
Seminggu berlalu setelah perjalanan Tiara dan keluarga kecilnya ke Bandung. Kini Tiara sudah mulai sering menjemput Tegar ke sekolah. Tentunya tetap dengan bantuan supir.
Hari ini Tiara sudah berjanji dengan Bu Bambang dan Pak Bambang untuk datang ke rumah mereka.
Tentu saja dengan seizin Bintang dan Pak Bambang belum mengetahui kalau Tegar dan Tiara adalah cucu dan menantunya.
Karena Tiara sedang hamil muda, Bu Bambang mengutus Mang Kardi untuk menjemput Tiara di rumahnya.
"Den Bintang kemana Non?" tanya Mang Kardi.
"Mas Bintang katanya hari ini lembur Mang, banyak kerjaan di kantor" jawab Tiara.
"Ooo... tapi sudah bilang kan Non kalau kalian akan ke rumah Tuan?" tanya Mang Kardi memastikan.
"Sudah Mang. Mang nanti jemput Tegar ya setelah antar saya ke rumah Papa" pinta Tiara.
"Iya Non" balas Mang Kardi.
Mang Kardi melajukan mobill menuju rumah orang tua Bintang.
Seperti sebelumnya Pak Bambang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Tegar ke rumahnya. Dia sudah menunggu Tegar di depan rumahnya sambil memegang beberapa bingkisan yang berisikan permainan anak - anak yang terbaru.
Bagitu mobilnya memasuki halaman rumahnya, Pak Bambang sudah berdiri menyambut kedatangan mereka. Tegar langsung keluar dari mobil dah berlari menemui Pak Bambang.
"Papa sudah lama menunggu?" tanya Tiara begitu melihat Pak Bambang sudah berdiri di depan rumah
"Belum, Tegar mana?" tanya Pak Bambang bingung sambil mencari keberadaan Tegar.
"Tegar masih sekolah Pa, sebentar lagi di jemput Mang Kardi, tadi aku sudah minta tolong padanya" jawab Tuara. Tuara berjalan menghampiri Pak Bambang dan mencium tangannya.
"Ooo... kalau begitu yuk masuk Tiara" ajak Pak Bambang.
"Iya Pa" jawab Tiara.
Mereka jalan bersama - sama masuk ke dalam rumah.
"Kata Mama, kamu lagi hamil ya? Sudah berapa bulan?" tanya Pak Bambang.
"Sudah lebih tiga bulan Pa" jawab Tiara.
"Ada keluhan? atau kamu menginginkan sesuatu?" tanya Pak Bambang khawatir
"Gak ada Pa, keinginanku juga masih bisa dipenuhi oleh suamiku. Terima kasih ya Pa, atas perhatian Papa padaku" jawab Tiara sopan.
"Syukurlah, kalau kamu ingin sesuatu jangan segan - segan ya pinta pada Papa" tegas Pak Bambang.
"Iya Pa" balas Tiara.
"Eh sudah datang rupanya Ibu hamil ini" sapa Bu Bambang ketika melihat Tiara masuk ke dalam rumah bersama Pak Bambang.
"Sudah Ma" Tiara memeluk mertuanya penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Gimana kabar kamu sayang? Apa kehamilan kamu berat?" tanya Bu Bambang.
"Sudah mendingan Ma, sudah gak mabuk lagi dan selera makanku sudah mulai pulih malah kadang aku kewalahan sendiri. Mudah lapar, sebentar - sebentar udah pengen makan" jawab Tiara.
Bu Bambang tersenyum lembut.
"Gak apa - apa Ra, makan aja jangan di tahan - tahan. Semua demi bayi yang ada dalam kandungan kamu. Jangan takut gemuk, nanti sesudah lahiran pasti kurus sendiri kamu karena mengurus anak dan menyusui" nasehat Bu Bambang.
"Iya Ma, dulu waktu lahir Tegar juga begitu kok" sambut Tiara.
Mereka berjalan menuju ruang santai di teras belakang rumah sambil menikmati hidangan makanan ringan yang di buat oleh Bik Sumi.
"Waaah pohon mangganya berbuah ya Ma" Tiara menunjuk pohon mangga yang ada di belakang rumah Pak Bambang.
"Iya, alhamdulillah kali ini buahnya banyak banget" jawab Bu Bambang.
"Kenapa Ra, kamu mau?" tanya Pak Bambang curiga.
Tiara mengangguk malu - malu.
"Hahaha... jangan malu - malu Ra, sebentar ya Papa ambilkan" Pak Bambang langsung berdiri dan mengambil kayu panjang yang ada di dekat pohon untuk mengambil buah mangganya.
Tiara dan Bu Bambang berjalan mengikuti Pak Bambang ke arah pohon mangga.
"Pa ambilkan buah mangga yang masih muda, pasti enak tuh Pa dimakan Tiara yang lagi hamil muda" perintah Bu Bambang pada suaminya.
"Ah Mama tau aja" balas Tiara.
Tiara tersenyum mendengar perkataan mertuanya. Dia mengelus lembut perutnya.
Ternyata selera kamu sama seperti Papa kamu ya sayang... Sebentar ya Opa kamu sendiri yang akan mengambilkan mangga ini untuk kita. Ucap Tiara dalam hati.
Pak Bambang segera mengambil buah mangga yang masih muda untuk dimakan Tiara, sedangkan Bu Bambang menampung buahnya dari bawah agar tidak jatuh ke tanah.
Tiara tersenyum memandang kedua mertuanya itu. Seandainya semua sudah berjalan dengan lancar pasti senang sekali. Ada Mas Bintang di sini dan kita berkumpul dan tertawa bersama di sini. Ucap Tiara dalam hati.
"Eh Ra, Tegar sudah di jemput?" tanya Bu Bambang mengingatkan.
"Duh kelupaan Ma, sebentar ya aku cari Mang Kardi dulu" balas Tiara. Dia berdiri dan langsung mencari Mang Kardi ke dalam rumah.
"Bik Sumi Mang Kardi mana?" tanya Tiara sambil mencari keberadaan Mang Kardi.
"Udah pergi Non, katanya mau jemput Tegar" jawab Bik Sumi.
"Aaah syukurlah, aku lupa tadi mengingatkannya" ucap Tiara lega.
"Gimana kehamilan Non Tiara?" tanya Bik Sumi.
"Alhamdulillah sudah enakan hamilnya Bik. Makan sudah enak dan aku sudah gak mual lagi" jawab Tiara.
"Dulu waktu hamil Den Bintang, Nyonya juga sama seperti Non gini. Mual dan muntah. Nyonya sukanya makan mangga muda itu dan hanya mau Tuan yang mengambilkannya" jawab Bik Sumi.
__ADS_1
"Ternyata anaknya yang ini ngerasain juga mangga muda yang diambilkan Opanya ya" Tiara membelai kembali perutnya.
"Alhamdulillah rezekinya Non" sambut Bik Sumi.
"Ra... ini buahnya sudah cukup belum?" panggil Bu Bambang dari arah belakang.
"Aku ke sana dulu ya Bik" ucap Tiara pada Bik Sumi.
"Iya Non hati - hati Non jangan buru - buru nanti jatuh" pesan Bik Sumi.
Tiara langsung menghampiri kedua mertuanya dan melihat sudah banyak buah mangga di tangan Bu Bambang.
"Sudah Ma... banyak banget malah" jawab Tiara.
"Gak apa - apa Ra, nanti kamu kamu bawa aja pulang" ucap Pak Bambang.
Mereka kembali masuk ke dalam rumah sambil membawa beberapa buah mangga muda dari taman belakang. Bu Bambang membawa mangganya ke dapur untuk di cuci Bik Sumi.
Tak lama Bik Sumi datang dengan membawa mangga yang sudah bersih dan membawa pisau untuk memotong buat mangga muda.
"Ini Non buah mangganya" ucap Bik Sumi sambil menyerahkan mangga dan pisau kepada Tiara.
Bersamaan dengan itu ponsel Pak Bambang berbunyi. Pak Bambang meraih ponselnya dan mengangkatnya.
"Ngapain Mang Kardi telepon? Ya.. Halo Mang ada apa?" tanya Pak Bambang.
"Apa? Tegar sudah tidak ada di sekolah? Yang benar kamu? Apa, sudah ada yang jemput ke sekolak?" Pak Bambang langsung melirik ke arah Tiara.
Sontak Tiara tegang dan terkejut.
"Ra coba tanya Bintang?" perintah Bu Bambang.
Tiara langsung menelepon Bintang.
"Halo Mas.. Mas barusan jemput Tegar ya ke sekolah? Kok gak kabari aku?" tanya Tiara dengan hati berdebar.
"Apaaaa? bukan Mas yang jemput Tegar ke sekolah? Lantas siapa Mas yang jemput Tegar? Kata Mang Kardi Tegar sudah tidak ada disekolah ada yang menjemputnya?" Tanya Tiara histeris.
Ponsel Tiara terjatuh ke dalam sofa. Tiara pingsan dan langsung di tangkap oleh Bu Bambang sedangkan Pak Bambang langsung meraih ponsel Tiara dan melanjutkan pembicaraan dengan suami Tiara.
"Halo... Tiara baru saja pingsan, ini saya Papa angkatnya" ucap Pak Bambang memperkenalkan diri.
"Pa tolong jagain Tiara ya, aku mau cari Tegar dulu ke sekolah setelah itu aku akan kerumah untuk menemui Tiara. Titip istriku Pa" ucap Bintang dengan suara yang panik.
"Papa...... ?"
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1