Tiara

Tiara
Siasat


__ADS_3

Dengan bantuan salah satu pelayanan hotel Siska bisa mendapatkan kunci cadangan kamar Bintang. Dia membukanya dan sesuai rencana Bintang sudah tertidur dengan nyenyak.


Siska membuka semua pakaian Bintang dan hanya menyisakan pakaian dalamnya Begitu juga dengan dirinya, Siska membuka semua pakaiannya dan tidur di samping Bintang.


Siska segera mengambil beberapa foto mesra dia dan Bintang yang sedang tertidur di ranjang.


Tapi sayang rencana ini tidak bisa berjalan dengan lancar. Bel kamar Bintang berbunyi itu artinya ada seseorang yang datang ke kamar Bintang.


Siska mengintip dari pintu kamar ternyata Roy yang datang. Siska yang sebelumnya sudah membawa minuman beralkohol untuk dia minum sebagai perayaan keberhasilan rencananya kini mendapatkan ide baru.


Dia segera menuangkan minuman ke gelas dan meminumkannya ke mulut Bintang yang masih nyenyak tertidur. Kemudian dia mulai mengacak - acak rambutnya dan ikut meminum minuman beralkohol itu. Tak lupa juga Siska meletakkan pakaiannya dan pakaian Bintang berserakan di lantai sebagai bukti gaira* mereka tadi.


Siska berpura-pura menjerit dan mengeluarkan kata - kata mesum. Agar Roy bisa mendengar dan menduga kalau Bintang sedang bercinta di kamarnya.


Roy yang mendengar suara wanita dari dalam kamar Bintang segera berlari ke bagian resepsionis untuk memastikan apakah kamar yang dia datangi tadi benar - benar kamar Bintang.


Dan ternyata memang benar itu adalah kamar Bintang. Roy segera meminta kunci cadangan kamar Bintang karena perasaannya merasa tidak enak. Roy beserta seorang pelayanan hotel berjalan menuju kamar Bintang.


Pelayanan tersebut membuka pintu kamar Bintang dan apa yang terjadi. Roy melihat Siska dan Bintang sedang tidur sambil berpelukan


"Apa yang terjadi?" tanya Roy.


Siska pura - pura membuka sebelah matanya dan berpura-pura terkejut dengan apa yang dia lihat.


"Oh Tuhaaaan... mengapa ini bisa terjadi. Aaku tidak tau Roy" jawab Siska.


"Bagaimana kamu tidak tau. Ini kamar Bintang, mengapa kamu bisa ada disini?" tanya Roy.


"Tadi aku bertemu dengan Bintang di Bar dan kami minum beberapa gelas. Bintang kelihatan sedang galau. Dia memintaku untuk menemaninya minum di kamar dan akhirnya kami melakukannya" ungkap Siska.


"Tidak mungkin. Tidak mungkin Bintang melakukan semua ini" ucap Roy tak percaya.


"Roy katakan kalau istrinya sudah tidak bisa memenuhi kebutuhannya sebagai seorang istri. Dan istrinya juga sudah tidak punya waktu untuk melayaninya karena sibuk dengan anak - anaknya. Ditambah lagi istrinya tidak bisa mempunyai anak lagi. Dari dulu Bintang memang mempunyai mimpi memiliki banyak anak karena dia adalah anak tunggal. Dia ingin rumahnya ramai dengan tawa anak - anak. Dia ingin mempunyai anak bersamaku Roy. Kamu tau kan Roy kalau aku sudah menyadari perasaanku. Kini hanya Bintang satu - satunya pria yang sangat aku cintai. Aku rela menjadi yang kedua asalkan aku bisa menjadi istri Bintang. Tolong Roy kamu rahasiakan semua ini karena Bintang ingin semua ini hanya antara kami saja" pinta Siska.

__ADS_1


"Kamu bohong Siska. Bintang tidak akan melakukan hal itu, dia tidak akan pernah mengkhianati Tiara. Tidak akan mungkin" bantah Roy.


"Kamu tanya saja pada Bintang tapi sayang dia sedang tidur saat ini" ujar Siska.


Roy mencoba untuk mendekati Bintang dan dia mencium wangi alkohol dari mulut Bintang.


"Sudahlah Roy kamu tinggalkan saja kami berdua. Kami baru saja berbaikan, tolonglah Roy, kita kan sudah lama berkenalan. Kamu tau bagaimana aku sangat menyesal atas perbuatanku dulu dan kini aku menyesal dan ingin memperbaikinya bersama Bintang walau keadaan Bintang sudah tidak sama dengan dulu tapi aku menerimanya dengan ikhlas. Aku bersedia menjadi yang kedua" ujar Siska meyakinkan.


"Diam kamu Siska. Kamu yang harusnya pergi dari sini sebelum aku memanggil pihak keamanan hotel dan mengusir kamu" teriak Roy marah.


Siska pura - pura bersedih.


"Tega sekali kamu Roy, aku sudah berkorban banyak untuk Bintang. Aku sudah meninggalkan semuanya demi meraih kembali cinta Bintang tapi kamu malah mengusirku dengan cara seperti ini" Siska membela diri dan mulai berpura-pura menangis.


"Cepat pakai pakaian kamu Siska dan tinggalkan kamar ini" bentak Roy.


Siska segera meraih semua pakaiannya dan berjalan ke kamar mandi. Tak lama kemudian Siska keluar dengan pakaian lengkap, dia segera meraih ponsel, tas dan sepatunya.


"Sampaikan salamku untuk Bintang Roy" ucap Siska sebelum pergi.


Siska keluar dari kamar Bintang dengan senyuman kemenangan.


"Hahaha.. Lihatlah Bintang sebentar lagi kamu akan menjadi milikku selamanya. Aku yakin wanita itu pasti akan hancur dan memilih menyerah. Dia pasti tidak akan mau hidup di madu. Pada akhirnya dia akan pergi dan akulah yang akan menjadi pemenangnya" ucap Siska sambil tertawa.


Siska membuka ponselnya dan memeriksa foto - foto yang dia ambil tadi di kamar Bintang. Foto - foto tersebut akan dia gunakan sebagai bukti untuk membela diri. Siapa tau Bintang nanti tak percaya dengan semua perkataannya.


"Sebentar lagi aku akan menjadi orang kaya" ucapnya senang sambil berjalan menuju jauh dari kamar Bintang.


Sementara di kamar Bintang, Roy mencoba untuk membangunkan Bintang tapi sepertinya Bintang memang sedang mabuk berat sehingga tak bisa membuka matanya.


Akhirnya Roy memutuskan untuk tidur di sofa dan menunggu Bintang terbangun.


*****

__ADS_1


Keesokan harinya Bintang terbangun. Alangkah terkejutnya dia melihat apa yang terjadi dengannya lagi itu. Semua pakaiannya sudah terbuka dan dia melihat Roy tidur di atas sofa.


Bintang mencium bau alkohol dari tubuhnya.


Mengapa tubuhku bau seperti ini. Tadi malam aku tidak melakukan apapun di sini. Batin Bintang.


Bintang melihat pakaiannya berserakan dilantai, botol minuman juga berserakan di atas meja sofa. Bintang segera mendekati Roy yang sedang tidur di atas sofa.


"Roy... bangun Roy.. apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu tidur di sofa. Aku menunggumu tadi malam tapi kamu tak kunjung datang" ucap Bintang.


Roy perlahan - lahan bangun dan melihat apa yang sedang Bintang lakukan. Bintang mengutip pakaiannya satu persatu dan memakainya.


"Sekarang kamu sudah ingat semuanya?" tanya Roy dengan nada marah.


"Ingat apanya? Emangnya apa yang sudah aku lakukan? Mengapa kamu marah kepadaku?" tanya Bintang tak mengerti.


"Kamu masih bersikap pura - pura tidak bersalah setelah apa yang kamu lakukan tadi malam?" bentak Roy.


Bintang terkejut melihat sikap sahabatnya seperti itu. Mengapa Roy memarahinya?


"Apa yang aku lakukan tadi malam?" tanya Bintang bingung.


"Kamu tidak ingat? Kamu sudah mabuk - mabukan dengan Siska tadi malam? Dan yang lebih parahnya lagi aku mendapati kalian baru selesai bercinta di kamar ini tadi malam" ungkap Roy.


"Apa? Aku dan Siska mabuk - mabukan? Dan apa tadi kamu bilang? Aku bercinta dengan Siska tadi malam?" tanya Bintang terkejut.


"Ya.. aku melihat kalian sedang tidur di kamar ini tanpa pakaian. Kamu ingin menyangkalnya? Aku melihat semuanya dengan mataku sendiri" jawab Roy.


Bintang terpaku dan duduk di lantai. Dia tidak bisa mengingat apapun tadi malam.


Apa yang sedang terjadi dengan diriku? tanya Bintang dalam hati.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2