Tiara

Tiara
Belanja.. belanja..


__ADS_3

Dewi dan Bagas kini sudah berada di dalam mobil menuju sebuah Mall yang terbesar di Jakarta.


"Kamu sudah masak ya?" tanya Bagas.


"Belum Mas, rencananya habis maghrib baru aku masak untuk makan malam kita" jawab Dewi.


"Kalau begitu kita makan di luar aja ya sekalian pacaran" ajak Bagas.


Dewi terkejut menatap Bagas.


"Kamu kenapa terkejut gitu wajahnya lihat aku?" tanya Bagas penasaran.


"Mas mau ngajak aku pacaran di depan orang ramai? Malu ah Mas iiih... " tolak Dewi.


Bagas tertawa mendengar jawaban Dewi. Dia mengerti pasti saat ini Dewi salah sangka mengerti apa yang di maksud Bagas dengan pacaran.


"Sayang bukan pacaran yang selalu kita lakukan di rumah hahaha.. " dia tertawa lepas.


Bagas sangat senang sekali sudah berhasil memperngaruhi pikiran istrinya. Setidaknya istrinya sudah terkontaminasi pikiran mesum Bagas walau ilmu yang dia turunkan baru sekedar icip - icip .


"Jadi pacaran gimana?" tanya Dewi kesal.


"Pacaran ala ABG donk sayang.. kita nonton dan makan tapi setelah belanja pastinya" jawab Bagas.


"Oooh aku kiraa... " ucap Dewi terpotong.


"Kamu kira apa sayaaaang" potong Bagas.


"Anu Mas... " ucap Dewi salah tingkah.


"Cieeeh istriku udah ketagihan pacaran di rumah ya... " goda Dewi.


"Apaan sih Maaas.. " elak Dewi.


"Udah ngaku aja" desak Bagas


"Apa cobaaa" Dewi masih berusaha mengelak.


"Tuh buktinya kamu tadi tebak mau begituan. Berartikan kamu sedang memikirkan yang begituan. Atau kamu mau sekarang kita pacaran di mobil?" Tanya Bagas.


Bagas segera menepikan mobilnya dan berhenti.


"Mas.. kita sedang di jalan. Jangan ngaco ah Maaas" Dewi memukul lengan Bagas karena panik. Dia pikir Bagas akan serius melakukan apa yang baru dia katakan.


"Hahaha.. kamu lucu sekali sayang. Mas makin gemas lihat kamu seperti itu" tawa Bagas.


"Aaaah Mas Bagas, aku males ah di giniin.. mending pulang aja" Dewi mulai ngambek.


"Oke.. oke.. aku berhenti godain kamu. Jangan ngambek ya sayang. Kita segera belanja pakaian kamu" Bagas mengelus lembut kepala Dewi dan kembali menyalakan mobilnya dan melanjutkan perjalanan menuju Mall yang mereka tuju.

__ADS_1


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di parkiran mobil dan berjalan masuk ke dalam Mall.


Bagas langsung mengajak Dewi masuk ke toko yang menjual baju tidur dan pakaian dalam.


"Mas ngapain ke sini?" bisik Dewi malu.


"Mau beli baju dan pakaian dalam kamu" jawab Bagas pura - pura serius. Aslinya dia sudah mau ketawa melihat wajah istrinya yang terlihat penuh warna karena malu diajak masuk ke toko ini.


"Gak mau ah pakai pakaian di sini. Baju tidurnya seraaam" Tolak Dewi.


"Katanya mau dapat pahala karena nyenangin suami. Kamu bukan hanya dapat satu pahala lho? Kamu udah nyenangin mata Mas, nyenangin tangan Mas dan tubuh Mas yang lainnya" jawab Bagas sambil menggenggam erat tangan Dewi.


"Tapi aku malu Mas" ucap Dewi.


"Ngapain malu. Kita kan sudah menikah, lagian aku sudah lihat semuanya. Aku kan suami kamu" bujuk Bagas.


"Aku malu dengan para pegawai disini lihatin aku sampai segitunya. Mereka pikir aku ini cewek genit yang sedang godain Om- Om dan minta di bawa ke sini" ujar Dewi sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Omongan orang mah cuekin aja sayang. Kalau gak nanti aku jelasin deh kemereka kalau kamu itu istriku" jawab Bagas.


"Bener ya..?" desak Dewi.


"Iya, yuuuk.. " ajak Bagas.


Bagas kembali menarik tangan istrinya dan menggenggamnya dengan erat setelah itu membawa Dewi mencari lingerie yang pantas untuk Dewi.


"Saya mau cari baju tidur yang nyaman untuk istri saya" pinta Bagas.


"Oh yang ini, ini terbuat dari sutera, bahannya sangat adem dan nyaman sekali" pelayan tersebut mengajak mereka ke tempat pakaian yang tadi dia sebutkan.


Bagas melirik wajah Dewi, Dewi melihat lebel harganya dan alangkah terkejutnya dia ketika melihat jumlah angka yang tertera di situ.


"Mas mahal sekali" bisik Dewi.


"Gak apa - apa sayang, untuk kamu Mas akan berikan yang terbaik. Kamu pilih aja yang mana yang kamu suka" jawab Bagas.


"Mmm.. ada yang lebih tertutup gak bajunya?" tanya Dewi malu.


"Ini kan ada jubahnya Mbak? kalau mau tidur bisa di buka" jawab pelayan toko.


"Mmm.. yang ini aja ya Mbak" pilih Dewi sambil menunjuk ke arah baju yang dia inginkan.


"Pilih yang lain lagi sayang" perintah Bagas.


Dewi menatap Bagas tak percaya.


"Iya, mana cukup cuma satu baju untuk kamu pakai setiap hari" ujar Bagas.


"Ya sudah yang ini dan yang itu" Dewi kembali menunjuk ke arah baju lain.

__ADS_1


"Mbak tolong baju yang ditunjuk istri saya itu warnanya yang ini dan yang itu juga ya. Kemudian baju ini juga warna merah dan hitam. Baju ini yang berwarna pink dan warna navy. Yang ini warna coklat muda dan coklat susu" perintah Bagas.


"Mas banyak sekali" cegah Dewi.


"Gak - apa sayang. pilih kan juga pakaian dalam yang paling bagus disini" perintah Bagas kepada pelayanan lagi.


"Ukurannya Mbak?" tanya sang pelayan.


"Nomor XX" jawab Dewi malu.


"Baik" tak lama pelayan datang dengan membawa beberapa set pakaian dalam dengan berbagai warna dan bentuk.


"Ini Pak, Mbak" jawab Sang pelayan.


"Ya sudah saya ambil semua, cepat kamu hitung biar segera saya bayar. Kami mau pergi ketempat lain setelah ini" perintah Bagas.


"Baik" jawab pelayan itu.


Kemudian belanjaan mereka semua di hitung dan Bagas membayarnya. Kemudian memberikan beberapa lembar uang kertas berwarna merah kepada pelayan toko tersebut.


"Ini tips untuk kamu. Tapi lain kali kalau kami datang ke sini jangan panggil saya Bapak sedangkan istri saya kamu panggil Mbak. Panggil saya Mas, usia saya juga belum terlalu tua" ujar Bagas.


"Terimakasih Ppaa.. eh Maas" sambut pelayan tersenyum sambil tertunduk malu.


Bagas dan Dewi keluar dari toko tersebut dengan membawa beberapa bungkusan yang berisi pakaian tidur Dewi dan beberapa set pakaian dalam Dewi.


Mereka berjalan sambil berdandengan tangan.


"Kita cari mushala dulu yuk Mas, kan sudah mau masuk waktu shalat maghrib Setelah itu baru kita bisa bebas jalan" ajak Dewi.


"Oke sayang" sambut Bagas.


Mereka langsung berjalan menuju mushola untuk shalat maghrib. Setelah selesai shalat baru mereka jalan mencari tempat makan.


"Kita makan dulu yuk" ajak Bagas.


"Ayok" sambut Dewi.


Bagas menarik Dewi menuju salah satu Restoran yang ada di Mall. Mereka masuk ke dalam Restoran dan memilih lokasi meja yang nyaman untuk mereka makan layaknya orang pacaran.


Bagas dan Dewi duduk dengan mesra dan saling bergandengan tangan. Tiba - tiba ada seseorang yang menghampiri mereka.


"Huuh... sok suci, ternyata kamu sama munafiknya seperti kakak kamu. Bersembunyi di balik jilbab. Wajah sok polos dan sok suci kelakuan gak jauh beda dengan wanita jalan*" ..


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2