Tiara

Tiara
Mendebarkan


__ADS_3

Bintang bangun tepat saat adzan subuh. Dia segera mandi dan mengambil wudhu dan setelah itu Bintang melaksanakan shalat subuh.


Shalat subuh kali ini terasa lebih khusyuk dan panjang. Setelah shalat subuh Bintang memanjatkan doa untuk hari penting dalam hidupnya.


"Ya Allah tuntun aku agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bertanggung jawab dan seorang iman yang baik untuk istri dan anak - anakku. Ampuni semua dosa yang telah aku lakukan. Lancarkan pernikahan aku hari ini ya Allah, ridhoi dan berilah rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warrahmah" lantunan doa.


Tok.. tok.. tok...


Surat pintu kamar di ketuk dari luar.


Bintang membuka pintu kamar. Ternyata yang datang adalah MUA yang akan menghiasi Bintang pagi ini.


Satu jam berlalu, Bintang sudah selesai di hias dan akan segera pergi menuju rumah Tiara.


Karena orangtua Bintang tidak bisa hadir hari ini, yang menjadi keluarga Bintang dan mengiringi Bintang untuk berangkat adalah para sahabatnya.


Tepat jam tujut pagi mereka sudah sampai di Loby Hotel.


"Weish.... satu jam lagi menuju halal. ganteng banget bro... " goda Bagas.


Bintang tersenyum untuk menghilangkan groginya. Sungguh, walaupun ini pernikahan sederhana tapi ini adalah pengamalam pertama dan Bintang harap sekali seumur hidup. Tentu saja dia merasa grogi dan tegang.


Roy, Bagas dan Dian bisa melihat itu dengan jelas. Senyum Bintang terlihat kaku.


"Kaku amat senyumnya" sindir Dian.


"Tenang bro, jangan tegang amat. Tegangnya disimpan aja buat nanti malam" canda Roy untuk mencairkan suasana.


"Asem lo" umpat Bintang.


"Biar kamu gak tegang lho Bin, makanya di candain" sambung Roy.


"Kalau nanti kamu nikah, baru kamu rasain gimana tegangnya" jawab Bintang.


"Iya deh.. mentang - mentang lebih berpengalaman" sindir Roy.

__ADS_1


"Makanya cepetan nikah, dari kemarin katanya udah dapat calonnya tapi gak jalan - jalan" balas Bintang.


"Weish.. siapa bilang, ini lagi usaha. Sebentar lagi aku akan mendengar kata 'Yes I Will' saat aku melamarnya" Roy melirik ke arah Dian.


Tentu saja Dian jadi tertunduk malu dan hanya mereka berdua saja yang tau akan hal itu. Bagas dan Bintang sibuk dengan fikiran mereka masing-masing.


"Udah yuk berangkat, nanti telat lagi" ajak Bagas.


Mereka berempat naik ke mobil Bintang yang sudah di sulap menjadi mobil pengantin. Di depan dan belakang mobil serta di tiap pintu mobil terdapat buket bunga yang di tempel oleh team WO.


Bagas yang menyetir mobilnya sedangkan Bintang duduk di samping Bagas. Sedangkan Roy dan Dian naik ke mobil pengiring.


Karena letaknya hotel tidak terlalu jauh dari rumah Tiara, hanya tiga puluh menit mereka sudah sampai ke lokasi pesta.


Terlihat rumah Tiara sudah ramai dengan para tetangga komplek dan beberapa kerabat dekat Tiara menyambut kedatangan Bintang.


Ada rasa sedih yang terselip di hati Bintang. Dia benar - benar merasa sepi dan sendiri. Bahkan untuk menikah, hari yang paling bahagia dalam hidupnya tidak di temani oleh kedua orang tuanya.


Tapi mungkin sudah seperti inilah suratan hidupnya. Yang penting saat ini Papanya tidak apa - apa dan pernikahannya lancar.


Akad nikah hampir di mulai. Tiara keluar dari dalam kamar dalam balutan gaun putih penuh dengan payet dan mutiara yang di rangkai dengan rapi menambah kemewahan gaun pernikahannya.


Sesaat Bintang terpesona dengan kecantikan wajah wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Kadi nikahan mengucapkan mukaddimah dan memulai acara. Kini Bintang sudah saling berjabat tangan dengan Pakde Tiara.


Detik - detik akad nikah akan segera di mulai. Wajah Bintang sangat tegang sekali tapi dia berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikannya.


Sementara di pintu masuk halaman rumah Tiara. Roy, Bagas dan Bintang melihat dari kejauhan ada mobil yang mereka curigai berhenti tidak jauh di belakang mobil Bintang.


Saat pintu terbuka dan sang pengemudi keluar alangkah terkejutnya Roy, Bagas dan Dian melihat siapa yang keluar dari mobil itu.


"Siska" ucap Dian.


Spontan mereka bertiga langsung berdiri dan menyambut kedatangan Siska dengan tatapan dingin dan siaga.

__ADS_1


"Hai Nona manis lama tak bertemu" sapa Bagas berusaha ramah. Mereka tidak mau ada keributan terjadi di pesta pernikahan Bintang.


"Kalian? Ngapain kalian di sini?" tanya Siska yang terkejut, kedatangan dia disambut oleh para sahabat Bintang.


Sejak dulu Siska merasa kesal melihat Roy dan Bagas. Dua pria playboy yang berusaha dia rayu tapi mereka tidak pernah tergoda dengan rayuan Siska.


Bahkan secara terang - terangan menolak Siska dengan alasan karena Siska adalah pacar dari sahabat mereka.


Padahal seandainya salah satu dari mereka mau menanggapi rayuannya sudah sejak lama dia akan meninggalkan Bintang. Maklum Bagas dan Roy terlihat lebih tajir dari Bintang.


Bagas dan Roy mewarisi harta kekayaan orang tuanya. Sedangkan Bintang hanya merintis sendiri perusahaan yang dia bangun dan merahasiakan keberdaan orang tuanya.


Siska tidak pernah tau siapa dan bagaimana kayanya keluarga Bintang. Yang dia tau Bintang hanya pengusaha muda yang sedang mengembangkan perusahaan yang dia bangun sendiri.


"Harusnya kami yang balik bertanya pada kamu. Ngapain kamu di sini?" tanya Dian.


Siska melihat Dian dengan wajah sinis.


Wanita ini... wanita yang Siska tau menyukai Bintang sudah sejak dia dan Bintang berpacaran. Dari tatapan wanita ini Siska bisa melihat rasa cinta yang sangat dalam kepada Bintang.


Cih.. wanita bodoh. Kamu malah merelakan Bintang, pria yang kamu cinta sejak dulu menikah dengan seorang janda. Bukannya malah berusaha merebut hati Bintang setelah putus dariku. Aku saja sampai detik terakhir masih ingin memperjuangkan cinta Bintang yang hanya untukku. Batin Siska.


"Aku mau bertemu Bintang. Aku tidak sudi melihat Bintang menikah dengan janda itu. Aku tau dia pasti menikah karena rasa kasihan dan ingin membantu janda itu. Tapi aku yakin cinta Bintang hanya untukku" jawab Siska penuh percaya diri.


"Janda? kamu fikir Bintang menikah dengan janda? Hahaha... wanita bodoh. Kamu fikir Bintang menikah dengan janda? Hei dengar ya, wanita yang menikah dengan Bintang di dalam jauh lebih baik dari kamu yang seorang jala**. Dia lebih berharga dari pada kamu yang suka berpindah - pindah cowok hanya kerena isi kantongnya" bantah Roy.


Apa? Jadi Bintang tidak menikah dengan seorang janda? Lantas siapa anak kecil yang datang bersama mereka ke Butik Devi? Kata Devi anak kecil itu memanggil Bintang dengan sebutan Papa. Mengapa anak itu memanggil Bintang Papa? Ada apa dengan semua ini?.....


.


.


BERSAMBUNG


Alhamdulillah.. upnya lancar

__ADS_1


__ADS_2