas Tiara.
"Ha.. ah Ibu maksud saya biasanya kan Bapak pesan, Rin siapkan ini.. itu.. Nanti Ibu mau datang. Gitu Bu" ujar Rini.
"Memang sengaja Rin, mau buat kejutan untuk Bapak. Kan hari ini Bapak ulang tahun" ungkap Tiara.
"Duh gawat.. aku lupa Bu kalau hari ini Bapak Ulang Tahun. Kami juga gak menyiapkan apapun untuk Bapak" Rini memukul kepalanya karena bisa - bisanya dia lupa hari ulang tahun Bosnya.
"Gak apa - apa. Mas Bintang pasti maklum kok. Kamu kan banyak kerjanya jadi wajar kalau lupa. Ayo tolong bantuin saya untuk memasangkan lilin di kue ini" pinta Tiara.
"Baik Bu, tunggu sebentar saya cari mancis dulu ya Bu" jawab Rini.
Tiara mengeluarkan kue tart yang dia beli tadi dari dalam kotak dan meletakkan kue tersebut di meja Rini. Kemudian Tiara menyusun lilin diatasnya.
Rini datang dari arah dapur dengan membawa mancis di tangannya dan kemudian membantu Tiara untuk menghidupkan lilin diatas kue tart Bintang.
"Makasih ya Rin, kami masuk dulu ya.. mau buat surprise untuk Mas Bintang" ucap Tiara.
"Iya Bu, silahkan" balas Rini.
"Yuk sayang kita masuk" Tiara mengajak Tegar untuk masuk ke dalam ruangan Bintang.
Tiara mendorong pintu ruangan Bintang menggunakan ujung kakinya. Tegar juga mulai menyanyikan lagi ulang tahun.
"Happy birthday to you.... " ucap Tegar.
"Mas Bintaaaaaang"...
Praaaaang. .
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG