Tiara

Tiara
Seminar di Jogja


__ADS_3

"Bin jumat depan seminar pengusaha muda di Jogja kamu datang?" Bagas.


"Datang, aku diminta untuk jadi pembicara" jawab Bintang.


"Roy?" tanya Bagas lagi.


"Belum pasti, Dian kan baru melahirkan mungkin dia berat meninggalkan istri dan anaknya walau hanya satu malam. Kamu sendiri?" tanya Bintang.


"Aku gak datang, lagian kehadiranku tidak terlalu penting. Jumat nanti kan Bapak dan Ibu datang dari Bandung, kamu juga pergi. Biar aku saja yang mengurus kedatangan mereka di Jakarta" jawab Bagas.


"Baiklah" sambut Bintang.


"Emang ada apa Mas di Jogja?" tanya Tiara.


"Persatuan para Pengusaha Muda se Indonesia mengadakan seminar yank, dan aku diminta untuk menjadi tamu undangan sebagai pembicara di acara tersebut" ungkap Bintang.


"Kapan acaranya?" tanya Tiara lagi.


"Acara di mulai hari Jumat jam dua belas siang an selesainya sabtu siang. Jadi rencananya aku berangkat Jumat pagi penerbangan pertama dan kembali ke Jakarta sabtu sore. Sabtu malam aku sudah sampai rumah kok" jawab Bintang.


"Ooo.. " sambut Tiara.


"Kamu mau ikut? Kita bisa pergi berdua honeymoon lanjutan. Emangnya pengantin baru aja yang bisa honeymoon. Kita juga bisa kalee" Bintang menyindir Bagas.


"Cih.. " umpat Bagas.


"Nggak ah Mas, aku di rumah aja ya nungguin kamu. Lagian Bapak dan Ibu kan mau datang. Aku juga berat ninggalin Zia dan Tegar" jawab Tiara.


"Ya sudah kalau begitu aku berangkat sendiri aja deh" ujar Bagas.


"Eh yank nanti siang makan apa? Kasihan nih tamu undangan kita tidak di jamu?" tanya Bagas pada istrinya.


"Persediaan di dapur masih ada kok Mas nanti aku masak aja" jawab Dewi.


"Gak usah repot, mending pesan aja Wi. Biar kita nggak terganggu ngobrolnya" sambar Bintang.


"Iya pesan aja deh dari pada repot - repot" sambut Tiara.


"Ya sudah, kita pesan aja dari sekarang biar nanti gak keburu - buru" ujar Bagas.


Bagas meraih ponselnya dan menghubungi Restoran langganannya untuk mengirimkan beberapa sajian menu makan siang buat mereka semua.


Agar tidak buru - buru Bagas meminta makananya yang dia pesan sampai dua jam setelahnya. Karena mereka juga baru selesai sarapan pagi jadi belum lapar.


Tak lama kemudian terdengar suara tangisan Zia.


"Eh si embul nangis, yank ambilin si embul di kamar, aku pengen gendong. Siapa tau kita segera ketularan" pinta Bagas pada Dewi.


"Tunggu sebentar Kak, aku aja yang ambil Zia. Aku juga udah kangen dari tadi belum ketemu" ucap Dewi pada Tiara yang ingin bergerak mengambil anaknya di kamar.


Dewi segera berjalan menuju kamar tamu dan mengambil ponakannya yang sedang menangis karena terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Dewi membawa Zia dalam gendongannya dan bergabung bersama Bagas dan yang lainnya.


"Cup.. cup.. embuul... Sepi ya di kamar sendirian makanya kamu nangis?" Ujar Bagas gemas.


Dewi memberikan Zia ke dalam gendongan Bagas.


"Udah cocok kalian punya anak. Buruan gih" ucap Bintang.


"Tenang, ini juga lagi usaha. Tapi sepertinya hari ini gagal karena kalian gangguin" jawab Bagas.


"Nanti malam kan bisa ngadonnya" balas Bintang.


"Mas ada anak - anak. Ngomongnya jangan terlalu vulgar gitu donk" Tiara mengingatkan.


"Lho justru kata - kata aku itu hanya samaran yank. Tegar mana tau apa maksudnya" jawab Bintang.


"Kalian gak menundanya kan?" tanya Bintang


"Nggak Bin, kita mah pasrah kapan Allah kasih kita titipan kita akan menyambutnya dengan gembira" jawab Bagas.


"Bagus lah kalau begitu. Mudah - mudahan disegerakan. Biar kamu gak ketuaan seperti apa yang selama ini kamu takutkan" sambut Bintang.


"Do'ain ya" ujar Bagas.


Keluarga Bintang akhirnya seharian bermain di apartemen Bagas. Setelah makan siang ternyata Bagas dan Bintang bermain game online dan akhirnya Bintang dan keluarga kecilnya pulang setelah makan malam bersama di apartemen.


Bagas dan Dewi menyambut mereka dengan sangat senang. Karena mereka adalah tamu pertama sekaligus keluarga


*******


"Yank aku berangkat ya" ucap Bintang berpamitan sambil mengecup kening istri tercintanya.


"Iya Mas, hati - hati ya, jangan lupa kasih kabar kalau sudah sampai" Tiara meraih tangan suaminya dan menciumnya.


"Gaaaar Papa pergi dulu ya sayang. Jadi anak baik, jaga Mama dan adik kamu ya" ucap Bintang pada putra sulungnya.


"Oke Papa" jawab Tegar.


Bintang memeluk erat tubuh putranya. Setelah itu Bintang menghampiri troller Zia.


"Hai gadis kecilku, baik - baik sama Mama dan Kakak kamu ya. Jangan rewel selama Papa pergi" Bintang mencium lembut kedua pipi putrinya.


Setelah berpamitan dengan anak - anak dan istrinya Bintang segera masuk ke dalam mobil dan berlalu menuju Bandara.


Tepat jam delapan pagi pesawat sudah berangkat menuju Jogja. Bintang bertemu dengan beberapa pengusaha muda lainnya yang juga ikut menghadiri seminar.


"Wah Pak Bintang sudah lama kita tidak bertemu. Saya sengaja meluangkan waktu dalam acara ini karena tau salah satu pembicaranya adalah anda, pengusaha muda yang sukses" puji seorang pria kepada Bintang.


"Ah anda bisa saja. Saya hanya beruntung saja" jawab Bintang merendah.


"Keberuntungan itu harus dilandasi oleh kepintaran Pak Bintang, kalau tidak anda tidak akan mungkin tetap bertahan dengan kesuksesan Anda. Tidak mungkin kita terus bersandar hanya pada keberuntungan saja" sambut Pria itu.

__ADS_1


Bintang hanya bisa tersenyum membalas pujian teman yang duduk di samping kursinya.


Tak jauh dari tempat duduk Bintang ada seorang wanita yang sudah memperhatikan Bintang sejak mereka di Bandara tadi. Hanya saja Bintang sepertinya belum menyadari keberadaan wanita itu di pesawat ini.


Dua jam berikutnya Bintang dan pria yang dia temui di pesawat tadi sudah sampai di Hotel dimana seminar di selenggarakan.


Mereka langsung di sambut oleh panitia seminar dan di jamu dengan sangat baik. Tak lama kemudian karena waktu shalat Jumat sudah tiba Bintang segera bergegas menuju Mesjid untuk melaksanakan shalat Jumat.


Tak sengaja Bintanh bertemu dengan Roy.


"Lho Roy kamu datang juga akhirnya?" tanya Bintang.


"Iya Bin, alhamdulillah Dian bisa ditemani oleh Mamaku untuk jagain Sheeqa" jawab Roy.


"Yuk shalat dulu, setelah itu baru kita ngobrol" ajak Bintang.


Mereka segera masuk ke dalam mesjid dan melaksanakan shalat Jumat. Setelah selesai shalat mereka kembali ke lokasi seminar. Untung saja di area Hotel di bangun Mesjid sehingga mereka tidak perlu jauh - jauh pergi.


Seminar akhirnya di buka sekitar jam satu siang setelah molor satu jam dari waktu yang telah direncanakan. Bintang mulai mengisi acara tersebut sebagai tamu undangan untuk menjadi pembicara.


Acara berlangsung sampai jam sepuluh malam. Walau sangat melelahkan tapi semuanya terlihat happy menjalaninya.


"Roy kamu tidur di kamar nomor berapa?" tanya Bintang.


"Aku kamar 661 kamu?" tanya Roy balik.


"Aku kamar 789" jawab Bintang.


"Wah beda lantai ya" ujar Roy.


"Gimana kalau kita tidur sekamar aja. Sepi banget kalau sendirian" ajak Bintang.


"Oke deh, tapi aku harus ke kamar dulu. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan. Orang kantor menunggu, kasihan mereka harus lembur sampai jam segini karena menunggu aku" ujar Roy.


"Oke, aku tunggu" balas Bintang.


Bintang melangkah menuju kamarnya, sesampainya di kamar Bintang segera mandi dan berganti pakaian. Sambil menunggu Roy datang, Bintang memesan minum dan makanan ringan dan meminta di antar ke kamarnya.


Tak lama bel kamar Bintang berbunyi. Bintang membukanya.


"Room servis Pak, saya datang mengantarkan pesanan Anda" ujar seorang pelayanan hotel.


"Oh iya silahkan letakkan di dalam" jawab Bintang.


Setelah meletakkan pesanan Bintang, pelayan tersebut keluar dari kamar Bintang. Bintang segera meminum dan memakan pesananya. Tak lama kemudian Bintang merasa dia mengantuk luar biasa.


Bintang segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan tak lama kemudian dia pun tertidur. Tanpa sepengetahuannya ada seorang wanita yang masuk ke dalam kamar Bintang.


Siapakah wanita itu?? Lanjut Bab berikutnya ya...


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2