
Dewi merasa heran melihat Bagas hanya diam saja sejak mereka dari supermarket tadi.
"Mas aku perhatikan sejak kita keluar dari supermarket tadi diam aja. Kenapa sih Mas? Ada yang salah dengan aku?" tanya Dewi.
"Haaaa?" tanya Bagas.
"Tuh kan, Mas malah melamun. Bahaya lho melamun sambil nyetir" jawab Dewi.
Bagas kembali konsentrasi melihat jalan raya.
"Maaaas... ada apa sih? Kamu mau membatalkan pernikahan kita?" tanya Dewi.
Sontak Bagas menginjak rem mobil karena terkejut mendengar pertanyaan Dewi.
"Mas Bagas hati - hati. Bahaya Mas, bisa ditabrak kita dari belakang kalau Mas ngerem tiba - tiba seperti ini" protes Ali.
"Ma.. maaf.. " jawab Bagas.
Bagas kembali menjalankan mobil dengan perlahan.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu Wi, aku jadi terkejut?" tanya Bagas.
"Siapa tau Mas merasa menyesal dan ingin membatalkan semua ini" jawab Dewi dengan wajah kesal.
"Habis Mas diam aja sih dari tadi dan seperti sedang berpikir keras" sambung Dewi.
"Aku dari tadi memang sedang berpikir Wi tapi bukan tentang pernikahan kita apalagi ingin membatalkannya" ujar Bagas.
"Jadi mikirin apa donk? Mas ketemu sama mantan? Atau ada mantan yang hubungi Mas lagi? Mumpung semua belum terjadi, ya silahkan aja Mas kalau Mas mau mundur" ujar Dewi, dia semakin terlihat sedih dan mendung.
Duh gawat, gini nih kalau jiwa ABG calon istriku muncul. Gawaaat.. bisa lama ini bujuknya. Batin Bagas.
"Wi aku tidak sedang memikirkan tentang kita dan apapun yang berhubungan dengan aku dan mantan - mantanku. Tadi saat di parkiran supermarket aku melihat Morgan dan Siska" ungkap Bagas.
"Ha..? Benar Mas? Mas serius?" tanya Ali dari belakang.
"Benar Al.. Mas melihat mereka sedang terlibat dalam pembicaraan yang sangat serius bahkan sepertinya mereka sedang bertengkar karena Mas melihat Morgan sedang marah dan Siska sedang menangis" jawab Bagas serius
Dewi ikutan serius mendengar cerita Bagas.
"Mas sedang berpikir dari tadi. Apa yang sedang terjadi dengan mereka. Apakah mereka sedang dalam masalah? Tapi masalah apa ya? Apa masalah pribadi atau malah masalah kantor" sambung Bagas.
"Mas penasaran? Ya sudah kita balik aja ke supermarket Mas dan kamu bisa tanyakan pada Morgan apa yang sedang terjadi. Gampang kan" ujar Dewi masih sedikit kesal karena sikap Bagas diawal tadi.
"Untuk apa yank, bisa - bisa nanti Morgan ngancam mau merebut kamu lagi. Yang ada juga ujung - ujungnya aku yang bertengkar dengan Morgan" jawab Bagas.
__ADS_1
"Kamu jangan ngambek lagi ya.. maaf atas sikap aku pada kamu tadi. Aku udah cuekin kamu sampai kamu kesal" bujuk Bagas.
Dewi diam saja sambil menatap jalanan dari kaca samping mobil.
"Gawat Al Kakak kamu ngambek. Harus singgah supermarket lagi nih beli coklat" goda Bagas.
Dewi tetap diam saja.
"Ya sudah Al, di depan ada mini market tuh, tolong belikan coklat Chucky bar atau silverqueen atau yang lainnya juga boleh" perintah Bagas.
"Gimana kalau aku borong semua coklat di situ Mas?" tanya Ali.
"Borong aja semuanya Al, nih uangnya" Bagas mengeluarkan uang seratus ribuan sebanyak beberapa lembar kepada Ali.
Bagas menghentikan mobil di depan mini market dan Ali turun. Dewi tetap membuang muka dan ngambek.
"Deeeewi... wii.... dewiiiiiii... " panggil Bagas.
Dewi tetap diam aja.
"Dewi... kaulah hidupku.. aku cinta padamu sampai mati.. Dewi belahlah dadaku.. agar kau tau, agar kamu mengerti.. oouwoo.. " Bagas bernyanyi.
Sontak hal itu membuat Dewi tertawa padahal dia sangat kesal sebelumnya dengan Bagas karena Bagas cuekin dia sejak dari supermarket.
"Maaas gak lucu ah nyanyi begitu" ujar Dewi.
"Habis dari tadi kamu ngambek. Aku udah bujuk kamu diam aja. Tuh Ali lagi turun borong coklat tapi kamu diam juga tidak ada tanggapan sama sekali. Lebih baik aku nyanyi kan untuk menghibur kamu. Lagi stres ya karena ujiannya gak dapat?" tanya Bagas.
"Siapa bilang, aku bisa jawab semua kok soal ujiannya dan aku yakin semuanya benar" jawab Dewi.
"Jadi kenapa ngambek?" tanya Bagas.
"Karena Mas cuekin aku tadi sejak dari supermarket" jawab Dewi.
"Iya deeeeh.. Mas gak akan cuekin kamu lagi. Mas kan cuma sedang mikir tadi apa yang terjadi antara Morgan dengan Siska sampai kamu merasa diabaikan. Padahal kamu satu - satunya wanita yang terpenting di hidup Mas setelah Mama" ungkap Bagas.
Dewi tersenyum mendengar ucapan Bagas.
"Maaf ya Mas, mungkin sikapku terlalu kekanak-kanakan" ujar Dewi.
"Yah sesuai usia lah.. " balas Bagas.
"Maaaas... " protes Dewi.
"Hahaha... gak apa - apa sayang. Mas mengerti kok. Kamu mungkin kan sedang tegang karena tiba - tiba saja pernikahan kita dipercepat.. Kamu mungkin terkejut sekaligus belum siap. Tapi gak ada cara lain, itu lah yang terbaik untuk kita saat ini. Agar Mas bisa menjaga kamu sepenuhnya sayang" ucap Bagas meyakinkan Dewi.
__ADS_1
"Iya Mas aku mengerti" balas Dewi.
"Sekarang kamu tersenyum ya" Bagas mencubit hidung Dewi gemas kemudian melanjutkan nyanyiannya.
"Dewiiii kaulah hiduuuuupkuuuu... " ujar Bagas.
"Mas Ali udah datang tuh. Malu aaah" cegah Dewi.
"Oke.. " jawab Bagas.
Tak lama Ali masuk ke mobil membawa satu kantong plastik yang berisi berbagai jenis dan merk coklat.
"Nih Kak Dewi" Ucap Ali sambil menyerahkan sekantong plastik berisi coklat.
"Ya ampun Aaaaal... kamu beneran borong semua coklat di mini market ini? Mana mungkin Kakak makan semua ini, bisa gendut donk. Nanti gaun pengantinnya gak muat dan yang ada kakak bisa sakit gigi dan diabetes karena kebanyakan makan coklat" komentar Dewi.
"Ya habis perintah Mas Bagas, aku disuruh borong semua coklat di situ" jawab Ali.
"Udah yank, kalau kamu gak mau kan bisa dibagi - bagikan sama anak - anak di perkebunan teh. Mereka pasti sangat senang mendapat coklat sebanyak ini" usul Bagas.
Dewi tersenyum senang mendengar perkataan Bagas.
"Bener juga usul Mas.. Kalau begitu coklat ini akan aku bagi - bagikan sama anak - anak" sambut Dewi kembali ceria.
Bagas mengusap dada dan bisa bernafas lega.
Haaaah... Alhamdulillah akhirnya selesai juga ngambeknya calon istriku. Jangan sering - sering ngambek ya Wi, kalau kamu begitu Mas jadi galau dan gak tau harus berbuat apa. Batik Bagas.
"Kita lanjut pulang ya? Atau ada lagi yang kamu inginkan?" tanya Bagas.
"Nggak Mas, gak ada. Kita pulang aja. Aku mau istirahat dan mau belajar lagi untuk ujian besok. Tinggal dua hari lagi perjuangannya" jawab Dewi.
"Iya tinggal dua hari lagi perjuangan cintaku. Setelah itu aku akan menjadi suami kamu" sambut Bagas.
"Mas Bagaaaaaas" ujaaaar Dewi sambil mencubit lengan Bagas.
"Cieeeeh... kawen.. kaweee... " goda Ali dari belakang.
Membuat Bagas tertawa bahagia.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1