Tiara

Tiara
Menjaga jarak


__ADS_3

Tiara terbangun sebelum shalat subuh.


Masih ada waktu untuk Tahajjud sebelum adzan subuh. Batin Tiara.


Tiara segera ke kamar mandi dan mengambil wudhu lalu dia menjalankan shalat tahajjud. Menunggu waktu subuh tiba Tiara mengaji dengan suara yang pelan. Takut mengganggu tidurnya Tegar dan Bintang.


Tapi Bintang terbiasa tidur dengan keheningan. Mendengar sedikit suara dia sudah terbangun. Bintang membuka matanya dan melihat jam di tangannya menunjukkan pukul empat pagi.


Bintang mengecek suhu tubuh Tegar. Demamnya sudah turun. Lalu Bintang melihat sekeliling kamar. Dia melihat Tiara sedang mengaji. Lagi - lagi hatinya menghangat setiap mendengar suara Tiara mengaji.


Wanita yang baik, pinter mengurus rumah tangga. Wanita seperti apa lagi yang harus aku cari. Aku tau Roy ikut ke Bandung bersamaku mempunyai misi untuk merebut hati Tiara.


Apakah semua akan tetap sama kalau Roy hadir diantara kami. Apakah aku bisa bertemu dengan Tegar dan Tiara semudah sekarang. Apakah aku akan merasa kehilangan dan akh....


Bintang bangun dari tidurnya kemudian melangkah menuju kamar mandi. Sebelum sampai pintu kamar mandi Bintang memanggil Tiara. Entah bisikan dari mana yang mendesak dia untuk meminta sesuatu kepada Tiara.


"Ra.. " panggil Bintang.


"Ya.. Mas sudah bangun?" tanya Bintang.


"Ra aku boleh minta tolong gak?" tanya Bintang.


"Mas mau minta tolong apa?" tanya Tiara.


"Tolong ajari aku shalat Ra. Entah mengapa mendengar kamu mengaji membuat hatiku sejuk dan nyaman. Aku ingin meraih kenyamanan itu selamanya Ra. Tolong ajari aku, karena sejak kecil aku kurang diajari ilmu agama oleh kedua orang tuaku. Mereka hanya sibuk bekerja dan mengejar dunia sehingga mengabaikan anaknya" pinta Bintang.


Tiara sangat terkejut dan tidak menyangka Bintang akan meminta sesuatu yang tidak mungkin dia tolak.


Tiara menarik nafas panjang. Bismillah semoga ini langkah yang baik untuk kamu Mas. Doa Tiara.


Tiara mengajari Bintang berwudhu. Samar - samar Bintang masih ingat cara dan doanya. Dulu dia pernah belajar di sekolah.


"Mas bisa baca Al-Quran?" tanya Tiara pelan takut Bintang tersinggung.


"Bisa Ra, walau aku tidak pernah tamat membawa Al-Quran tapi aku bisa membacanya" jawab Bintang.


"Syukurlah, kalau begitu Mas masih sempat membaca bacaan shalat. Masih ada waktu untuk belajar sebelum subuh. Kalau Mas belum hapal untuk tahap awal Mas bisa kok membacanya ketika Mas shalat. Allah Maha Tahu, yang penting kan Mas mau belajar" Tiara menyerahkan buku panduan shalat kepada Bintang.

__ADS_1


Bintang menerima buku yang diberikan Tiara dan mulai membacanya. Tiga puluh menit kemudian terdengar suara adzan.


Tiada memberikan kain sarung untuk dipakai Bintang shalat. Kemudian menyuruh Bintang shalat.


"Kita shalat masing-masing aja dulu ya Mas. Mas kan belum hapal bacaan shalatnya, maaf" ucap Tiara dengan hati - hati.


"Iya Ra, tidak apa - apa. Aku mengerti kok" jawab Bintang.


Tiara dan Bintang shalat masing - masing. Mereka shalat dalam keheningan waktu subuh.


Baik Bintang ataupun Tiara larut dalam bacaan shalat mereka masing-masing. Tubuh Bintang bergetar, rasanya dia ingin menangis.


Perasaan di dadanya sangat sulit untuk dilukiskan. Bintang merasa sangat tenang ketika membaca satu persatu bacaan shalat dari buku panduan shalat.


Walau terbata - bata tapi Bintang sangat menghayatinya. Tanpa terasa air matanya jatuh perlahan.


Begitu lebih dia berjuang dan bekerja membanting tulang meraih kesuksesan hidupnya sekarang tapi setelah dia berhasil meraihnya tidak ada perasaan yang datang seperti yang saat ini dia rasakan.


Bintang pernah membaca sebuah kalimat yang dia sendiri lupa dimana dia pernah membacanya. Jika kau mengejar dunia kau akan terus merasa dahaga tetapi apabila kau mengejar akhirat maka Allah akan mencukupkan duniamu.


Tapi begitu aku menemukan kedamaian akhirat aku merasa ilmuku di dunia ini sangat kecil. Tidak ada apa - apanya. Aku baru tersadar sebentar saja jika Allah berkehendak DIA bisa mengambil semuanya dengan mudah.


Bintang mengangkat kedua tangannya meminta kepada Allah dengan segenap isi hatinya.


Ya Allah cukupakanlah bagiku DiriMU hingga aku tak butuh bantuan yang lain hanya KAU saja. Tuntun Aku menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Menjadi orangtua yang dapat menjadi contoh kepada anakku bukan menjadi orang tua yang di benci. Tunjukin aku jalan yang benar bukan jalan orang-orang yang ingkar dan merugi. Ya Allah ampuni semua dosa yang telah aku perbuat. Kuatkan aku dan teguhkan hatiku untuk selalu melangkah di jalanMU ya Allah.. Kabulkan doaku ini. Aamiin..


"Papa.... " panggil Tegar.


Bintang mengakhiri doanya, dia melihat ke atas ranjang ternyata Tegar sedang mengigau..


Tiara sudah tidak ada lagi di kamar. Mungkin dia sudah memasak di dapur seperti biasanya. Dua bulan mengenal Tiara dia sudah hapal betul kebiasaan Tiara.


Tiara adalah wanita yang rajin dan pintar mengurus rumah tangga. Entah mengapa setiap dia ke Bandung dia merasa nyaman tinggal bersama Tiara.


Bintang kembali mengecek suhu tubuh Tegar. Tegar sudah tidak demam lagi. Bintang keluar dari kamar dan berjalan ke dapur. Biasanya pagi - pagi seperti ini Tiara sudah membuatkannya kopi.


"Sudah selesai shalatnya Mas? gak lanjutkan tidur?" tanya Tiara.

__ADS_1


"Sudah Ra, aku sudah tidak ngantuk lagi selesai shalat. Makasih ya Ra kamu sudah mau mengajari aku tadi" ucap Bintang tulus.


"Berdosa lho Mas menolak membantu orang yang benar-benar mau merubah menjadi lebih baik lagi. Nih kopi Mas" jawab Tiara sambil menyerahkan secangkir kopi kepada Bintang.


Bintang tersenyum sambil menyeruput kopi panas.


"Mas.. ada yang ingin aku sampaikan pada Mas" ucap Tiara dengan sangat hati - hati.


"Apa Ra? kamu mau bicara apa?" tanya Bintang penasaran.


"Ini mengenai para tetangga di sini Mas" jawab Tiara.


"Ada apa dengan para tetangga di sini?" tanya Bintang.


"Dua hari yang lalu Pak RT datang dan bertanya padaku, tentaaaaang mm.. Mas. Aku tidak bisa berbohong Mas. Aku jujur mengatakan kalau Mas adalah Papanya Tegar dan kita tidak dalam ikatan pernikahan. Kita tidak memiliki hubungan apapun kecuali sebagai Papa dan Mamanya Tegar" ungkap Tiara.


Bintang masih diam mendengarkan.


"Pak RT meminta kepadaku untuk mencegah Mas menginap atau tinggal di rumah ini setiap akhir pekan. Karena kita tidak dalam ikatan pernikahan para tetangga menduga kita ini kumpul kebo Mas. Aku tidak ingin ada fitnah. Mmm... maaf ya Mas, mungkin minggu depan Mas tidak bisa tidur di sini lagi. Kalau Mas mau bertemu Tegar, Mas harus bertemu diluar. Kalaupun Mas mau bertemu di sini, Mas tidak boleh menginap lagi" tegas Tiara


Ada apa ini? Disaat aku mulai merasa nyaman dan tentram selalu saja ada cobaan. Batin Bintang.


"Mas bisa kan? Dan Mas gak marah kan?" tanya Tiara.


"Tidak Ra. Aku akan menuruti permintaan kamu. Aku tidak akan menginap di sini lagi setiap akhir pekan" jawab Bintang.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readeeers.. akhir pekan hampir berakhir aku rasa kembang kalian sudah mulai mekar.


Bisa nih di bagi buatku biar aku lebih semangat.


Ku tunggu ya.... 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2