
Tiara dan Sekar sudah masuk ke dalam Restoran tiba - tiba ponsel Tiara berdering.
"Assalamu'alaikum Mas" sapa Tiara.
"Wa'alaikumsalam. Kamu udah dimana yank? Mas sudah sampai di Mall" tanya Bintang.
"Aku dan Mama udah di Restoran XXX" jawab Tiara.
"Restoran Korea?" tanya Bintang.
"Iya Mas" balas Tiara.
"Waaah anak kita mintanya di situ? Hahaha... anakku memang seleranya lain ya" canda Bintang.
"Iya Mas, cepetan ya ke sini. Aku udah laper" Tiara mengelus perutnya menahan lapar.
"Oke, tunggu ya. Sebentar lagi aku akan sampai di situ" balas Bintang.
"Iya Mas, kami tunggu kok" jawab Tiara.
Telepon terputus. Sekar memandang wajah menantunya itu yang terlihat sangat senang di bawa makan ke restoran ini.
"Bintang sudah sampai?" tanya Sekar.
"Sudah Ma lagi jalan ke sini dari parkiran" jawab Tiara.
"Kita pesan sekarang?" tanya Sekar lagi.
"Tunggu sebentar deh Ma, Mas Bintang udah dekat biar sekalian aja" ujar Tiara.
"Tapi kamu udah lapar kan?" Sekar memastikan.
"Masih bisa di tahan Ma. Tunggu Mas Bintang aja" balas Tiara.
Tak lama Bintang datang dan masuk ke Restoran. Tiara melambaikan tangannya ke arah Bintang agar Bintang bisa tau dimana mereka duduk.
Bintang mencium tangan dan pipi Mamanya setelah itu dia mencium kening istrinya dengan mesra.
"Lho kok belum pesan Ma?" tanya Bintang.
"Kata Tiara tunggu kamu aja" jawab Sekar.
"Katanya udah laper yank, kok tungguin Mas?" ucap Bintang lembut.
"Gak apa - apa biar sekalian aja Mas" jawab Tiara.
Sekar memanggil para pelayan dan mereka memesan makanan yang di inginkan Tiara. Tiara tampak sudah gak sabar untuk menikmati makan siang mereka.
__ADS_1
"Gak pakai lama ya Mas, istri saya lagi hamil nih. Udah laper banget katanya" pinta Bintang sedikit memberikan penekanan kepada pelayan restoran.
"Baik Pak" jawab sang pelayan.
Pelayan segera meninggalkan mereka bertiga duduk di depan meja yang sengaja mereka pesan.
"Tadi udah jalan kemana aja?" tanya Bintang.
"Tadi sebelum ke Mall kami ke Butik langganan Mama yang di jalan XXX" jawab Sekar.
Bintang tampak sedikit terkejut mendengar alamat Butik yang disebutkan Mamanya tadi.
"Kenapa kamu terkejut gitu? Seperti tau ya Butiknya? mungkin malah pernah ke sana mau pesan gaun pernikahan?" sindir Sekar.
Tiara hanya diam ketika mertuanya menyindir suaminya. Karena bagi Tiara Siska adalah masa lalu Bintang. Dia sudah sangat yakin kalau saat ini hanya dialah yang ada di dalam hati Bintang.
"Mama kok tebak begitu?" tanya Bintang penasaran.
"Tadi kami ketemu mantan kamu di sana" jawab Sekar.
"Siska? Dia yang cerita semuanya?" tanya Bintang.
"Nggak, designernya yang cerita ke Mama dan Tiara" jawab Sekar.
"Ngapain sih pesan gaun di Butik itu, masih banyak juga Butik yang lebih bagus" ujar Bintang merasa canggung. Karena dia takut istrinya akan cemburu. Apalagi tadi Tiara bertemu Siska secara langsung.
"Butik itu langganan Mama dari dulu. Mama suka hasil karya designernya. Selain cantik hasilnya juga nyaman di badan" jawab Sekar.
"Gak apa - apa Mas. Aku suka kok pesan gaun di situ. Designnya bagus" puji Tiara.
"Siska gak ngomong yang aneh - aneh kan Ma?" tanya Bintang takut.
"Ya jelas donk Bin. Wanita seperti itu mulutnya mana bisa manis. Kata - kata yang keluar sepeda cabai. Dia sengaja ingin menyakiti perasaan Tiara" jawab Sekar emosi.
"Dia bilang apa sama kamu yank?" tanya Bintang.
Tiara tersenyum tulus kepada suaminya. Membuat Bintang merasa lega. Itu artinya mood istrinya tidak terganggu. Hanya Mamanya yang tampak emosi.
"Mama udah belain aku Mas" jawab Tiara.
Bintang menatap ke arah Mamanya.
"Makasih ya Ma, Mama udah belain istriku" ucap Bintang.
"Harus donk, wanita seperti itu wajib di lawan. Buat emosi Mama naik karena dia. Gitu Mama semprot dia langsung lari" ungkap Sekar bangga.
"Lain kali kalau ketemu dia hati - hati ya yank. Aku gak mau kamu sampai diapa - apain sama dia. Kamu kan lagi hamil" ujar Bintang.
__ADS_1
"Terus maksud kamu dia harus diam aja gitu dianiaya wanita racun itu?" tanya Sekar emosi.
"Ya nggak donk Ma. Tapi saat ini Tiara lagi hamil Ma ruang gerak Tiara sempit. Di tolak aja sama Siska Tiara bisa jatuh dan berbahaya Ma" jawab Bintang.
"Iya juga. Kalau dia deketin kamu, kamu teriak ya Ra. Mama takut dia ngelakuin hal nekat kepada kamu" sambut Sekar.
"Iya Mas, Ma... Aku mending menghindari dia aja deh. Aku gak mau ribut, kasihan dedek bayi dalam perutku bisa ikutan stres" jawab Tiara.
"Terus di Mall ini ngapain selain makan?" selidik Bintang.
"Beli barang - barang kelengkapan dedek bayi Mas" jawab Tiara.
"Mana semua belanjaan kalian?" tanya Bintang heran melihat istri dan Mamanya tidak ada membawa barang kecuali tas mereka.
"Semua yang kami beli sudah di kirim langsung ke alamat rumah kalian. Pokoknya kamu tinggal susun aja sesuai keinginan Tiara dimana barang - barang itu harus di letak" ujar Sekar.
"Waaaah curiga nih. Kalau kamu belanja bareng Mama pasti belanjaan kalian tidak sedikit. Malah aku penasaran kalian borong semua isi baby shop itu" sambut Bintang.
Tiara tertawa mendengar ucapan suaminya.
"Hahaha... hampir Mas. Hampir semua di borong sama Mama kalau aku gak ngelarang" jawab Tiara.
"Tapi gak apa - apa sayang. Kalau kamu suka borong aja semuanya. Mas gak marah kok, demi kamu dan anak kita, apapun akan Mas penuhi semua permintaan kalian" tegas Bintang .
"Gak perlu berlebihan Mas, kalau gak dipakai kan sayang dibeli banyak - banyak. Mubazir juga, banyak dosanya. Mending beli seperlunya saja" ujar Tiara.
"Kamu memang wanita istimewa sayang, di saat di luar sana semua wanita senang di tawarkan untuk belanja sepuasnya. Kamu malah memilih secukupnya saja" puji Bintang.
Tak lama pelayan Restoran datang membawa makanan yang mereka pesan dan menghidangkannya. Tiara sangat semangat sekali ingin segera menyicipinya.
"Yank sabar yank, masih panas" cegah Bintang.
"Laper banget Mas... mmm... pasti enak sekali semua makanan ini" ujar Tiara tak sabar.
Sekar dan Bintang tersenyum menyaksikan tingkah Tiara seperti anak - anak. Mungkin ini bawaan kehamilannya dia bertingkah seperti anak - anak.
Bintang membantu Tiara untuk mendinginkan makanan Tiara agar Tiara bisa segera menyicipinya makanan yang dia pesan.
Akhirnya Tiara bisa menikmati makanan yang sudah dia inginkan sejak tadi. Dengan semangat empat lima Tiara langsung menyantap hidangan yang tersedia di depannya.
Sekar dan Bintang juga ikut makan bersama dengan Tiara. Mereka juga jadi semangat makan karena melihat Tiara makan dengan lahapnya. Siang itu mereka makan bersama dengan sangat bersemangat.
Setelah selesai menyantap hidangan makan malam Bintang bersama istri dan Mamanya pergi meninggalkan Restoran tersebut. Dengan mesranya Bintang menggandeng tangan istrinya. Mereka bertiga berjalan beriringan.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG