
“Tidak kok, Ma. Tante Aisyah juga pasti akan mengerti apa yang dilakukan Mama,” ucap Hanif mencoba menenangkan mamanya.
“Syukurlah jika memang seperti itu,” sahut Mama Aida. “Bagaimana kalau Firly menceritakan hal tadi pada keluarganya, pasti semua orang akan menghina Kinan karena sudah menjadi wanita yang tidak baik. Dia suka sekali mengganggu ketenangan orang."
“Mama tenang saja, aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Aku akan berusaha keras agar Kinan tidak tersakiti. Aku sudah sejauh ini, tidak akan aku biarkan orang lain menghancurkannya begitu saja."
Mama Aida tersenyum melihat semangat yang Hanif tunjukkan. Dia bersyukur putranya memilih wanita yang tepat, jadi Mama Aida tidak harus berdebat seperti teman-temannya yang lain. Saat menantu pilihan putranya tidak cocok dengan pilihan orang tua. Sebelumnya dia juga khawatir karena Hanif tidak pernah dekat dengan wanita.
Mama Aida takut akan sangat sulit bagi putranya untuk berhubungan dengan wanita. Beberapa kali juga dia pernah memperkenalkan anak dari temannya. Namun, Hanif sama sekali tidak merespon. Selalu penolakan yang Mama Aida dapat. Saat pertama kali Hanif mengajukan seorang gadis, tentu saja dia sangat setuju karena pilihannya sangat tepat.
Siang telah berganti malam. Tinggal menuju detik-detik acara akan dimulai. Seluruh keluarga juga sudah datang memenuhi tempat yang akan diadakannya acara pertunangan. Hanya keluarga inti yang berkumpul di ruang khusus keluarga.
Para tamu dibuat takjub dengan dekorasi ruangan yang begitu mewah. Padahal ini hanya acara sederhana dan di tempat yang tidak terlalu besar. Namun, cukup membuat semua orang terkesima. Hanif yang sedang berjalan memasuki ruangan juga ikut terkejut melihat dekorasi ruangan.
Pria itu bisa memastikan jika ini pasti ulah mamanya. Tidak dipungkiri jika dia juga menyukainya, sedangkan Kinan yang masih berada di ruangan, kini tampak gugup. Apalagi saat mendengar cerita kakaknya jika di luar tampak sangat luar biasa megahnya.
“Kinan, ayo kita keluar!” ajak Mama Aisyah.
“Aduh, Ma. Aku takut, bagaimana, dong!”
Mama Aisyah menggenggam telapak tangan putrinya. Dia sangat tahu jika gadis itu tengah gugup. Wanita paruh baya itu memberi beberapa nasihat. Kinan mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir wanita yang sudah melahirkannya itu.
__ADS_1
Gadis itu mencoba mengikuti arahan dari mamanya agar tenang. Setelah keadaan Kinan mulai membaik, Mama Aisyah mengajak putrinya untuk keluar karena acara akan segera dimulai. Perlahan tapi pasti, Kinan dan mama Aisyah melangkah menuju tempat yang sudah disediakan. Tampak keluarga Hanif berada di seberang.
Kedatangan Kinan sudah pasti menjadi bahan perhatian semua para tamu, tidak terkecuali Hanif sendiri. Pria itu begitu terpukau dengan kecantikan calon tunangannya itu. Gadis itu memang jarang sekali memakai make up. Tentu saja kali ini tampilannya membuat dia bertambah cantik, lain dari hari biasanya.
Rasa gugup yang sempat hilang, kini Kinan rasakan kembali. Telapak tangannya juga berkeringat. Mama Aisyah yang berada di sampingnya berusaha untuk menenangkan gadis itu.
“Jangan dipandang terus, belum halal,” bisik Papa Wisnu membuat Hanif menundukkan kepala.
Andai saja Hari ini adalah hari pernikahannya, pasti Hanif akan sangat merasa bahagia. Dia bisa menikmati waktu bersama dengan sang istri. Sementara itu, di barisan belakang keluarga Papa Wisnu, Firly menatap tidak percaya pada gadis yang sedang menjadi pusat perhatian para tamu. Itu bukanlah wanita yang ditemuinya tadi siang, bagaimana mungkin bisa seperti itu.
Saat Firly melihat ke arah keluarga mempelai wanita, barulah dia melihat ada seseorang yang wanita itu temui. Seseorang yang mengaku hamil anak Hanif, ternyata sedang duduk di belakang pengantin wanita. Dia baru sadar jika dirinya sudah dikerjai oleh mereka.
Pantas saja keluarga Hanif masih tetap melangsungkan acara pertunangan ini. Padahal sudah jelas-jelas Firly mengatakan apa yang dia ketahui. Telapak tangan wanita itu mengepal karena sudah merasa dibodohi oleh mereka. Dia tidak akan memaafkan mereka.
“Memang apa yang bisa aku lakukan. Kamu selalu mengawasiku ke mana pun aku pergi."
“Tentu saja, termasuk kedatanganmu ke rumah keluarga mereka tadi siang, jadi jangan coba berbuat macam-macam. Untung saja kamu tidak membuat masalah lebih besar. Jika sampai itu terjadi, bukan cuma kamu yang hancur, tapi juga keluargamu.”
Firly diam tidak menanggapi ucapan sang suami. Matanya hanya fokus pada wanita yang saat ini berada di tengah-tengah acara. Tidak lain adalah calon pengantin wanita. Dalam hati ada rasa iri karena gadis itu bisa mendapatkan hati Hanif, sementara dia yang sudah bertahun-tahun hanya gigit jari.
Acara berlangsung dengan hikmat. Semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kedua keluarga juga merasa terharu dengan apa yang sudah terjadi hari ini. Mereka senang melihat anak-anak bahagia.
__ADS_1
“Aku tidak menyangka jika kalian sekeluarga telah mengerjaiku,” ucap Firly dengan pelan saat mendekati Zayna, ibu hamil itu sedang menikmati makanan seorang diri.
“Mengerjai? Mengerjai apa?” tanya Zayna seolah-olah dia tidak tahu apa-apa.
“Kamu tidak usah berpura-pura bodoh. Kamu sangat tahu apa yang aku maksud.”
“Aku benar-benar tidak tahu apa maksudmu. Jika yang kamu maksud adalah kejadian tadi siang, seharusnya kamu pikir-pikir kembali, apa saja yang sudah aku katakan tadi. Apakah aku pernah mengatakan jika aku ini adalah Kinan? Apa aku juga mengatakan jika anak dalam perutku ini anak Hanif? Aku rasa kamu sendiri yang berasumsi seperti itu. Jangan salahkan orang lain jika caramu berpikir sangat lemah," ujar Zayna dengan tenang.
“Apa kamu bilang? Ka—“
“Jangan tinggikan suaramu di sini. Ini bukan wilayahmu, sudah pasti kamu akan kalah. Jangan coba-coba untuk menakutiku karena aku tidak takut pada siapa pun. Termasuk pada wanita sepertimu. Lebih baik kamu urus saja keluargamu, tidak perlu repot mengurusi keluarga orang lain jika kamu masih ingin selamat. Aku sudah memperingatkanmu, jangan sampai menyesalinya.” Zayna berjalan dengan pelan meninggalkan Firly yang sedang kesal.
Firly penasaran, sehebat apa wanita tadi hingga bisa mengancamnya seperti itu. Selama ini tidak pernah ada yang berani mengancamnya. Sekarang bisa-bisanya wanita itu berbicara dengan angkuh.
“Kamu ingin tahu siapa dia? Coba buka ponsel kamu dan cari di kolom pencarian dengan nama Ayman respati. Kamu akan menemukan jawabannya di sana,” bisik suami Firly yang kemudian meninggalkan istrinya.
Wanita itu menatap punggung sang suami yang menjauh, kemudian mengikuti perintah suaminya. Betapa terkejutnya Firly setelah tahu siapa wanita yang diajak berbicara tadi. Sepertinya akan sangat sulit mengalahkan wanita tadi. Jika pun dia tetap nekat, maka sudah pasti akan ada yang hancur di keluarganya. Mengingat betapa besarnya pengaruh Ayman dalam dunia bisnis.
Pria yang bisa membalikkan keadaan dengan begitu mudah. Apalagi jika menyangkut keluarganya. Dia pasti tidak akan pandang bulu.
.
__ADS_1
.