
hari demi hari aku lalui bersama anakku, semakin hari putri kecilku ini semakin lincah, pintar dan tak bisa diam di suatu tempat.
setiap harinya aku akan selalu di buat pusing tapi diri ini sangat menikmati status sebagai ibu. terkadang hati ini berat ingin melepas semuaunek-unek yang bersarang di dalam hati, tapi aku tak berani untuk mengungkapkan pada dirinya, entah apa yang aku rasakan semakin hari semakin membuatku tak berdaya.
anakku sekarang sudah bisa bicara, berlari, bermain dan masih banyak hal lagi dia bertumbuh dengan begitu cepat membuatku semakin merasa sempurna sebagai seorang ibu.
di balik semua yang ku nikmati ini, aku selalu menunggunya tanpa berbicara dan menyimpan semuanya dengan rapi. saat dia meneleponku saja hati ini sudah sangat senang, sangat bahagia. aku sangat merindukannya, Merindukan sosoknya bersama denganku, Merindukan dekapannya. tapi semua itu hanya bisa aku bayangkan saja, keadaan memaksaku untuk bertahan dengan segala yang mengganjal di hati.
aku ingin senyuman itu ada lagi untukku, tawa yang dulu sering aku liat, kelembutan yang kau berikan. sekarang itu hanya sebuah hayalan yang tak akan terjadi.
bagaikan Bungan yang bersemi di tepi jurang, yang berusaha untuk bertahan dalam situasi apapun.
aku mencintainya... sangat mencintainya...
bahkan lebih dari diriku sendiri, hingga aku tak peduli atas kehidupanku.
apakah itu cinta yang baik??
apakah dia bisa merasakannya??
entahlah... yang pasti itulah perasaan ku.
setiap malam airmataku jatuh tanpa aku sadari, hatiku sudah sangat merindukannya, ragaku sudah sangat lelah, tapi hariku masih sangat kuat menantinya.. ingin terus menantinya apa pun keadaannya..
mungkinkah dia merasakannya juga??
__ADS_1
merasakan hari ini selalu menantinya, menanti kepastiannya...
impian yang kami impikan..
bukan kami, tapi aku lebih tepatnya aku yang memimpikan untuk hidup bersamanya...
hingga kamu menua bersama, melalui banyak hal bersama-sama.
yang selalu dia katakan saat aku menelponnya berulang kali, "aku sibuk"...
kata-kata itu selalu berhasil mematahkan semangat dan hatiku.
seperti luka yang tak berdarah, aku merasakan sakit yang begitu besar hingga aku tak sanggup untuk menampungnya.
dia tak akan suka melihat atau mendengar aku menangis, tapi hati ini sudah tak sanggup untuk menampung segalanya.
aku di sini menanti dirinya, dengan sepenuh hati.. bisakah aku mengunjungimu??
bisakah aku tinggal bersamamu di sana?..
aku merindukan dirimu, sangat merindukanmu..
...kau suamiku yang selalu aku banggakan, selalu aku ingin melihatmu, ingin memelukmu dan mendekapmu......
...ingin bercerita segala hal yang ingin aku ceritakan, mengeluarkan segalanya......
__ADS_1
taukah kamu... aku sangat merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu....
anakku seperti dirimu, saat aku melihatnya segalanya seperti dirimu yang versi perempuan. aku menikmati peranku, peran yang aku inginkan dalam hidupku.
saat melihatnya senyum, hatiku bahagia melihat anakku bermain, tertawa di setiap saat.
Hay suamiku...
aku merindukanmu.. aku sangat merindukanmu...
entah kapan aku akan bisa bertemu denganmu?
taukah kamu.. aku di sini menantimu dengan hati yang selalu yakin dan teguh...
hari-hari ku jalani dengan selalu berdoa untukmu..
merindukanmu adalah hal yang selalu ada di hati ini.
bahkan hari ini pun aku merindukanmu...
tanpa cela, setiap hari aku selalu merindukanmu...
apakah kau merasakannya ??...
apakah kau tau bahwa aku sangat ingin bertemu denganmu..
__ADS_1