
Tiara dan Bintang sampai di Rumah Tiara sekitar pukul dua siang. Siti dan dua anaknya sudah bersiap - siap untuk kembali ke Jakarta.
"Terimakasih ya Bu udah jagain Tegar selama seharian" ucap Tiara.
"Gak apa - apa Ra, Tegar kan cucu Ibu sudah sewajarnya di saat seperti ini dia bersama Ibu" jawab Siti.
"Supir sudah menunggu di depan Bu. Hati - hati di jalan ya Bu. Terimakasih Ibu dan adik - adik sudah mau datang ke pernikahan kami" sambut Bintang.
"Sama - sama nak Bintang Ibu juga titip Tiara dan Tegar ya. Tolong bahagiakan mereka. Sudah cukup lima tahun mereka hidup berdua. Bangunlah keluarga yang bahagia dan jangan lupa tetap berada di jalan Allah, InsyaAllah hidup rumah tangga kalian akan selamat" ujar Siti.
"Iya Bu. Jangan lupa juga tawaran kami kemarin Bu. Kami masih menantikan jawaban Ibu dan sangat berharap Ibu mau menerimanya" balas Bintang.
Siti tersenyum memandangan menantunya itu.
"Akan Ini fikirkan dengan serius dan hati - hati. Itu bukanlah keputusan yang mudah untuk Ibu ambil" jawab Siti.
"Aku tau Bu, tapi aku berharap Ibu setuju" sambung Bintang lagi.
"Mas, Mbak, Tegar kami pulang ya" Dewi dan Ali mencium tangan Bintang dan Tiara dan tak lupa mereka juga memeluk Tegar untuk salam perpisahan.
Siti dan anak - anaknya berangkat ke Jakarta dengan diantar supir Bintang sampai ke dekat kampung tempat tinggal Siti. Hal ini untuk mencegah Tarjo mengetahui kemana sebenarnya Siti dan anak - anaknya pergi selama beberapa hari ini.
Kini rumah Tiara sudah sepi, hanya ada mereka bertiga di dalam rumah itu. Perasaan Bintang kini lebih lega karena tidak takut dengan bisik - bisik dan prasangka buruk tetangga kepada mereka.
"Papa sampai kapan di sini?" tanya Tegar saat mereka menonton TV film kartun kesayangan Tegar.
"Papa seminggu di sini sayang. Minggu depan Papa baru balik ke Jakarta" jawab Bintang.
"Benarkah? Papa serius?" tanya Tegar.
"Iya sayang. Papa ngambil cuti di kantor. Lagian kantornya punya Papa kok, jadi Papa bisa libur kapan saja" balas Bintang.
Tiara datang dari arah dapur membawakan segelas teh untuk Bintang dan segelas susu untuk Tegar.
"Nih Mas minumnya. Sayang minum susu dulu dan setelah itu kamu tidur siang ya. Besok kan kamu harus sekolah" ucap Tiara.
"Okey Mama. Besok pagi aku diantar Papa ya kesekolah" pinta Tegar.
"Iya sayang.. Papa akan antar kamu setiap Papa di Bandung" jawab Bintang.
__ADS_1
"Horeeee.... aku sayang Papa" teriak Tegar senang
"Berarti udah gak sayang Mama lagi donk" goda Tiara.
"Sayang Mama jugaaaaa" sambut Tegar.
Mereka bertiga tertawa bersama.
Setelah selesai meminum susunya Bintang menemani Tegar ke kamarnya untuk tidur siang. Setelah Tegar tertidur baru Bintang masuk ke kamar Tiara yang kini sudah menjadi kamar mereka.
"Mas seminggu ambil cutinya?" tanya Tiara.
Bintang memeluk istrinya mesra dari belakang.
"Iya, kenapa kamu keberatan karena terlalu cepat. Bisa kok Mas tambahin liburnya" jawab Bintang.
"iih bukan gitu, kemarin kan Mas udah kebanyakan libur gara - gara ngurus pernikahan kita. Aku gak mau urusan kantor kamu jadi terkendala" sambung Tiara.
"Gak ada yang lebih penting dalam hidupku kecuali kalian berdua sayang. Kamu dan Tegar, lagian kan aku mau makan duren setiap malam biar Tegar cepat - cepat dapat adik" ucap Bintang.
"Serius mau cepat?" tanya Tiara.
Tiara bergerak mengelak karena merasa geli.
"Tunda beberapa bulan dulu ya Mas kan kita masih sibuk mau urus pindah ke Jakarta. Urus sekolah Tegar lagi sebentar lagi dia kan mau masuk SD" pinta Tiara.
"Aku setuju saja apa yang Tuan Putri pinta yang penting tiap malam dikasih jatah makan duren" bisik Bintang.
"Ih ketagihan" balas Tiara.
"Habis kamu ngangenin sih. Maunya minta terus" Bintang meraba tubuh istrinya.
"Nanti malam aja Mas, sebentar lagi adzan ashar" tolak Tiara halus.
"Iya deh tapi tamboh ciek ya Ra" goda Bintang.
"Maaaaas.. " cibutan Tiara mendarat di perut Bintang.
"Request donk Ra, kalau nyubit tu agak kebawah dikit. Tiap hari di cubitpun aku rela dengan senang hati" goda Bintang nakal.
__ADS_1
"iiiih makin mesuuuum" Tiara menggelitiki pinggang Bintang sampai Bintang meminta ampun karena geli.
Bintang terbaring lemas karena kegelian di gelitikin Tiara.
"Haah.. haaah... ternyata istriku boleh juga ya tenaganya. Jadi semangat makan duren nanti malam. Pakai tenaga yang seperti itu lagi ya yank.. buat aku jadi lemas" bisik Bintang kepada Tiara.
"Maaas Bintang udah ah dari tadi godain aku terus mana pakai obrolan mesum lagi" protes Tiara.
"Mesum tapi kamu suka kan yaaaaank" balas Bintang. Bintang memeluk kembali tubuh istrinya dan enggan untuk melepaskannya.
Malam harinya karena mereka masih dalam suasana pengantin baru jadi Bintang tidak memperbolehkan Tiara capek - capek untuk menyiapkan masakan makan malam mereka.
Bintang mengajak Tiara dan Tegar makan malam di luar sambil berjalan - jalan keliling kota Bandung.
Mereka makan di salah saru Restoran terbesar di Bandung. Karena hari ini masih hari libur pengunjungnya sangat ramai.
"Ngapain sih Mas kita ke sini, mending ke Cafe saja Mas. Makanannya juga gak kalah kan sama Restoran ternama" ucap Tiara.
"Kamu gak bosan lihat Cafe setiap hari? Sesekali kan gak masalah Yank ganti suasana. Lihat tuh anak kita semangat main di sana" jawab Bintang sambil menunjuk ke arah Tegar yang sedang bermain di arena bermain untuk anak - anak.
"Ya kan sayang Mas uangnya" balas Tiara.
"Aku lebih sayang sama istri dan anakku. Aku ingin membahagiakan kalian. Kalian bahagia aku juga bahagia. Jadi jangan larang aku lagi ya berbuat sesuatu untuk kalian. Jangan protes dan jangan mengeluh, nikmati saja semuanya. Okey sayang" Bintang menggenggam tangan Tiara mesra.
"Iya Mas" jawab Tiara.
Satu yang Tiara pelajari tentang sifat suaminya ini tidak mau di protes kalau dia sudah punya keinginan. Keras kepala tapi sekaligus penyayang. Mungkin kerasnya sikapnya turunan dari Papanya makanya saat usia masih di bilang muda Bintang berani hidup sendiri, mandiri dan keluar dari rumah dan fasilitas yang diberikan oleh orang tuanya.
Tiba - tiba Hp Tiara bergetar tanda pesan masuk. Tiara meraih ponselnya yang ada di dalam tas sandangnya kemudian membuka pesan yang ternyata dari Ibunya.
Ibu
Kak Tiara gawat... Ibu di pukul Bapak karena perginya kelamaan. Kasihan Ibu Kaaaak 😭😭
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1