
"Bruuuk.... " Siska terjatuh di lantai.
"Kami gila Siska.. perbuatan kamu ini tidak bisa aku maafkan. Saat kamu pergi aku bisa menerima kalau cinta tak bisa dipaksakan dan tidak harus bersatu. Aku berusaha melupakan kamu dan menghadapai kenyataan. Aku juga bangkit kembali menatap masa depan dan berusaha memperbaiki hidupku untuk masa depan. Aku harap kamu juga sama. Masih banyak pria lain yang masih single salah satunya Morgan. Mengapa kamu tidak berusaha membuat Morgan jatuh cinta kepada kamu. Aku sudah memiliki keluarga Siska dan aku sudah bahagia dengan apa yang aku miliki saat ini. Tidak ada kekurangan Tiara yang aku temui baik dulu ataupun sekarang. Dia masih tetap sama bahkan rasa cintaku saat ini semakin besar untuknya sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk wanita lain untuk menggeser Tiara di hatiku. Lebih baik kamu segera menghentikan semua aksi kamu untuk merayu dan berusaha meyakinkan aku atau apalah. Menjauhlah dari hidupku. Semakin lama aku semakin merasa kesal dengan semua perbuatan kamu. Jangan sampai aku kehilangan kesabaran dan berbuat sesuatu yang akan menyakiti kamu. Dengar itu, jangan pernah kamu melakukan ini lagi kepadaku. Dan jangan ganggu keluargaku" ancam Bintang.
"Perbuatan kamu yang terakhir untuk Tiara saat kami akan melakukan acara tujuh bulanan dengan merusak gaun Tiara sebenarnya sudah membuatmu muak dan hendak menuntut kamu. Tapi kalau tidak karena permintaan Tiara aku pasti sudah menyeret kamu ke penjara. Jadi tolong hargai istriku, dia sudah menyelamatkan hidup kamu satu kali, tidak akan ada lagi yang kedua kali. Jika hal itu sampai terjadi lagi. Jangan salahkan aku kalau aku akan membuat hidup kamu sengsara" sambung Bintang.
Bintang segera pergi meninggalkan Siska yang masih duduk lemah di lantai. Kali ini kata - kata Bintang sungguh membuatnya sangat sakit hati.
Air mata Siska menetes di pipi. Siksa merasa memang sudah tidak ada lagi peluang baginya untuk menggapai perasaan Bintang. Hati Bintang kini sudah sangat jauh dan hanya milik Tiara.
Siska sadar cinta Bintang sudah habis untuknya. Kini yang tersisa di hati Siska adalah rasa sakit hati karena sudah di tolak seperti ini oleh Bintang.
Lihat saya Bintang kali ini aku benar - benar akan menghancurkan rumah tangga kamu. Lihat saja sebentar lagi kamu tidak akan bisa melihat istri kamu dengan tenang. Ancam Siska dalam hati.
*****
Setelah keluar dari Restoran, Bintang segera menjemput Tegar di sekolah dan kemudian mereka melaju menuju rumah.
Bintang dan Tegar disambut oleh Tiara.
"Tumben Mas kamu yang jemput Tegar? aku kira tadi Tegar di jemput supir" tanya Tiara.
"Iya aku lagi pusing dan tidak semangat kerja, lebih baik aku pulang menenangkan diri dan istirahat" jawab Bintang.
"Mas sudah makan?" tanya Tiara.
"Belum yank, aku gak selera makan. Pengen makan masakan kamu" jawab Refan sambil memeluk istrinya dan mengecup keningnya.
"Ya sudah ganti baju dulu gih, biar aku siapkan makan siang untuk kamu" perintah Tiara.
"Baik sayangku" balas Bintang segera.
Bintang segera masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian rumah sedangkan Tiara langsung berjalan menuju dapur.
"Tegar ganti baju dulu, setelah itu kembali ke meja makan dan makan bersama Papa ya sayang" perintah Tiara sambil berjalan ke arah dapur.
"Iya Mas" jawab Tegar.
Tegar langsung berlari ke lantai atas menuju kamarnya untuk berganti pakaian.
Kinan segera memasak untuk suami dan anaknya. Jarang - jarang Bintang bisa ikut makan siang bersama mereka di hari kerja. Sekali - sekali dia pulang cepat dan ingin makan masakan Tiara, membuat Tiara bersemangat untuk memasak mempersiapkan makan siang mereka.
Tiga puluh menit kemudian Bintang dan Tegar sudah duduk di depan meja makan sambil memegang sendok dan garpu tangan mereka.
__ADS_1
"Ma.. masih lama? Aku sudah lapar sekali" tanya Tegar.
"Sebentar sayang, sudah siap tinggal Mama pindahin ke wadah. Sabar ya... " Tiara melirik dia pria yang sangat dia cintai itu terpaku di meja makan dengan wajah yang ditekuk. Membuat Tiara tersenyum melihat wajah jelek mereka.
Tak la keduluan Tiara sudah menghidangkan makan siang untuk suami dan anaknya.
"Nah sudah siap, silahkan makaaan" ucap Tiara.
"Asiiiiiik... " teriak Tegar.
Bintang dan Tegar langsung makan dengan lahapnya. Mereka berdua benar - benar sangat kelaparan.
"Pelan - pelan makannya sayang - sayangku" ujar Tiara mengingatkan.
"Lapar yank" jawab Bintang.
Tak lama makanan mereka sudah habis tak bersisa.
"Makasih Mama.. makanannya enaaaak sekali" ucap Tegar.
"Sama - sama sayang. Sekarang kamu kerjakan PR setelah itu tidur siang ya" perintah Tiara.
"Oke Ma.. Pa aku ke kamar dulu ya" jawab Tegar.
"Iya, dah sayaang" balas Bintang.
"Cup.. cup.. cup.. anak Mama sayaaang" ucap Tiara menenangkan Zia.
Tiara langsung mengeluarkan senjata rahasianya dan memberikan Zia ASI.
"Oh Zia lapar juga rupanya" ujar Tiara tersenyum kepada putrinya.
"Enak banget Zia minum susu siang - siang begini. Papa juga mau" ungkap Bintang.
"Maaaas... ih ada - ada aja" Tiara memukul lengan suaminya.
"Kangen yank, udah dua bulan di sabotase Zia" jawab Bintang.
"Baru dua bulan belum dua tahun Mas" sambut Tiara.
"Oalaah Zia lama amat nyusunya" balas Bintang sambil merebahkan tubuhnya pasrah di atas tempat tidur.
Tiara tertawa ringan melihat tingkat suaminya.
__ADS_1
"Maaas.. " panggil Tiara.
"Hemm.. " jawab Bintang, matanya sudah mulai terpejam.
"Aku kok belum datang bulan ya?" tanya Tiara.
Bintang langsung membuka matanya, jantungnya berdetak kencang.
Duh akhirnya apa yang aku takutkan terjadi juga.
"Kamu lupa apa kata dokter? Kamu kan lagi ASI, bisa saja jadi KB alami. Nutrisinya semuanya ke ASI jadi kamu gak datang bulan" jawab Bintang asal.
"Tapi aneh, dulu waktu melahirkan Tegar aku tidak mengalami hal seperti ini" tanya Tiara.
"Ya mungkin lain anak lain rasanya sayang" jawab Bintang.
"Apa aku hamil?" tanya Tiara lagi.
"Ya nggak lah, aku kan selalu hati - hati saat anuan" bantah Bintang pura - pura.
Jantung Bintang semakin kencang berdetak.
"Apa besok aku beli testpack aja kali ya?" tanya Tiara lagi.
"Ngapain yank, gak usah. Aku yakin kamu pasti tidak hamil. Aku kan melakukannya dengan aman" jawab Bintang meyakinkan.
Tiara menarik nafas panjang.
"Kalau beneran hamil gimana? Zia kan masih terlalu kecil Mas" ujar Tiara dengan wajah sendu.
"Nggak sayang.. yakin deh padaku. Kamu tidak hamil, sekali lagi aku katakan. Aku melakukannya dengan sangat aman. Kamu pasti tidak akan hamil" jawab Bintang terus meyakinkan Tiara.
Tiara menghela nafas. Mengapa perasaannya tak tenang ya.. sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi. Biasanya Tiara teratur datang bulannya.
Besok aku coba aja deh beli tespack. Lebih baik mencegah dari pada terjadi hal - hal yang tidak di inginkan. Kasihan Zia dan juga anak yang ada di dalam kandunganku, jika memang ternyata aku hamil. Batin Tiara.
Tiara meletakkan Zia kembali ke dalam box bayinya. Dia melihat Bintang sudah tidur dengan nyenyaknya.
Sepertinya Mas Bintang beneran lagi tidak enak badan. Dia terlihat sangat ngantuk sekali. Batin Tiara sambil menatap suaminya yang sudah terlelap.
Tiara ikut bergabung dengan suaminya berbaring tepat di samping Bintang diatas tempat tidur mereka. Dan mulai menutup matanya.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG