Tiara

Tiara
Kesalah pahaman


__ADS_3

"Happy birthday to you.... " ucap Tegar.


"Mas Bintaaaaaang"...


Praaaaang. .


Kue yang dibawa Tiara berserakan di lantai.


"Papa... " panggil Tegar.


Bintang yang terkejut dengan sebuah pelukan dari seroang wanita yang tiba - tiba datang dari belakang kini semakin terkejut karena kedatangan istri dan anaknya


Awalnya Bintang mengira yang memeluknya dari belakang adalah karena wanita itu memakai jilbab tapi dari bentuk tubuh dan wangi parfumnya Bintang sadar wanita yang memeluknya bukan Tiara istrinya.


Apalagi saat wanita itu berkata.


"Happy birthday Bintaaaaang" ucap wanita itu.


Sontak tubuh Bintang menegang.


"Siska apa yang kamu lakukan.. lepaskan aku" Bintang memberontak dan berusaha melepaskan pelukan Siska.


Saat itulah Tiara dan Tegar datang dan masuk ke dalam ruangan kerja Bintang. Tiara dan Tegar terlihat sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Tiara langsung menarik Tegar untuk segera keluar dari ruangan Bintang.


"Sayaaang.. tunggu.. ini bukan seperti yang kamu lihat" teriak Bintang.


Air mata Tiara mengalir deras, dia tidak menyangka Bintang masih tetap bertemu dengan Siska di luar rumah. Bahkan mereka berani berbuat mesum di kantor siang hari seperti ini.


Hati Tiara sangat hancur melihat Bintang berpelukan dengan mesranya bersama Siska. Tiara segera membawa Tegar keluar dari ruangan Bintang dan berjalan menuju lift.


"Bu ada apa? Mengapa Ibu menangis?" tanya Rini bingung.


Tiara lansung masuk ke dalam lift dan tidak sempat di cegah oleh Rini. Jantung Tiara berdetak kencang air matanya tak berhenti menangis.


"Mama... siapa wanita yang sedang bersama Papa itu? Mengapa dia peluk - peluk Papa seperti itu?" tanya Tegar polos.


Tegar masih memegang erat kado ulang tahun Bintang yang sudah dipersiapkan Tiara dari minggu lalu.


Mereka setengah berlari keluar dari kantor dan naik ke mobil. Dengan perasaan kalut Tiara mengemudikan mobilnya.


"Mama kita mau kemana?" tanya Tegar bingung.

__ADS_1


Tiara tidak bisa menjawab pertanyaan - pertanyaan Tegar dia bingung harus berbuat apa. Yang dia inginkan saat ini dia harus pergi menjauh dari Bintang.


Tiara mengemudikan mobil tanpa tujuan yang jelas. Dia hanya ingin bertemu Ibunya. Apalagi minggu lalu mertuanya mengatakan salah satu alasan Ibunya tidak mau berpisah dengan Bapak Tirinya membuat Tiara semakin merindukan Ibunya.


Mobil melaju menuju Tol Jakarta - Bandung.


Sementara di ruang kerja Bintang.


"Apa yang kamu lakukan Siska? Kamu gila" bentak Bintang.


"Sayaaang.. tunggu.. ini bukan seperti yang kamu lihat" teriak Bintang.


Bintang mencoba mengejar Tiara tapi lagi - lagi Siska mencoba untuk menghalanginya. Sekali. lagi Siska memeluknya dari belakang.


"Lepaskan Siska.. jangan sampai aku melakukan kekerasan pada kamu" ancam Bintang.


Tapi sepertinya Siska sudah nekat, dia tetap memeluk Bintang dengan sekuat tenaganya.


"Tidak Bintang.. aku mencintai kamu. Aku tidak mau berpisah dengan kamu. Aku ingin kembali menjadi kekasih kamu Bintang" ucap Siska.


"Kamu salah orang Siska. Aku pria yang sudah menikah dan aku bahagia dengan rumah tanggaku jadi jangan kamu jangan mencoba merusaknya. Lepaskan Siskaaaaa" Bintang menarik kedua tangan Siska kuat sehingga tubuh nya terlepas dari pelukan Siska.


Bintang segera keluar dari ruangannya dan melihat Rini terbengong di belakang mejanya. Rini shock dengan apa yang terjadi pada Bosnya.


"Rini cepat panggil satpam dan usir jalan* itu keluar dari gedung ini" perintah Bintang.


"Ba.. baik Pak" jawab Rini.


Bintang segera memencet tombol lift tapi lift sedang dipakai Tiara dan Tegar. Tak lama kemudian baru pintu lift terbuka dan Bintang segera menekan tombol angka lantai dasar.


Tapi Bintang sudah tertinggal jauh, Tiara sudah pergi keluar dari gedung ini. Bintang berlari ke parkiran untuk mencari mobil Tiara tapi tidak ada.


Bintang kembali naik ke lantai atas dan masuk ke ruangannya. Dia mengambil handphone, dompet dan kunci mobilnya dan kembali lagi ke lantai dasar.


Bintang segera naik ke dalam mobil dan sebelah tangannya terus memegang handphone dan mencoba menghubungi Tiara.


"Tiara... angkat Tiara... sayang pleaseee.. angkat.. Apa yang terjadi tidak seperti apa yang kamu lihat" ucap Bintang pada dirinya sendiri.


Tuuut.... tuuuuut.... telepon yang Anda tuju.. terdengar suara operator.


"Tiara angkat donk.. sayaaaaaang... " Bintang memukul stir mobil dengan kesal.


Tiara mencoba menghubungi Mamanya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum sayang selamat ulang tahun ya, pasti kamu senang kan Tiara dan Tegar memberikan kejutan pada kamu ke kantor" ucap Bu Bambang begitu dia mengangkat telepon dari Bintang.


"Mama.. Tiara Ma.. " jawab Bintang langsung.


"Tiara kenapa Bin, ada apa dengan Tiara?" Suara Bu Bambang berubah menjadi sangat khawatir dan ketakutan.


"Tiara dan Tegar barusan datang ke kantorku ingin membuat kejutan tapi saat mereka datang Siska tiba - tiba ada di ruanganku dan sedang memelukku. Mereka melihat semuanya Ma.. Tapi bukan seperti sebenarnya yang terjadi. Aku gak tau mengapa Siska bisa masuk ke ruanganku Ma" Bintang menceritakan kejadian yang sebenarnya.


"Trus bagaimana keadaan Tiara nak?" tanya Bu Bambang sangat khawatir


"Tiara pergi membawa Tegar bersamanya Ma. Aku sudah berusaha mengejarnya tapi dia sudah pergi Ma" jawab Bintang.


"Oh ya Allah Bintang.. Tiara menyetir sendiri kan? Tadi sebelum menjemput Tegar ke sekolah Mama sempat menelponnya. Katanya dia sudah beberapa hari ini membawa mobil sendiri" ungkap Bu Bambang mengingatkan.


"Iya Ma, dia berulang kali meminta padaku akhirnya permintaannya aku kabulkan" balas Bintang tak kalah panik.


"Gimana kalau ada apa - apa dengannya di jalan Bintaaaang. Tiara itu istri kamu, dia sedang hamil dan bersamanya juga ada anak kamu Tegar. Oh ya Allah... Mama gak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu dengan mereka" Suara Bu Bambang terdengar bergetar.


"A.. aku gak tau kemana harus mencarinya Ma. Kalau dia ke rumah Mama tolong tahan dia ya. Dan tolong bantu aku menjelaskan kepada Tiara kalau apa yang terjadi tidak seperti apa yang dia lihat. Aku tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan Siska" ungkap Bintang.


"Iya sayang Mama percaya dengan kamu. Kamu anak Mama yang baik dan setia. Kamu tidak akan tega menyakiti istri kamu yang sangat kamu cintai dengan sepenuh hati kamu. Mama tau kamu sangat bahagia menikah dengan Tiara jadi tidak akan mungkin kalau kamu menjalin hubungan lagi dengan Siska. Mama percaya kamu sayang" ucap Bu Bambang meyakinkan Bintang.


"Aku saat ini sedang menuju rumah Mama, tolong ingat pesan aku ya Ma. Assalamu'alaikum" Bintang menutup teleponnya.


"Wa'alaikumsalam. Hati - hati nak" jawab Bu Bambang.


****


Tiara sudah masuk ke jalan tol dalam keadaan kacau. Air matanya tak bisa berhenti, cuplikan Bintang berpelukan di kantornya terus saja berputar dalam ingatan Tiara.


Hatinya saat ini sangat hancur. Dia tidak menyangka suaminya akan melakukan hal seperti itu di kantornya sendiri.


Tiara mengemudikan mobilnya dengan tidak konsentrasi, tiba - tiba mobil yang ada di hadapannya menepi tanpa di duga oleh Tiara.


Tiara tidak siap menghadapi halangan yang ada dihadapannya. Dia membanting stir ke kiri untuk mengelakkan terjadi kecelakaan sehingga mobilnya menabrak pembatas jalan dan seketika Tiara dan Tegar tak sadarkan diri karena benturan.


"Mas Bintaaaang"....


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2