Tiara

Tiara
Part 8


__ADS_3

Semua buku yang mau di serahkan, sudah di serahkan ke orang yang menurut Tiara tepat.


Namun, seperti yang Tiara rencanakan sejak awal, Tiara masih punya waktu sekitar dua jam lagi.


Dan di waktu yang masih tersisa ini, Tiara hendak melangkahkan kakinya menuju rumah nya yang di masa lalu. bermaksud untuk menemui ayah dan ibunya yang masih sangat menyayanginya saat ini.


perjalanan menuju rumah Tiara dari pasar tidak terlalu jauh, namun tidak pula terlalu dekat. hanya sekitar 1 KM. dan menurut Tiara, Tiara bisa melalui nya dengan berjalan kaki saja.


Tak usah naik angkot atau angkutan lain nya. karna berhubung juga uang jajan yang memang Tiara miliki sewaktu kecil termasuk besar, hingga kalau menggunakan kendaraan umum, takut nya di bilang sombong karna membayar dengan uang yang harus berkembalian banyak.


Memutuskan untuk mulai meninggalkan kan pasar, Tiara kemudian melangkahkan kakinya melewati orang-orang yang masih sibuk dengan kegiatan belanja nya.


Pasar sudah sudah di tinggalkan sejak lima menit yang lalu. dan kini, Tiara sedang berjalan di antara persimpangan jalan. melihat persimpangan jalan yang sangat familiar ini, Tiara kemudian memilih jalur ke kanan. karna memang itu lah arah jalan menuju rumah nya.


Lima menit kemudian, Tiara mulai kelelahan. Panas matahari yang menyengat di kulit, dengan perjalanan yang lumayan jauh di tambah juga tubuh nya yang kembali kecil membuat nya kehabisan tenaga dengan lebih cepat.


Menghela nafas sejenak, Tiara kemudian melihat sekeliling nya dan mendapati sebuah pohon rindang yang tumbuh di pinggir jalan. Langsung melangkah kesana, Tiara kemudian langsung mendudukkan dirinya di bawah pohon itu. karna memang tujuan nya datang ke bawah pohon ini hanya untuk beristirahat sejenak.


" Huh,.. panas nya..." Ucapnya sembari menghapus keringat yang menetes di dahinya.


" Malah perjalanan baru ku tempuh setengah lagi.." ucap nya kembali sembari mengeluarkan botol minum dari tas nya dan dan langsung menenggak nya sebanyak yang ia bisa.


Setelah Tiara minum, ia langsung termenung. memikirkan nanti, setelah ia sampai ke rumah dan bertemu dengan kedua orang tuanya, apa yang harus ia lakukan?


Memeluk mereka??


Menceritakan tentang masa depan??


Atau menyuruh ayah nya supaya tidak terlalu cepat meninggal??

__ADS_1


Tiara bingung. Kalau memeluk mereka, itu sudah pasti. karna bagaimanapun, Tiara sudah sangat merindukan kasih sayang kedua orang tuanya. Tapi bagaimana kalau ia memberitahu mereka tentang kejadian di masa depan? apa tragedi itu tidak akan terjadi,.. hingga setelah terbangun kembali nanti, ia bisa melihat wajah penuh kasih dari ayah dan ibunya,..


atau apakah kisah lain yang akan terjadi nanti bila ia memberitahukan nya sekarang?? seperti, tragedi yang lebih besar yang kemudian muncul, untuk menggantikan kejadian yang sudah terjadi di masa depan.


Tiara bingung dan dilema. Ia tau bahwa ia sangat mengharapkan ayah nya hidup di masa depan, ia juga tau bahwa ia sangat berharap kalau ibunya masih sangat menyayanginya di masa depan seperti di masa ini. tapi apa yang harus ia lakukan untuk mewujudkan harapan nya?? ia tau kalau ia tak bisa melawan takdir. Kepergian ayah nya sudah menjadi bagian dari takdir. hingga se berusaha apapun ia, ayah nya pasti akan pergi, namun ia masih tetap ingin mencoba nya. siapa tau dengan berusaha disini, sang takdir jadi mau mengasihani nya dan membiarkan ayah nya hidup lebih lama lagi.


Ah,.. Tiara ingin mencobanya. tapi ia masih sangat ragu dengan itu.


Tiara benar-benar ingin mencobanya. tapi ia juga takut, kalau orang tuanya malah menertawakan nya, dan menganggap kalau ia kurang minum dan kebanyakan berhalusinasi.


"Akh,.." Memikirkan semua nya itu, membuat Tiara menghela nafas frustasi. Ia menjadi semakin bingung. semakin ia.memikirkan nya, semakin bertambah pula kebingungan nya.


" Apa yang harus ku lakukan..." Ucap nya lagi sembari mengangkat botol minum yang masih di Pegang nya itu.


" Uhuk-uhuk.." Di saat kekalutan nya, tiba-tiba Tiara mendengar suara batuk yang berasal dari sebrang pohon tempat ia duduk.


tak ada jawaban. hanya saja, suara batuk kembali terdengar dan rasanya semakin kuat.


" Uhuk-uhuk"


" si..siapa" sedikit takut, Tiara kemudian melangkahkan kakinya perlahan menuju asal suara barusan.


Angin dingin tiba-tiba berhembus ke wajah Tiara. suasana yang tadi nya ramai oleh suara kendaraan yang berlalu lalang tiba-tiba terasa senyap saat Tiara tiba-tiba saja melihat seorang anak laki-laki yang menggantungkan diri dengan tali yang terikat di dahan pohon. Sebuah kursi yang sudah terbalik tampak berada di bawah kaki anak itu.


"K..kamu ngapain.." Dengan mata terbelalak, Tiara melihat seorang anak laki-laki sedang menggelepar tergantung dengan kaki yang bergerak kesana kemari.


Melihat itu semua, ketakutan Tiara semakin menjadi. namun dengan mengandalkan logika, kakinya dengan cepat berlari dan menegakkan kursi yang terbalik itu. langsung naik, dan dengan sekuat tenaga menarik tali dari leher anak laki-laki itu, Tiara kemudian melihat tubuh anak itu yang langsung merosot jatuh kebawah setelah tali di leher nya itu terlepas.


" Ka..kamu.. apa yang kamu lakukan..apa kamu sudah gila.. hah??"

__ADS_1


Mengabaikan segala yang ada, Tiara kemudian langsung turun dari kursi dan membantu anak yang barusan hendak bunuh diri itu untuk duduk.


"uhuk-uhuk.." Batuk yang tadi Tiara dengar, kembali terdengar. Melihat anak yang tampak frustasi itu, Tiara kemudian menepuk-nepuk punggung nya hingga batuk nya mereda.


" Minum ini.." langsung menyodorkan botol minum, Tiara kemudian menghela nafas lega.


Namun, belum sempat ia mengeluarkan nafas lega nya sepenuh nya, ia kemudian merasakan tangan nya yang sedang menyodorkan botol itu di tepis hingga mengakibatkan botol itu terjatuh dan isinya tumpah sedikit.


Melihat itu, amarah Tiara tampak meluap. sembari mengambil botol yang terjatuh dari tangan nya itu, Tiara meraih kerah anak itu dengan sebelah tangan dan kemudian memarahi nya.


" Dasar orang gila. apa yang kamu lakukan hah? apa kamu mau mati dengan menggantung diri seperti itu?


Dimana otak mu hingga mau melakukan nya..?"


Mengucapkan itu semua dengan sekali nafas, hingga membuat nafas Tiara sedikit tersengal.


" Apa urusan mu dengan itu hah,.. iya. aku adalah orang gila dan aku mau mati. lalu apa hubungan nya dengan mu.." membalas ikut berteriak.


Melihat orang yang sudah di tolong nya kembali membalas nya dengan nada yang lebih tinggi, Tiara akhirnya tidak bisa mengontrol amarah nya.


PLAK


Sebuah tamparan yang kuat mendarat di pipi anak laki-laki itu.


" Kalau kamu mau mati, setidak nya jangan disini. karna akan sangat mudah di temukan oleh orang lain. kalau kamu mau mati, pergilah ke suatu tempat yang orang lain tidak akan pernah bisa melihat mu lagi." Setelah mendaratkan sebuah tamparan, Tiara kemudian melepaskan kerah anak itu dan langsung menghempaskan nya ke tanah.


" K..kamu barusan menam..menamparku??"


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2