Tiara

Tiara
Cobaan jelang pernikahan Part. 2


__ADS_3

Keesokan harinya seperti hari kemarin Dewi datang ke kampus dengan diantar oleh supir Pak Wijaya. Setelah selesai ujian Dewi dan teman - temannya hendak makan di kantin kampusnya.


Saat sedang asik ngobrol dengan para sahabatnya sambil menunggu makanan datang tiba - tiba datang seorang pria menghampiri mereka.


Sontak kantin kampus riuh. Semua mahasiswi sibuk kasak kusuk memuji ketampanan pria yang masuk ke dalam kantin. Pria itu masih menggunakan stelan lengkap seorang pengusaha muda.


Dengan memakai jas lengkap, sepatu mengkilat, jam tangan merk terkenal dan kaca mata hitam. Melangkah dengan pasti dan menghampiri meja Dewi bersama teman - temannya.


"Maaf Nona bisakah kalian memberikan aku waktu untuk ngobrol berdua dengan gadis cantik ini. Kalian boleh pesan makanan apa saja di kantin ini dan aku yang akan membayarnya" ujar Morgan kepada teman - teman Dewi.


"Wi...?" tanya salah satu teman Dewi.


Dewi tidak mau terjadi keributan di kantin ini. Kalau Dewi menolak Morgan dia yakin besok Morgan akan datang lagi ke kampusnya untuk mencari dan mengganggu hidupnya.


"Tidak apa - apa teman - teman. Tolong tinggalkan aku sendiri. Kalian makan di meja yang lain saja ya" pinta Dewi.


"Oke Wi, hati - hati. Sebentar lagi kamu akan menikah lho" ucap sahabat Dewi yang sudah mengetahui kalau Dewi akan menikah satu bulan lagi.


"Iya, aku ingat kok" balas Dewi kepada para sahabatnya.


Teman - teman Dewi segera berpindah meja tak jauh dari meja Dewi dan Morgan. Morgan tersenyum menang karena dia berhasil menemukan gadis ini di kampusnya.


"Hai Nona.. sudah aku katakan kemarin kan. Kalau kita bertemu lagi lain waktu aku akan mengajak kamu makan bersamaku dan saat inilah waktunya. Kamu tidak akan bisa menolak lagi" ujar Morgan dengan tatapan mengintimidasi.


"Aku tidak pergi dari sini bukan karena aku takut dengan ancaman kamu tapi aku tidak mau ribut di sini. Ini adalah kampus tempat orang terpelajar menuntut ilmu. Kalau aku berbuat keributan di sini sama saja artinya aku tidak mempunyai ilmu" jawab Dewi dengan tegas.


Wanita yang pintar.. aku semakin tertarik padamu. Batin Morgan.


"Kamu mau pesan makanan apa?" tanya Morgan.


"Aku sudah pesan tadi" Jawab Dewi.


"Tumben makan di sini, bukankah kamu bilang kamu selalu di tunggu Bapak dan Ibu kamu untuk makan siang di rumah?" tanya Morgan.


"Siang ini aku ada satu mata kuliah lagi" jawab Dewi ketus.


Morgan memanggil pelayan di kantin kampus Dewi. Dia memesan makanan dan menyampaikan pada pelayan tersebut bahwa tagihan makan di mejanya dan meja para sahabat Dewi dia yang akan membayarnya.

__ADS_1


Pelayan tersebut segera mencatat pesanan Morgan dan pamit untuk mempersiapkan semua pesanan mereka.


Dewi sibuk dengan buku pelajaran yang ada di tangannya. Morgan meraih ponselnya dan mengambil potret Dewi yang sedang belajar di depannya.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang. Morgan dan Dewi mulai menikmati makan siang sederhana mereka di kantin kampus.


Dewi tidak banyak bicara dengan Morgan. Dia malah terkesan cuek dan sibuk belajar. Karena setelah ini dia harus ujian satu mata kuliah lagi.


"Kamu pulang jam berapa?" tanya Morgan.


"Harus aku jawab?" Dewi balik bertanya.


Morgan tersenyum lebut dan berusaha seramah mungkin.


"Ya sudah kalau begitu aku akan ikutin kamu dan menunggu sampai kamu selesai kuliah" ujar Morgan.


"Untuk apa?" tanya Dewi kesal.


Keberadaan Morgan semakin membuatnya tidak nyaman apalagi ini di area kampus.


"Ya untuk mengenal kamu lebih jauh lagi" jawab Morgan santai.


"Apa sih mau kamu?" tanya Dewi mulai marah.


"Kan tadi udah aku jawab. Aku ingin mengenal kamu lebih jauh lagi. Terserah kalau kamu mau menganggap aku apa untuk saat ini, teman boleh, pacar juga boleh" jawab Morgan dengan tenang.


"Gila kamu? Aku sebentar lagi akan menikah dengan Mas Bagas" ujar Dewi geram.


"Masih akan kan? belum terjadi. Bisa saja akhirnya berbeda. Siapa tau aku bisa merubahnya dan akhirnya kita yang akan menikah" ungkap Morgan penuh percaya diri.


"Pria aneh. Menjauh dari hidupku dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku" bentak Dewi.


Dewi segera meraih buku dan tasnya yang ada di atas meja. Para sahabat Dewi terkejut mendengar ucapan Dewi. Mereka menatap Dewi yang bersiap untuk pergi.


Dewi berjalan meninggalkan kantin kampus dan diikuti oleh para sahabatnya. Morgan tersenyum penuh percaya diri. Baginya ini bukan sebuah akhir. Malah ini masih langkah awal untuk mencapai tujuannya. Tidak ada kata terlambat, walau waktunya hanya tinggal sebentar lagi tapi Morgan masih sangat yakin dia akan menjadi pemenangnya.


Para sahabat Dewi mengejar Dewi yang sudah lebih dulu meninggalkan kantin.

__ADS_1


"Wi... tunggu" panggil mereka.


Dewi berhenti dan melirik ke arah teman - temannya.


"Siapa sih pria itu Wi, mengapa kamu tampak sangat tidak suka dengan pria itu?" tanya salah satu para sahabat Dewi.


"Dia itu teman kampus sekaligus musuhnya Mas Bagas. Aku tidak tau apa tujuannya yang jelas tapi beberapa hari dia selalu ada didekatku. Aku merasa dia seperti terus mengikutiku kemanapun aku pergi" jawab Dewi.


"Duh gawat itu Wi, bisa saja dia punya niat jahat" ujar teman Dewi.


"Aku tidak tau, tapi dia seperti berusaha menggangu aku dan merayuku padahal kan sebentar lagi aku akan menikah dengan Mas Bagas. Aku tidak mau sesuatu terjadi dalam hubungan aku dan Mas Bagas. Aku tidak ingin pernikahan ini gagal. Apa yang harus aku lakukan? Oh Tuhaaan" ungkap Dewi.


"Kata orang semakin dekat hari H pernikahan cobaannya akan semakin banyak dan berat Wi. Kamu hati - hati, lebih baik kamu cerita sama Mas Bagas. Jangan ada yang kamu rahasiakan. Kalau terjadi sesuatu aku takut kamu yang akan disalahkan dalam hal ini Wi" ucap teman Dewi mengingatkan.


"Terimakasih teman - teman kalian sudah mengingatkan aku. Dan kalianlah menjadi saksi kalau aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan pria itu. Tolong bantu aku" pinta Dewi pada teman - temannya.


"Iya Wi, kamu adalah sahabat kami. Kami pasti akan membantu kamu. Apalagi Mas Bagas sudah berpesan kepada kami untuk menjaga kamu" jawab mereka.


"Ya sudah yuk kita masuk ke kelas. Sebentar lagi ujian akan dimulai" ajak yang lainnya.


Dewi dan teman - temannya segera berjalan menuju kelas mereka untuk menjalani ujian semester ganjil di kampus mereka.


Sementara Morgan tiga - tiga mendapat ide gila untuk membuat Bagas terbakar api cemburu. Setelah selesai menyantap makan siangnya di kantin kampus Dewi. Morgan segera meraih ponselnya.


Dia mencari nama Bagas dan mengirimkan pesan kepada Bagas. Morgan mengirimkan foto Dewi yang sedang belajar tadi di depan Morgan saat mereka masih di depan meja yang sama.


Dengan berisikan kata - kata yang pasti akan membuat Bagas murka.


Morgan


Cantiknya calon istriku 😍


Morgan menambahkan emoticon love dan menambahkan foto Dewi.


Pesan terkirim...


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2