Tiara

Tiara
Melepas rindu


__ADS_3

"Papa menyayangi kamu dengan caranya, walau dia tidak pernah mengucapkannya tapi Mama yakin dia sangat kehilangan kamu. Maafkan Mama dan Papa sayaaaang" pinta Bu Bambang dengan memelas.


Bintang kembali menatap ke arah istrinya untuk meminta dukungan, lagi - lagi Tiara tersenyum penuh kasih kepada suaminya.


Bintang mencium tangan Mamanya yang ada di dalam genggamannya.


"Aku sudah memaafkan Mama. Bukan hanya Mama yang salah, aku juga salah sudah menjadi pembangkang dan meninggalkan kalian" jawab Bintang.


"Tidak sayang.. kami yang salah terlebih Papa. Mau kah kamu berjanji untuk memaafkan Papa juga?" pinta Bu Bambang.


"Aku sudah memaafkan semuanya Ma, makanya pada saat aku menikah kemarin aku pulang ke rumah. Aku sudah berjanji pada Tiara di awal pernikahan kami untuk membenahi hubungan aku dengan Mama dan Papa dan akan mengenalkan anak dan istriku kepada kalian. Ternyata tanpa aku ketahui kalian sudah saling mengenal duluan" jawab Bintang.


"Allah memberi jalan lain sayang.. Kami terlebih dahulu jatuh hati kepada anak kamu sebelum kamu mengenalkannya kepada kami. Mama sangat senang ternyata Tiaralah istri kamu" ungkap Bu Bambang.


"Tiara banyak membantu aku memperbaiki diri Ma. Termasuk merubah cara ibadahku kepada Allah. Aku sangat beruntung mendapatkan istri sebaik dia" Bintang menatap lembut wajah istrinya.


"Kami yang beruntung Mas sudah bertemu kamu kembali" balas Tiara.


Tak lama pelayan Restoran datang dengan membawa hidangan yang sudah di pesan Tiara sebelumnya.


"Maaf ya Ma, menunya sudah aku pesan duluan sebelum Mama datang biar cepat datangnya. Kalau gak sesuai dengan selera Mama kita pesan lagi" ujar Tiara begitu makanan sudah terhidang di atas meja.


"Nggak usah Tiara, Mama suka semua kok" jawab Bu Bambang.


"Kamu sebelumnya kok gak bilang sama aku sih yank kalau Mama mau datang? Kan tadi bisa pesan makanan kesukaan Mama" ucap Bintang.


"Kan mau buat kejutan untuk kamu Mas" jawab Tiara sambil tersenyum.


"Mama yang menyuruh Tiara untuk merahasiakannya. Mama takut kalau kamu tau akan bertemu dengan Mama nanti kamu mengelak dengan berbagai alasan. Mama kan sudah kangen banget sama kamu" sambut Bu Bambang.


"Nggak lah Ma, aku kan sudah lama ingin berdamai dengan Papa dan Mama hanya waktunya saja yang belum tepat. Yuk makan Ma" ajak Bintang.


Mereka mulai menikmati makan siang bersama sambil bercerita dan berbincang. Sesekali Bu Bambang tertawa bersama anak dan cucunya ketika bercanda.


Bu Bambang melupakan sesuatu, dia. menghubungi supirnya untuk mengantarkan barang yang tertinggal di dalam mobil ke dalam Restoran.


"Mang Kardi tolong antarkan bungkusan yang tadi saya bawa di dalam mobil. Langsung masuk ke ruang VIP an. Tiara ya" perintah Bu Bambang.

__ADS_1


"Baik Nya" jawab supir Bu Bambang.


Tak lama supir tersebut datang dan masuk ke ruang VIP. Alangkah terkejutnya Mang Kardi ketika melihat siapa pria yang ada di hadapannya.


"Den Bintang?" ucap Mang Kardi.


Bintang tersenyum dan langsung memeluk Mang Kardi.


"Mang Kardi apa kabar? Lama banget gak ketemu" ucap Bintang sambil memeluk Bintang.


Mang Kardi adalah supir keluarga di rumah Bu Bambang. Dulu tugas Mang Kardi adalah mengantar dan menjemput Bintang kemana saja. Mang Kardi juga yang mengajari Bintang belajar nyetir saat Bintang SMU.


Bintang sudah menganggap Mang Kardi sebagai keluarga setelah Bik Sumi. Begitu juga Mang Kardi sudah menganggap Bintang sebagai anaknya. Dia sangat menyayangi Bintang.


Saat Bintang pergi, Mang Kardi lah yang di tugaskan oleh Pak Bambang untuk mencari Bintang kemana saja. Ketempat - tempat yang biasa sering di datangi Bintang. Ke rumah teman - temannya dan keliling kota Jakarta.


Tapi sayang pencariannya berakhir karena Pak Bambang marah besar kepada Bu Bambang. Pak Bambang marah karena Bintang sendiri yang memilih pergi dari rumah jadi tidak perlu dicari - cari dimana keberadaannya.


"Alhamdulillah baik Den Bintang. Ya Allah Deeen... kamu sudah dewasa sekali, tampan dan gagah. Mang Kardi senang sekali bertemu kamu lagi" tanpa Mang Kardi sadari air matanya jatuh perlahan.


"Aku juga kangen sama Mang Kardi. Gimana anak dan istri Mamang, sehat?" tanya Bintang.


"Waah hebat banget, nanti kalau sudah selesai kuliahnya suruh melamar ke kantor aku ya. Nanti akan aku jadikan orang kepercayaanku" perintah Bintang.


"Baik Den, terimakasih" balas Mang Kardi


"Silahkan duduk Mang, yuk makan bereng kami" ajak Bintang.


"Duduk aja Mang" sambut Bu Bambang.


"Ini Nyah pesanan yang Nyonya pinta" Mang Kardi memberikan bungkusan yang diminta majikannya lewat telepon tadi.


"Eh iya, makasih Mang. Sayang ini oleh - oleh dari Oma untuk kamu" Bu Bambang menyerahkan bungkusan yang tadi dia beli di jalan.


"Apa ini Oma?" tanya Tegar


"Buka donk, biar kamu tau apa isinya" jawab Bu Bambang.

__ADS_1


Tegar membuka bungkusan yang diberikan Bu Bambang. Alangkah senangnya Tegar ketika melihat ada mainan baru yang diberikan Oma nya untuk dia.


"Waaah... Mainan. Makasih Oma" ucap Tegar.


"Sama - sama sayang. Kamu suka?" tanya Oma Tegar.


"Suka sekali" jawab Tegar ceria.


Mang Kardi melihat dengan penuh tanda tanya.


"Kenalkan Mang ini istriku Tiara dan ini putraku Tegar" Bintang memperkenalkan anak dan istrinya kepada Mang Kardi.


"Anak Den Bintang mirip banget ya seperti Den Bintang waktu kecil" ucap Mang Kardi.


"Semua bilang begitu Mang, dia sepertinya duplikat aku" jawab Bintang.


Mereka semua tertawa.


"Mang nanti di rumah jangan cerita - cerita sama Bapak ya kalau kita di sini untuk ketemu Bintang. Kalau Bapak nanya bilang saja kita ketemu Tiara dan Tegar" ucap Bu Bambang.


"Baik Nyah, saya mengerti" sambut Mang Kardi.


"Yuk Mang Kardi makan, sekalian Mang Kardi kan belum makan" ajak Bintang.


Mang Kardi sangat senang menyaksikan anak majikannya itu kini sudah sangat dewasa, sudah memiliki keluarga lengkap. Anak dan istrinya kelihatan bahagia, Bintang juga terlihat sangat bahagia.


Syukurlah Den akhirnya kamu bahagia. Aku selalu sedih dulu melihat kamu yang selalu kesepian di depan pintu menunggu Papa dan Mamamu pulang. Kamu diam dalam tatapanmu tapi aku tau kau dulu sering menangis.


Aku sering melihat di sekolah kau selalu melihat teman - temanmu yang selalu di antar dan di jemput oleh Papa Mama mereka.


Kau selalu menangis sepulang terima raport ataupun perpisahan sekolah karena hanya kamu sendiri yang bertemankan Bik Sumi, sementara teman - temanmu yang lain didampingi oleh orang tuanya.


Sekarang kau terlihat mudah tersenyum dan tatapanmu penuh binar kebahagiaan. Semoga kau bahagia terus Den dan lupakanlah masa lalumu yang begitu sepi.


Kini hidupmu sudah sempurna. Doa Mamang semoga Aden terus bahagia. Aamiin.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2