
"Sayang.. besok mau gak aku ajak belanja lagi" ajak Bagas ketika Dewi sudah naik ke atas tempat tidur dan berbaring di sampingnya.
"Belanja apa lagi Mas?" tanya Dewi bingung.
"Belanja perlengkapan kamu untuk tinggal di sini bersamaku" jawab Bagas.
"Perlengkapan apa, kasih tau donk apa contohnya?" Dewi penasaran.
"Besok kamu akan tau sendiri kok" jawab Bagas.
Malam ini adalah malam terakhir kamu memakai baju tidur seperti itu sayang. Mulai besok aku tidak akan mengizinkan kamu memakai pakaian seperti itu lagi. Batin Bagas.
"Ya sudah terserah Mas aja deh" jawab Dewi pasrah.
"Besok kamu mau ke rumah Mama atau ke rumah Bintang bertemu Tiara?" tanya Bagas.
"Aku di sini dulu deh Mas, masih capek. Mending aku santai di sini sambil nonton drakor. Udah pusing dua minggu ujian. Aku ingin santai dan rileks" jawab Dewi.
Bagas memeluk tubuh istrinya yang imut itu.
"Ya sudah kalau begitu kamu hati - hati ya sendirian di apartemen. Jangan keluar kemana - mana. Kita gak tau apakah diluar sana Morgan masih tetap mengikuti kita" pesan Bagas.
"Iya Mas. Aku di rumah aja, beresin apartemen kamu dan masak. Pokoknya aku mau belajar menjadi istri solehah, menjadi ibu rumah tangga yang baik dan benar. Setelah itu baru aku santai nonton drakor" ungkap Dewi.
"Uuh kerennya istri aku. Jadi males kerja deh besok, pengen temeni kamu aja di apartemen berdua gak ada yang ganggu" sambut Bagas.
"Eh enak aja. Kamu udah libur satu minggu lho Mas. Jangan kelamaan libur kata guruku dulu waktu SMU kalau kebanyakan libur nanti bodoh" oceh Dewi.
Bagas tersenyum mendengar omelan istri ABGnya itu.
"Iya deh, besok aku akan kerja. Karena tiga minggu lagi kan aku mau cuti lagi satu minggu" ucap Bagas.
"Curi satu minggu? Emangnya Mas mau ke mana?" tanya Dewi bingung.
"Kamu lupa ya rencana kita semula sebelum menikah. Kita kan mau honeymoon ke Bali? Kan kamu pengen banget ke sana?" Bagas mencubit hidung istrinya karena gemas.
"Eh iya ya Mas aku lupa" Jawab Dewi sambil tertawa.
"Nah sebelum honeymoon aku ajak kamu pacaran dulu yang benar biar nanti pas honeymoon kamu udah pinter praktek nya" mulai deh ide nakal Bagas beraksi.
"Pacaran lagi?" tanya Dewi.
"Iya donk" jawab Bagas gemas dengan kepolosan istrinya.
"Setiap hari?" tanya Dewi lagi
"Iya setiap hari kalau bisa setiap detik bersama kamu" balas Bagas.
"Mas gak bosan?" tanya Dewi.
"Ya nggak donk, kamu kan istri Mas masak secepat itu Mas sudah bosan sama kamu" jawab Bagas.
__ADS_1
"Emngnya kamu bosan?" Bagas balik bertanya.
"Enggak sih" jawab Dewi
"Trus?"
"Trus apanya Mas?" tanya Dewi bingung.
"Jadi gak pacarannya sekarang?" tantang Bagas.
"Ya ayok atuuuh siapa takut" balas Dewi.
Bagas langsung menangkap dan menahan wajah Dewi dengan kedua tangannya. Dia mulai menyerang Dewi dengan semangat sampai Dewi hampir kehabisan nafas.
*****
Esok paginya seperti biasa setelah dua hari mereka menikah. Dewi selalu membangunkan Bagas untuk shalat subuh.
Dewi terbangun dengan perasaan yang berbeda sebelum dia menikah. Seluruh tubuhnya kedinginan karena ulah Bagas yang telah membuka seluruh piyama nya dan hanya menyisakan pakaian dalam Dewi itupun hanya tinggal bagian bawah.
Dewi menjadi malu dibuatnya ketika mengingat apa yang telah Bagas ajarkan padanya selama dua malam ini. Dewi melihat jam di kamar mereka. Sudah hampir habis waktu subuh.
"Maaas bangun... " panggil Dewi.
Bagas tidak bergeming dan bergerak. Dia masih nyenyak tidur.
"Maaaaas... bangun donk" panggil Dewi lagi.
Dewi mendekatkan wajahnya ke wajah Bagas, kemudian memejamkan matanya dan mengecup bibir Bagas dengan cepat dan singkat.
Bagas belum bereaksi. Dewi melakukannya lagi. Dia kembali mengecup bibir Bagas lembut tapi kali ini lebih lama. Dua kali... dan tiga kali Dewi malah ketagihan sendiri. Dia mengecup bibir Bagas lebih lama dan alangkah terkejutnya Dewi ketika dia merasakan balasan.
Bagas yang sedang bermimpi berpacaran dengan Dewi dalam mimpinya merasakan semakin lama ciuman itu nyata. Dan saat dia terasadar dan membuka mata alangkah terkejutnya dia wajah Dewi sudah berada tepat di depan matanya.
Bagas langsung membalas kecupan bibir Dewi. Tangan Bagas dengan cepatnya kembali menyusuri lekuk tubuh Dewi yang polos tanpa busana.
Aksi Bagas itu terhenti ketika Dewi menggigir bibir Bagas. Bagas segera melepaskan bibirnya dari bibir Dewi.
"Aaaw.. sakit sayang. Jangan digigit donk. Ini salah satu assetku yang sexy. Banyak cewek yang terpesona melihat bibirku" ucap Bagas sambil memegang bibirnya.
"Tau gitu aku gigit tadi sampai berdarah" sambut Dewi kesal.
"Jangan donk sayang kan sakit" protes Bagas.
"Biar cewek - cewek lain gak bisa lagi melihat bibir sexy Mas" jawab Dewi kesal.
"Uuuuh istri aku cemburu rupanya" goda Bagas.
Dewi mencibir kesal karena ucapan Bagas tadi.
"Bagun Mas waktu subuh udah hampir habis" perintah Dewi.
__ADS_1
Bagas melirik jam di kamarnya, benar kata Dewi. Bagas terlonjak kaget dan langsung bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berwudhu.
Saat Bagas keluar dari kamar mandi, Dewi sudah berpakaian lengkap dan sedang menyiapkan perlengkapan shalat Bagas.
Bagas segera melaksanakan shalat subuh sedangkan Dewi berjalan ke arah dapur untuk memasak air dan membuatkan minuman untuk suaminya.
Dewi juga memasak nasi dan membuat sarapan untuk mereka pagi ini. Saat Dewi sedang asik memasak di dapur tiba - tiba tangan Bagas memeluknya dari belakang.
"Kamu masak apa sayang?" tanya Bagas.
"Aku mau masak nasi goreng. Mas Bagas suka?" tanya Dewi.
"Suka, aku akan suka apapun yang kamu masak sayang. Semuanya pasti akan aku makan termasuk kamunya yang duluan aku makan" goda Bagas.
"Maaaas udahan ah.. aku jadi sulit nih masaknya. Mas duduk aja dengan tenang di kursi dan lihatin aku lagi memasak ya" perintah Dewi.
Bagas bernafas tepat di leher Dewi membuat tubuh Dewi merinding.
"Baiklah sayang.. aku akan menunggu kamu memasak" sambut Bagas.
"Mas mau minum apa? Mau minum teh atau kopi?" Dewi menawarkan.
"Kopi aja yank. Biasanya setiap pagi aku selalu dibuatkan kopi sama sekretaris aku" jawab Bagas.
"Mmm.. kopi ya. Mulai hari ini aku akan buatkan kopi untuk Mas setiap hari. Jadi Mas jangan minta kopi lagi sama sekretaris Mas yang sexy itu" larang Dewi.
Bagas tersenyum melihat istrinya yang sedang cemburu.
Ternyata kamu cemburuan ya sayang, setelah menikah baru kamu perlihatkan. Kamu semakin manis. Ucap Bagas dalam hati.
"Sekretaris aku cowok sayang.. Jadi kamu jangan cemburu lagi ya" jawab Bagas.
"Siapa yang cemburu, aku hanya menebak. Dan karena background Mas yang seorang playboy makanya aku mengambil kesimpulan kalau sekretaris kamu pasti sexy" ujar Dewi.
"Hey.. aku buka tipe bos yang berkencan dengan sekretaris ku. Oleh sebab itu aku selalu mencari sekretaris seorang laki-laki" Bagas membela diri.
"Ya sudah sekarang nasi gorengnya sudah siap dan nih kopi spesial untuk Mas, silahkan dinikmati" ujar Dewi.
Bagas langsung meminum kopi yang dibuat Dewi.
"Sruuup... mmmm enak sekali yank. Rasanya pas, ternyata kamu pintar ya membuat kopi" puji Bagas.
"Iya donk, aku sudah belajar dari Ibu. Setiap hari Ibu juga membuatkan Bapak kopi di rumah" jawab Dewi.
Bagas mulai menikmati hidangan sarapan pagi yang baru saja Dewi masak. Bagas benar - benar senang karena masakan Dewi memang enak. Dia tidak salah memilih istri. Walau masih ABG tapi kemampuan memasak Dewi sudah seimbang dengan wanita dewasa.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1