Tiara

Tiara
Balik ke Jakarta


__ADS_3

Setelah selesai makan siang semua kembali ke Jakarta. Pak Bambang kembali ke Jakarta bersama istrinya. Begitu juga dengan Papa dan Mama Bagas. Bintang bersama keluarga kecilnya, Roy sendirian sedangkan Bagas balik ke Jakarta kali ini tidak sendiri. Sekarang dia sudah balik berdua ke Jakarta.


Seluruh koper Dewi semua sudah masuk ke dalam bagasi mobil Bagas. Mereka berpamitan dengan Pak Wijaya, Bu Siti dan Ali.


"Bu aku pergi ya" ucap Dewi sedih sambil memeluk Ibunya.


"Kamu baik - baik ya hidup bersama suami kamu. Jadi istri solehah, jangan melawan sama suami, urus suami dan rumah tangga kamu dengan baik ya" pesan Bu Siti.


"Iya Bu" sambut Dewi.


Dewi beralih ke Pak Wijaya dan berpamitan.


"Pak Dewi pergi ya, makasih atas semuanya dan Dewi titip Ibu" ucap Dewi.


"Iya, kamu juga baik - baik di sana ya. Belajar mandiri dan belajar dewasa. Kamu bukan anak remaja lagi tapi kamu sudah menjadi seorang istri. Harus pinter membawa diri, dan ingat siapa suami kamu, apa pekerjaannya agar kamu bisa menjaga diri kamu dan tidak membuat malu suami kamu" pesan Pak Wijaya.


"Iya Pak" jawab Dewi.


Bagas juga berpamitan dengan Bi Siti dan Pak Wijaya.


"Pak, Bu aku pergi ya. Aku bawa istriku bersamaku. Terimakasih atas semuanya" ujar Bagas.


"Iya Gas, tolong bimbing Dewi menjadi istri yang baik ya, tolong jangan sakiti hatinya" pinta Bu Siti.


"Tidak akan Bu, aku tidak akan pernah menyakitinya. Karena kebahagiaan Dewi juga kebahagiaanku" jawab Bagas.


"Titip Dewi ya Gas, tolong kamu jaga dia baik - baik. Usia kalian yang terpaut jauh, Bapak harap kamu lebih bersabar dalam menghadapi Dewi. Terus bimbing dia menjadi istri solehah" pesan Pak Wijaya.


"Iya Pak, jangan lupa kami tunggu kedatangan kalian dua minggu lagi di Jakarta" sambut Bagas.


"InsyaAllah kami akan datang" Pak Wijaya memeluk erat tubuh Bagas.


Bagas menghampiri Ali.


"Al makasih ya kamu udah bantuin Mas jagain Kakak kamu. Mas pergi ya, kalau libur sekolah jangan lupa main ke Jakarta. Mas tunggu, nanti kita bisa mabar, oke? " ujar Bagas pada Ali.


"Oke Mas, titip Kakakku ya Mas, tolong jagain dan bahagiakan dia" sambut Ali.


"Pasti Al" jawab Bagas.


Tiara dan Bintang juga pamitan dengan Bapak dan Ibunya.


"Bapak dan Ibu datangnya cepetan ya, biar kita bisa kumpul bareng lagi di Jakarta" pinta Tiara.

__ADS_1


"InsyaAllah, seminggu sebelum acara Bagas dan Dewi kami sudah sampai Jakarta" sambut Pak Wijaya.


"Kamu hati - hati ya Nduk.. jaga anak - anak kamu baik - baik. Sekarang Dewi sudah di Jakarta juga. Sering - sering jenguk adik kamu ya. Dia butuh bimbingan menjadi seorang istri yang baik, kamu ajarin dia ya" pesan Siti.


"Iya Buk nanti aku akan sering ajak Dewi ke rumah atau aku yang main ke apartemennya" sambut Tiara.


"Menurut Papa sebelum acara resepsi pernikahan kalian lebih baik kalau Bagas kerja Dewi di titip aja di rumah Tiara. Lagian kasian juga kan Dewi sendirian terus di apartemen" Sambut Pak Raksajaya.


"Iya benar itu" timpa Pak Bambang.


"Atau main ke rumah aja Gas, biar Papa dan Mama gak kesepian" sambut Mamanya Bagas.


"Iya Ma, Pa, Om. Nanti pasti akan bergilir. Kalau gak ke rumah Papa dan Mama, pasti ke rumah Tiara dan Bintang deh" jawab Bagas.


"Syukurlah, kami jadi lebih lega" ucap Bu Siti.


"Yuk kita mulai berangkat, nanti sampai Jakarta malam lagi" ajak Pak Bambang.


Mereka masuk ke dalam mobil masing - masing kemudian melambaikan tangan kepada Pak Wijaya, Bu Siti dan Ali untuk berpamitan.


Satu persatu mobil mereka berjalan keluar dari area rumah Pak Wijaya. Berjalan beriringan masuk ke area tol Bandung - Jakarta sampai akhirnya mereka berpisah di gerbang tol Jakarta.


Mereka saling melambaikan tangan dan berpisah menuju arah rumah masing-masing. Mobil Bagas melaju menuju apartemennya.


"Nggak, kalaupun ada pasti udah gak segar. Kan udah aku tinggal hampir satu minggu" jawab Bagas.


"Kalau begitu singgah ke supermarket ya beli bahan makanan" ujar Dewi.


"Baiklah Nyonya Bagas Raksajaya" sambut Bagas.


Jawaban Bagas barusan dengan cepatnya bisa membuat wajah Dewi merah karena malu.


"Istri Mas makin cantik dek kalau lagi malu - malu meong gitu" goda Bagas.


"Malu - malu meong gimana sih Mas?" tanya Dewi bingung.


"Malu - malu mau lho sayang. Siapa coba tadi malam yang malu - malu mau di sun, giliran udah kena sun malah mendesah" goda Bagas lagi.


"Maaaaaaas" Dewi langsung mencubit lengan Bagas.


"Aaaww.. sakit lho yank" teriak Bagas.


"Habis Mas ngeseli. Kalau gitu aku demo aja deh gak mau di sun lagi" protes Dewi.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gak mau di sun, di kiss aja" balas Bagas.


"Yeee.. sama aja itu Mas" sambut Dewi.


Tak lama kemudian Bagas menepikan mobilnya dan masuk ke area parkir supermarket menuju arah rumahnya. Mereka turun dari mobil dan berjalan bergandengan tangan masuk ke dalam.


"Tuh kan lebih enak kan udah nikah, bisa ngapain aja. Kamu bisa nempel terus gini sama Mas" ujar Bagas.


"Ya kan namanya udah halal Mas" jawab Dewi.


"Sadar tuh udah halal. Dulu siapa ya yang gak mau cepat - cepat di halalin" sindir Bagas.


"Maaaaas" teriak Dewi.


"Oke.. Oke.. sayang.. jangan di cubit ya. Sakit cubitan kamu" protes Bagas.


"Makanya jangan godain aku terus" sambut Dewi.


Bagas menarik tangan Dewi dan menggenggamnya erat, kemudian dia mengambil troly untuk tempat barang - barang belanjaan mereka.


"Aku boleh pilih semua bahan makan yang aku suka mau gak?" tanya Dewi.


"Boleh, apapun sayang.. kamu boleh mengambilnya. Mas akan siap untuk membayarnya" jawab Bagas.


Dewi tersenyum dan semangat memilih bahan makanan dan keperluan mereka di apartemen. Bagas tersenyum melihat wajah bahagia istrinya.


Kamu gadis yang lucu yank, wanita lain kalau di ajak belanja tas dan perhiasan baru deh wajahnya berseri - seri seperti wajah kamu. Tapi kamu terbalik, cukup aku bawa ke supermarket beli bahan masakan dan yang lainnya udah membuat kamu sebahagia ini. Sederhana banget ya dan mudah banget buat kamu tersenyum. Puji Bagas dalam hati.


Dewi dengan semangat memilih dan memasukkan barang - barang belanjaan yang dibutuhkan untuk di rumah, bahan - bahan dapur dan keperluan sehari - hari. Dia merasa benar - benar sudah seperti seorang istri. Padahal baru dua hari menikah tapi ternyata sebahagia ini. Batin Dewi.


Tanpa sengaja troli Bagas dan Dewi menabrak seseorang di depan mereka.


"Maaf.. maaf.. gak sengaja" ucap Dewi sambil menunduk memberi hormat.


Orang yang ada di depan mereka berbalik badan dan sangat terkejut ketika melihat siapa yang dia lihat.


"Bagaaas.... " panggil seorang wanita yang sedang hamil di depan Bagas dan Dewi.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2