Bukan Istri Yang Sempurna

Bukan Istri Yang Sempurna
epilog


__ADS_3

aku nia... seorang ibu rumah tangga yang di sibukkan dengan mengurus anak Perempuanku. anak yang baru beranjak ke usia 2 tahun, aku yang hanya lulusan SMA tidak bisa mendapatkan kerja yang bagus.


hari-hari yang ku jalani terasa berat, karena aku hanya tinggal bersama anak ku. sedangkan suamiku kerja di luar kota, dan kerjaannya yang mengharuskan dia pulang satu tahun sekali.


terkadang aku merasa kesepian, saat membutuhkan tempat untuk berbagi,bercerita..


tapi.. sayangnya... suamiku sangatlah sibuk dengan pekerjaannya.


aku bersyukur karena dia pekerja keras, tapi aku pun juga membutuhkannya.


aku yang harus mengubur dalam-dalam segalanya, entah itu tentang hati ku atau pun tentang yang lain.


hingga di mana suamiku tak bisa untuk pulang dalam jangka yang panjang, hati ini terasa sesak dan terkadang bernafas pun tak mampu.


setiap menelpon nya ingin sekali aku bercerita kepadanya, tapi hati ini selalu tertahan saat melihat wajahnya yang terlihat lelah.

__ADS_1


aku berusaha untuk tidak membuatnya marah atau merasa tak nyaman, tapi tetap saja aku tak bisa. aku selalu saja menjadi alasan kenapa dia selalu emosi atau merasa tak nyaman.


terkadang aku merutuki diriku sendiri yang tak bisa menjadi yang terbaik untuk suamiku, hingga dia selalu saja tak nyaman saat berbicara padaku.


saat hati ini ingin sekali berteriak kalo aku membutuhkannya juga, tapi itu hanya sampai di otakku dan tak bisa keluar dari mulutku ini.


sampai-sampai yang aku pikirkan tentang diriku adalah aku perempuan yang tak tau diri, yang tak punya bakat apa pun yang bisa di bangga kan.


di saat aku memberanikan diri untuk krim pesan lewat aplikasi WhatsApp bahwa aku merindukan, hati ini kembali teriris saat dia hanya melihatnya dan tak merespon apa pun.


airmataku pun jatuh tanpa permisi, bahkan sudah sangat deras membasahi pipiku.


apakah aku tak pantas untuk dirinya??


itu yang setiap malam aku utarakan kepada TUHAN. tapi aku pun bingung dengan cara Tuhan, kenapa dia menumbuhkan rasa sayang yang sangat begitu dalam, hingga berpaling darinya saja pun aku tak sanggup.

__ADS_1


jika boleh memilih, aku ingin tidak bertemu dirinya, ingin tak mengenalnya apa lagi sampai harus mencintainya. entah mengapa hanya itu yang aku pikirkan.


toksik.. benar-benar sudah toksik dalam hubungan kami, aku bertahan untuk anakku yang sangat aku cintai. yang ku kandung selama sembilan bulan, melewati berbagai trisemester dengan seorang diri.


yaa... memang kami selalu LDR hingga anak kami lahir.


saat aku akan melahirkan pun aku sendiri, saat merasa sakit seperti ingin patah tulang.


aku menggigit bibirku menahan sakit, karena suamiku tak bisa pulang dengan cepat dan aku hanya di temani oleh keluarga dari suamiku.


saat aku sangat-sangat membutuhkannya, dia tak bisa karena keadaan.


apakah itu bertanda kalau aku memang tak untuk dirinya??


aku menyembunyikannya jauh di lubuk hatiku, karena rasa sayang ini lebih besar dari rasa penyesalan ku.

__ADS_1


aku tak tau apa maksud Tuhan memberikan rasa ini untukku, yang pasti aku selalu merindukannya walau hati ini memberontak tak ingin.


sekarang yang aku harapkan adalah dia bisa melihat aku dan anaknya yang selalu setia menunggunya untuk pulang.


__ADS_2