
"Bu, barusan saja Mas Bintang melamar aku" ucap Tiara.
"Bintang melamar kamu? kenapa bisa tiba - tiba seperti itu? Kamu kan sudah lebih dulu di lamar Roy?" tanya Siti terkejut.
"Kata Mas Bintang sebelumnya dia juga sudah izin sama Mas Roy untuk ngungkapin perasaannya padaku dan mereka sepakat memberikan aku kebebasan untuk memilih. Mas Bintang juga mengatakan kalau kali ini aku tidak perlu memikirkan perasaan Tegar. Aku hanya disuruh memikirkan perasaanku sendiri. Kalau seandainya aku menerima Mas Roy, Mas Bintang berjanji akan membantu aku meyakinkan Tegar untuk menerima Roy sebagai Papanya" Ungkap Tiara.
"Nak Bintang berkata seperti itu?" tanya Siti tak percaya
"Iya Bu dan aku lihat dia sangat serius. Setelah mengutarakan perasaannya Mas Bintang masuk ke kamar Tegar dan mengelus kepala Tegar sambil menangis. Dia bilang, dia akan sangat sedih kalau seandainya Mas Roy lah Papa Tegar nanti secara hukum. Aku harus bagaimana Bu?" tanya Tiara sambil menangis. Hatinya benar - benar galau saat ini dan dia tidak tau harus memilih yang mana.
"Sayaaang... kamu jangan terpengaruh dengan itu semua. Bintang benar, kali ini kamu tanya hati kamu. Siapa yang dipilih hati kamu?" tanya Siti.
"Sebenarnya hatiku memilih Mas Bintang Bu, tapi Mas Roy... aku tidak bisa menolaknya. Aku bingung Bu. Aku terlalu jahat pada Mas Roy kalau aku memilih Mas Bintang. Mas Roy sudah berbuat terlalu banyak pada aku dan Tegar" jawab Tiara.
"Sayang pernikahan karena balas budi tidak akan bahagia. Kamu akan tersiksa, apalagi nanti Bintang juga akan terus hadir diantara kalian. Dia pasti akan meminta waktunya bersama Tegar dan kalian akan sering bertemu. Kamu sanggup mengabaikan semua itu seumur hidup kamu?" tanya Siti.
"Aku bingung sekali Bu" ucap Tiara sambil menangis.
"Kamu adukan semua kepada Allah nak, minta petunjukNYA. Kamu shalat istikharah saja ya kalau kamu bimbang memilih siapa. Pasrahkan semua pada Allah. Kalau Allah memerikan petunjuk pada kamu untuk memilih salah satu dari mereka, jangan fikirkan salah satunya lagi. Serahkan pada Allah, Allah pasti akan memberikan jalan keluar untuk Kamu, Bintang, Tegar dan Roy" nasehat Siti.
Tiara masih terisak.
"Sekarang kamu tenang mulai lakukan shalat istikharah sampai kamu benar - benar yakin siapa yang akan kamu pilih. Masih banyak waktu kan? Bukannya Roy masih memberikan waktu dua minggu pada kamu untuk memikirkannya?" tanya Siti.
"Iya Bu" jawab Tiara.
"Ya sudah, fikirkan saja pelan - pelan. Tidak ada yang akan memaksa kamu untuk memilih salah satu diantara mereka. Kamu bebas memilih pilihan kamu" ucap Siti memberi semangat.
"Iya Bu, terimakasih ya Bu" ujar Tiara.
"Sudah dulu ya nak, Bapak kamu sebentar lagi bangun. Nanti dia mendengar pembicaraan kita" ucap Siti.
"Iya, Ibu hati - hati ya" balas Tiara
"Kamu juga. Assalamu'alaikum" Siti menutup teleponnya.
"Wa'alaikumsalam... " jawab Tiara.
Tiara membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Saat ini dia butuh mengistirahatkan fikirannya agar lebih tenang. Biarlah nanti malam dia mulai menjalankan shalat istikharah untuk mencari jawaban dari dua pilihan yang tersaji di hadapannya.
__ADS_1
Tiara menutup matanya dan tertidur.
*******
Malam harinya.
"Mas makan dulu sebelum pulang" Tiara memanggil Bintang ke kamar Tegar.
"Iya Ra" jawab Bintang.
Mereka keluar bersama. Tegar minta di gendong Papanya sebelum pulang.
"Mas jangan terlalu memanjakan Tegar seperti itu" cegah Tiara.
"Gak apa Ra, sayang kamu hanya boleh seperti ini sama Papa ya. Kalau sama Mama kamu jangan. Tubuh kamu itu gendut, Mama gak sanggup gendong kamu" Bintang menggelitik pinggang Tegar.
"Hahaha... Geli Pa... " teriak Tegar.
Bintang mendudukkan Tegar di kursi meja makan.
Tiara mengambilkan makanan Tegar.
"Iya Ma" jawab Tegar.
"Pa kenapa sih Papa gak pindah ke Bandung aja atau kami aja deh yang pindah ke Jakarta lagi biar bisa ketemu Papa setiap hari?" tanya Tegar.
Bintang menatap wajah Tiara, tapi Tiara hanya diam sambil melanjutkan makannya.
"Sabar ya sayang... dan kamu terus berdoa. Allah akan mengabulkan permintaan anak yang baik" jawab Bintang bijak.
Dia tidak bisa menolak ataupun mengiyakan permintaan Tegar yang sangat sulit itu. Dia sudah berjanji kepada Tiara dan Roy. Dia tidak akan menggunakan Tegar untuk membujuk hati Tiara agar mau menerima dan membalas perasaannya.
Tiga puluh menit kemudian mereka selesai makan. Supir Bintang juga sudah menunggu di mobilnya. Mereka akan kembali ke Bandung malam ini.
"Papa pulang dulu ya, mungkin minggu depan Papa tidak bisa datang karena ada urusan pekerjaan di luar kota" ucap Bintang memberi pengertian kepada anaknya.
Bintang sengaja melakukan itu, dia benar-benar ingin memberikan Tiara waktu untuk berfikir jernih dan dia tidak mau mengambil kesempatan lebih banyak dari Roy.
Mereka sudah sepakat untuk bersaing sehat mendapatkan hati Tiara
__ADS_1
"Jadi kapan Papa datang lagi?" tanya Tegar.
"Dua minggu lagi ya sayang" jawab Bintang.
"Tapi janji ya Pa, nanti kalau Papa datang harus bawa oleh - oleh untuk Tegar" pinta Tegar.
"Iya, Papa janji. Kamu mau minta apa?" tanya Bintang.
"Aku mau mainan, buku gambar dan buku cerita" jawab Tegar.
"Oke sayang, kamu baik budi ya selama Papa tidak datang dah jangan lupa jaga Mama kamu. Anak laki-laki itu harus menjadi pelindung Mamanya" ucap Bintang lembut.
Tiara hanya bisa diam menyaksikan drama anak dan Papanya yang akan berpisah dua minggu.
Apakah memang benar Mas Bintang ada kerjaan di luar kota? Sejak mengetahui bahwa Tegar adalah anaknya. Mas Bintang tidak pernah absen setiap weekend untuk mengunjungi Tegar.
Kalaupun dia ke luar kota biasanya dia akan menyusun jadwalnya di hari kerja. Dia tidak mau waktu libur dan waktu bertemu anaknya terganggu karena urusan pekerjaan.
Apa Mas Bintang sengaja memberikan aku waktu untuk berfikir tanpa gangguannya? Benarkah dia berbuat demikian? Tiara mengalami perang Batin.
Apakah Tegar dan dirinya bisa menjalani waktu dua minggu ini tanpa kehadiran Mas Bintang. Jujur ini akan menjadi waktu terlalu mereka tidak bertemu. Baik Tegar dan dia sudah terbiasa mendapat kunjungan akhir pekan. Dan secara perlahan mereka sudah terbiasa menantikan waktu itu tiba.
Bisakah mereka melalui waktu dua minggu ini tanpa kehadiran Bintang? tanya Tiara dalam hati.
"Ra aku pulang ya.. Dua minggu lagi aku datang. Aku tidak bisa datang minggu depan karena ada pekerjaan" ujar Bintang pamit.
"Iya Mas aku mengerti. Hati - hati di jalan ya" jawab Tiara.
"Kalian baik - baik disini ya selama aku tidak ada. Tapi kalau ada yang mendesak, apapun dan kapanpun itu jangan ragu untuk menghubungiku. Aku akan usahakan secepatnya datang" tegas Bintang.
"Iya Mas" balas Tiara.
"Dah Bintang, Papa pulang. Assalamu'alaikum....... "
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1