Tiara

Tiara
Menerima dengan baik


__ADS_3

Pagi harinya Tiara sudah mengajak Bintang pulang setelah mereka selesai menikmati sarapan pagi di Hotel.


"Mas pulang yuk?" ajak Tiara.


"Cepat banget yank, aku kan masih mau berduaan aja sama kamu" jawab Bintang.


"Dua tangkinya udah full, aku lupa bawa pompa ASI" balas Tiara.


Bintang tersenyum menatap ke arah dada Tiara.


"Sayang aset aku lagi di pinjam Zia selama dua tahun, kalau gak udah aku embat dari tadi" goda Bintang.


"Maaaaas" protes Tiara.


"Ya sudah kita pulang yuk" ajak Bintang.


Tiara tersenyum menatap wajah kesal suaminya. Tadi malam padahal Bintang sudah habis - habisan menggempurnya tapi suaminya itu tetap saja iri dengan putrinya sendiri.


Bintang membawa koper mereka dan mereka berdua melangkah menuju loby hotel. Setelah menyelesaikan administrasi Hotel Bintang menggandeng tangan Tiara berjalan menuju ke area parkir tapi baru saja mereka hendak melangkah ke loby Bintang dan Tiara berpapasan dengan Siska dan Morgan.


"Hai Bin mau pulang?" tanya Morgan.


"Iya, kalian?" tanya Bintang balik.


"Kami ada pertemuan dengan client" jawab Morgan.


"Sepagi ini dan di hari libur?" tanya Bintang lagi.


"Yah biasalah client spesial" balas Morgan.


"Oke good luck" ujar Bintang.


Tiara menggenggam tangan Bintang dengan erat. Bintang tersenyum dan membalas genggaman tangan Bintang.


"Kami duluan ya, kasihan anak udah semalam ditinggal" Bintang mengedipkan matanya ke arah Morgan.


Morgan membalasnya dengan senyuman.


"Yuk yank" Bintang menarik dan menggandeng mesra tangan Tiara.

__ADS_1


Tiara menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Morgan lalu dia melangkah mengikuti Bintang dari belakang meninggalkan Morgan dan Siska.


"Wanita yang cantik, pantas kamu tidak berhasil menggoda Bintang lagi" ujar Morgan.


Siksa tampak tak terima dan wajahnya terlihat marah apalagi mendengar kata - kata Morgan.


"Tapi dia sudah cacat, wanita tanpa rahim apa masih bisa disebut wanita" ujar Siska.


"Tapi aku melihat dia wanita yang terpelajar dan terhormat. Sedangkan kamu terlihat seperti wanita penggoda" sindir Morgan.


Kurang ajar si Morgan. Kalau tidak karena ingin mengejar Bintang kembali, aku tidak akan mau jalan bersama kamu. Kamu juga tidak sebanding dengan Bintang. Bintang sangat tampan dan juga kaya. Batin Siska.


*****


Di mobil Bintang.


"Kamu takut bertemu Siska?" tanya Bintang.


Tiara hanya diam tak bisa menjawab.


"Kamu harus percaya diri Ra. Kamu lebih segalanya dari dia dan yang terpenting aku mencintai kamu bukan dia" ujar Bintang.


"Ya sudah kita pulang ya" ajak Bintang.


Bintang menyalakan mobilnya kemudian mobil mulai bergerak menuju rumah mereka. Disana kedua orang tua Bintang dan kedua orang tua Tiara menunggu dengan gelisah.


Mereka harap - harap cemas, semoga Tiara bisa menerima keadaannya sekarang dan semoga rumah tangga anak mereka tetap langgeng dan bahagia.


Tak lama mobil Bintang sampai di halaman rumahnya. Tegar yang mendengar suara mobil langsung berlari keluar.


"Papa... Mama.. pulaaaang. Opa.. Omaaaa.. Eyaaang.. Papa dan Mama sudah pulang" teriak Tegar.


Pak Bambang juga yang lainnya saat itu sedang duduk santai di ruangan TV langsung berdiri dan saling tatap. Suasana tegang sangat terasa jelas saat Bintang dan Tiara masuk ke dalam rumah.


"Naaak.. " panggil Siti.


Tiara langsung memeluk Ibunya, dia kembali sedih mengingat apa yang telah Bintang katakan padanya tadi malam. Bagaimanapun di saat - saat seperti ini keluargalah yang bisa menguatkan dan menghibur Tiara.


"Kamu harus ikhlas ya.. ini adalah keputusan terberat yang diambil Bintang dan juga memang inilah pilihan terbaik. Saat itu kami semua sangat shock mendapat kabar kamu jatuh dari tangga, kamu kehilangan banyak darah. Nyawa kamu taruhannya sayang dan dokter mengatakan itu harus dilakukan. Rahim kamu harus diangkat" ungkap Siti.

__ADS_1


Sekar mendekat dan mengelus punggung Tiara.


"Kamu dan Bintang sama nak, kalian adalah putra putri kami. Kamu terluka kami juga ikut sakit dan sedih. Tidak niat hati kami untuk menutupi dan membohongi kamu. Kami hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya sampai kamu benar - benar pulih. Kemarin Bintang menghubungi kami dan mengatakan kalau sudah saatnya kamu mengetahui semuanya.. Benar kata Bintang, lebih baik kamu mengetahuinya langsung dari Bintang walaupun itu sakit dari pada kamu tau kebenarannya dari orang lain. Kamu sangat setuju makanya kami ke sini untuk memberikan waktu kepada kalian berdua untuk berbicara dari hati ke hati, saling terbuka, percaya dan saling menyayangi. Itu kunci langgengnya rumah tangga" nasehat Sekar.


"Jangan pikirkan kekurangan kamu, karena sejatinya tak ada manusia yang sempurna. Semua punya kekurangan dan jangan jadikan kekurangan kamu membuat kamu tidak percaya diri. Kamu sempurna, kalian sudah memiliki Tegar dan Zia. Hidup kalian sudah lengkap jadi tidak ada yang perlu disesali" sambut Pak Bambang.


"Dan yang terpenting apapun yang menimpa kamu dan bagaimanapun keadaan kamu. Kami tetap menyayangi kamu nak. Ingat itu dan simpan di dalam lubuk hati kamu yang paling dalam" tutup Pak Wijaya.


"Terimakasih Pa, Ma, Pak, Bu.. terimakasih semua.. aku sayang kalian semua" ucap Tiara sambil menangis.


"Sudah.. sudah.. jangan menangis lagi. Tak ada gunanya menangisi dan menyesali yang telah terjadi. Yang penting bagaimana cara untuk menghadapi dan menjalani masa depan cerah yang sedang menunggu kita" ujar Pak Wijaya.


Tiara memeluk satu persatu kedua orang tua dan mertuanya. Bersyukur dalam keadaan sulit seperti ini dia masih memiliki orang - orang hebat yang menyayanginya dan selalu ada bersamanya dan baik ataupun susah.


Benar apa yang mereka katakan, hidup harus terus berlanjut tak perlu menangisi yang telah terjadi lebih baik memikirian bagaimana cara menghadapi masa depan.


Tiara berjanji dalam diri untuk memfokuskan diri melayani suami membesarkan anak - anaknya dan menjaga keutuhan rumah tangga mereka.


Tiara bertekad sejak saat ini dia tidak akan tinggal diam jika ada satu orang pun yang berusaha untuk menghancurkan rumah tangganya.


Dia harus berjuang lebih keras dan kuat untuk menjadi wanita tangguh karena dibalik pria yang sukses ada perjuangan seorang wanita di belakangnya yang mendorong dan menyokong dari belakang.


Telah banyak yang merek lalui selama ini, membuat Tiara yakin dan percaya Bintang tidak akan meninggalkannya. Tiara juga tidak akan membiarkan orang lain merebut miliknya.


Siapapun itu Tiara tidak akan tinggal diam lagi seperti dulu. Ikrar Tiara dalam hati.


"Sekarang kamu istirahat saja di kamar y. Kamu pasti masih lelah kan" perintah Siti.


"Iya Bu. Aku ke kamar dulu ya Bu. Aku juga kangen banget sama Zia" ujar Tiara.


"Iya Nak" jawab Siti.


Tiara berjalan melangkah menuju kamarnya. Kini Bintang, kedua orang tua dan kedua mertuanya dapat bernafas lega karena Tiara sepertinya bisa menerima dengan baik apa yang telah terjadi padanya.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2