Tiara

Tiara
Kebenarannya


__ADS_3

Bintang dan Tiara keluar dari rumah setelah selesai Shalat Maghrib. Bintang akan mengajaknya untuk quality time berdua dan berencana untuk menginap di hotel satu malam.


Zia dan Tegar malam ini dititipkan bersama kedua orang tua Bintang dan Tiara.


"Ma, Bu titip Zia malam ini ya" ujar Tiara.


"Iya santai aja. Kalian nikmati aja malam ini berdua. Benar - benar quality time berdua saja tanpa gangguan orang lain" sambut Sekar.


"Iya Ma" jawab Tiara.


Mereka saling berpelukan. Tiara mencium kedua anaknya sebelum masuk ke dalam mobil. Bintang menyalakan mobilnya dan kemudian mobil bergerak keluar dari area rumah Bintang.


"Maaas...ngapain sih buat acara beginian? Kasian Zia baru dua bulan udah ditinggal" ujar Tiara.


"Ya gak apa - apa yank sekali - sekali" jawab Bintang.


Bintang melajukan mobilnya menuju hotel yang sudah dia pesan sebelumnya. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di Hotel dan langsung disambut oleh pelayan di Hotel.


Mereka masuk ke Restoran yang sudah dihias dengan sangat romantis. Ternyata Bintang mengajaknya makan malam romantis.


Tiara sangat senang sekali dan akhirnya dia bisa melupakan sejenak anak - anaknya.


"Ayo kita makan sayang" ajak Bintang.


Tiara mengangkat piring Bintang dan ingin mengambilkan makanan untuk Bintang tapi Bintang menahannya.


"Jangan sayang, malam ini biar aku yang melayani kamu" ujar Bintang.


"Maaas" Tiara berniat ingin menolak.


"Memanjakan istri kan gak ada salahnya sayang. Kamu adalah salah satu orang yang terpenting dalam hidupku setelah kedua orang tuaku. Aku sangat bersyukur Allah mengirim kamu dalam hidupku" ungkap Bintang.


Tiara tersenyum mendengar ucapan Bintang dan membiarkan Bintang melayaninya malam ini.


Bintang mengisi piring Tiara dengan makanan yang dia pesan khusus malam ini berupa makanan - makanan favorit Tiara.


Bintang tersenyum menatap istrinya.


"Silahkan makan istriku.. " ujar Bintang.

__ADS_1


"Terimakasih suamiku" balas Tiara sambil tersenyum manis.


Mereka mulai menikmati hidangan sambil saling tatap. Entah mengapa malam ini Tiara merasa sikap Bintang sangat berbeda. Dia penuh perhatian dan kasih sayang.


Bintang melayaninya dan sangat memanjakannya malam ini. Tiara merasa Bintang memang benar - benar sangat mencintainya dan dia bersyukur akan hal itu.


Makan malam berakhir dan mereka melanjutkan untuk menikmati malam ini dengan menginap di hotel hanya berdua layaknya seperti pengantin baru.


Bintang dan Tiara kini sudah berada di kamar mereka. Saat ini mereka sedang berbaring diatas tempat tidur saling berpelukan.


"Yank... " panggil Bintang.


"Ya.. " jawab Tiara.


"Aku ingin bertanya pada kamu" ujar Bintang.


"Mas mau bertanya apa?" tanya Tiara.


Bintang menatap langit - langit kamar hotel tempat mereka menginap malam ini


"Jika seandainya aku mandul dan tidak bisa memberi kamu keturunan lagi, apakah kamu akan meninggalkanku?" tanya Bintang.


"Maaas mengapa kamu bertanya seperti itu?" Tiara balik bertanya.


"Entah mengapa aku ingin sekali menanyakan hal ini pada kamu" jawab Bintang.


"Tapi itu pertanyaan aneh" ujar Tiara.


"Aneh bagaimana? Hal itu bisa saja terjadi saat ini dan seandainya hal itu memang benar - benar terjadi, apakah kamu akan meninggalkanku?" tanya Bintang.


Bintang menatap wajah Tiara dengan sangat dalam. Membuat Tiara merasa bahwa apa yang sedang dibicarakan Bintang saat ini memang sangat serius.


"Maas, apa sesuatu terjadi pada kamu?" tanya Tiara khawatir.


"Yank tolong jawab pertanyaanku?" tanya Bintang sekali lagi.


Tiara menatap mata Bintang dengan sangat dalam seolah mencari jawaban melalui mata Bintang. Kemudian Tiara menarik nafasnya panjang.


"Aku tidak akan meninggalkan kamu. Kita sudah memiliki dua anak dan mereka sudah sempurna. Apalagi yang aku harapkan?" tanya Tiara.

__ADS_1


"Tapi kamu masih muda yank?" bantah Bintang.


"Ya Mas benar, lantas mengapa kalau aku masih muda?" tanya Tiara balik.


"Kamu masih sehat dan butuuuuh.. "ujar Bintang.


Tiara meletakkan jari telunjuknya tepat di depan bibir Bintang.


"Dalam rumah tangga hal itu memang penting tapi kalau aku tanya lagi dalam hatiku apa artinya cinta? Apakah cinta dan rumah tangga semata hanya membicarakan tentang kepuasan di atas ranjang?" potong Tiara.


"Ya buktinya saat ini banyak sekali rumah tangga yang berakhir karena itu. Banyak sekali pasangan yang memilih untuk selingkuh?" tanya Bintang.


"Itu karena mereka tergoda bujuk rayu setan Mas" jawab Tiara.


"Tapi kita tidak bisa memaksa pasangan kita untuk menahan hasratnya hanya karena ingin dia tetap bertahan di sisi kita?" ujar Bintang.


"Benar kata Mas, dalam rumah tangga cerita di atas ranjang itu adalah hal yang penting. Tapi bukan itu yang terpenting. Dalam rumah tangga yang terpenting adalah hati. Kecocokan hati diantara pasangan yang membuat ikatan dalam rumah tangga itu semakin erat. Bagaimana kita saling menjaga hati dan perasaan kita masing-masing untuk pasangan kita. Rumah tangga bukan hanya membicarakan se* semata. Tapi lebih tepatnya patner hidup. Kita masih bisa saling bergandengan tangan, sama - sama membesarkan dan mengasuh anak kita sampai kita tua" jawab Tiara.


Tiara menatap ke langit - langit kamar.


"Coba Mas bayangkan bagaimana sepasang suami-istri yang sudah tua tetap awet menjalani rumah tangga mereka? Apakah karena se* ? Sementara mereka sudah sama - sama tidak sanggup lagi untuk melakukan semua itu tapi mereka bisa bertahan dengan cara saling menyayangi, saling menjaga, bersahabat, saling berbagi cerita, cinta dan perasaan" ungkap Tiara.


"Menurut aku dalam rumah tangga itu yang terpenting adalah saling terbuka, saling menjaga, saling memahami dan mengerti. Masih banyak hal - hal lain yang bisa kita lakukan sampai kita tua. Kita masih bisa mengurus anak - anak, membesarkan mereka, mengantar mereka sampai bangku pendidikan tertinggi, melihat mereka tumbuh besar hingga dewasa, menyaksikan mereka menemukan pendamping hidupnya, menikah dan memiliki anak. Masih banyak Mas yang bisa kita lakukan" sambung Tiara.


Bintang membelai lembut pipi Tiara tanpa terasa air matanya mengalir. Rasanya sangat berat untuk mengungkapkan ini semua tapi dia harus mengatakannya kepada Tiara malam ini.


Walaupun mungkin Tiara akan merasakan sakit tapi itu lebih baik dari pada semakin sakit karena di bohongi dan lebih parahnya lagi jika Tiara mengetahuinya dari orang lain.


"Yank... Mari kita lakukan itu bersama - sama. Aku ingin hidup bersama kamu sampai tua, sampai kelak kita akan melihat Tegar dan Zia memiliki keluarga mereka masing-masing. Aku sangat mencintai kamu sayang... Aku tidak ingin meninggalkan kamu apapun kekurangan kamu. Mari kita lalui semua ini dengan senyuman dan saling berpegangan tangan. Maafkan aku.. maafkan aku yang tidak bisa memilih pada saat itu. Dipikiranku saat itu, aku hanya mendengar kata - kata yang penting kamu selamat. Kamu tetap ada di sampingku dan kita membesarkan anak - anak bersama - sama. Kami sangat membutuhkan kamu, kami tidak bisa kehilangan kamu. Hingga.. hingga.. saat dokter bertanya padaku dan meminta izinku untuk mengangkat rahim kamu.. aku langsung menyetujuinya. Maafkan aku yang tidak mempunyai pilihan lain saat itu juga... " ungkap Bintang sambil terisak memeluk Tiara


Sontak tubuh Tiara menegang mendengar kata - kata yang telah diucapkan Bintang pada saat itu.


"A.. apa? Dok.. dokter me.. ngang.. kat.. ra... him.. ku?"....


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2