Istri Sambung

Istri Sambung
Amnesia Bohongan


__ADS_3

Brian, Sandra dan Yolan datang ke pesta sahabat Brian. Kedatangan mereka menarik semua mata untuk memandang mereka.


"Mas, aku malu dilihatin semua orang." bisik Sandra sambil terus berjalan dan tetap memegang lengan Brian.


"Kamu adalah bidadari yang tersembunyi, wajar saja mereka melihat mu mereka kagum." ucap Brian sambil tersenyum.


Brian pun di sapa oleh sahabatnya yang mengudang.


"Selamat datang Brian, terimakasih sudah menyempatkan diri datang." Raka pun merangkul Brian tak lupa menyapa Yolan.


"Yolan, cium om dulu, om kangen banget dengan Yolan." tanpa hitungan Yolan langsung mencium pipi Raka. "Om Raka, Yolan juga kangen."


"Oo iya, mana yang mau kamu kenalkan padaku Brian?"


"Ada kok, sayang jangan sembunyi, ini kenalkan temanku." Sandra yang berada dibelakang Brian pun keluar dan menampakkan wajahnya.


"Dia..." Wajah terkejut Raka nampak, saat melihat Sandra ada di samping Brian.


"Iya dia Sabrina, istriku."


"Bu-bukaannya dia sudah?"


"Dia masih hidup, dan sekarang ada didepan mu, tapi sayang dia mengalami amnesia." Jelas Brian.


"What?! apa mas Brian bilang, aku amnesia. Sejak kapan itu. Aku merasa aku baik-baik saja dan aku masih normal. Atau jangan-jangan dia sengaja memanfaatkan aku. Awas saja kalau sampai tebakanku benar." gumam Sandra.


"Dan ini Raka siapa, gak mungkin kan Raka kekasih Sabrina, Apakah aku juga aku harus pura-pura, agar tau hubungan mereka? ayo Sandra kita mulai permainan ini sekarang siapa yang kalah dia yang keluar dari permainan." Sabrina menantang dirinya sendiri untuk masuk hubungan rumit Sabrina.


"Malam." sapa Sandra pada Raka.


"Sabrina, apa kau tak mengenalku?"


"Eemmmm, aku baru ingat, kita kemaren sempat tabrakan, iya kan."


"Iya, benar sekali" Saut Raka sedikit ragu.


"Sekali lagi,aku minta maaf, waktu itu aku benar-benar gak sengaja."


"Iya gak papa."


"Kalian sudah pernah bertemu?" tanya brian.

__ADS_1


"Gak sengaja, sudahlah kita nikmati saja pestanya." Ajak Raka.


"Oya, Sabrina kamu bisa bawa Yolan kebelakang disana Yolan sering bermain saat kamu ajak kesini, kamu masih ingat kan?" Sabrina pun menggelengkan kepala memberikan jawaban mengecewakan pada Raka.


"Baiklah biar aku antar." sedangkan Brian sedang ngobrol dengan teman-temannya.


Raka menggendong Yolan dan diikuti Sandra dari belakang. Setelah sampai Yolan langsung bermain dengan mainan kesukaannya.


"Sabrina, apa kamu lupa dengan semua ini. kamu yang merencanakannya buat Yolan."


"Aku..." Sandra menunjuk dirinya sendiri.


"Apakah aku sedekat itu denganmu."


"Apa kamu benar-benar lupa semuanya, baiklah aku akan membantumu mengingatnya pelan-pelan. Yang jelas aku sangat bahagia, kamu kembali Sabrina." Raka mencoba memeluk Sandra namun ditepisnya.


"Maaf, aku sudah punya suami, tidak pantas kamu memelukku."


"Baiklah. Maafkan aku, kalau begitu temani Yolan, aku harus menemui tamu undangan dulu." Raka pun pergi meninggalkan Sandra dan Yolan.


Sandra lebih memilih duduk bersama Putrinya. Setelah cukup lama Yolan bermain, Yolan pun mulai bosan.


"Mam..."


"Yolan bosan, bermain terus."


"Kalau gitu kita pulang ya mam?"


"Baiklah, ayo kita bilang papa." Sandra dan Yolan pun menghampiri Brian.


"pa, ayo pulang, Yolan bosan disini."


"Baik sayang, papa pamit dulu sama teman papa ya" Brian pun pamit kepada yang lain untuk pulang terlebih dahulu.


Akhirnya merekapun pulang, tidak ada yang spesial dari pesta itu, namun sekarang semua orang telah mengenalnya sebagai Sabrina,


Diperjalanan Yolan sudah tertidur dipangkuan Sandra.


Segera setelah sampai kamar Yolan langsung ditidurkan di ranjang, dan Brian memilih duduk santai di sofa sambil menonton tv.


Sandra yang sudah berganti pakaian memandang Brian dari kejauhan.

__ADS_1


"Sekarang aku adalah Sabrina, dan aku sudah masuk dalam permainan ini, entah siapa yang memulai, aku akan ikut alurnya, masalah lainnya biar berjalan sesuai alurnya. Maafkan aku Sabrina aku harus memerankan dirimumu yang sudah kau buat. Aku tak tau walaupun hubungan ini terlarang karena aku belum menjadi istrinya. Aku akan tetap malakukan itu, toh sekarang ada anaknya dalam rahimku. Aku juga tak perduli jika mas Brian hanya memanfaatkan aku kerena kemiripan kita aku akan ikuti permainannya.


Sandra pun menghampiri Brian yang masih menikmati hiburan di tv.


"Mas..."


"Belum tidur sayang?" aku belum bisa tidur ."Sandra duduk samping Brian dan menyandarkan kepalanya di bahu Brian.


"Maafkan aku mas, jika selama ini, aku tidak bisa menjadi istri yang baik."


"Apa maksudmu sayang? bagaimana pun sikapmu padaku, aku selalu memaafkan mu."


"Mas, kamu bilang kalau aku istrimu, walaupun aku tidak ingat kapan aku menikah denganmu tapi mulai sekarang aku janji akan menjadi wanita yang kamu inginkan, aku takkan mengecewakan."


"Apa itu benar sayang, dan janji takkan menolak permintaan mas." Sandra hanya mengangguk.


Brian pun mengangkat dagu Sandra dan langsung mendaratkan ciuman di bibir merah Sandra. Awalnya Sandra masih sangat kaku dan baru kali ini juga dia dengan rela memberikannya, namun setelah mendapat dorongan dari Brian, Sandra pun mengikuti permainan Brian, sesaat Brian menghentikan permainan bibirnya.


" Sayang apa kamu mau, jika tidak aku takkan memaksa?" tanya Brian dan Sandra pun mengangguk, membuat Brian tersenyum mendapatkan persetujuan Sandra.


Brian pun kembali menyusuri tubuh Sandra yang diberikan dan tidak mendapatkan penolakan, Sandra hanya menikmati setiap serangan bibir dan tangan Brian yang menjarah seluruh tubuhnya.


Sandra sudah hanyut dalam belaian Brian, yang terus menjamah tubuh sensitif Sandra, tak ada sedikitpun yang lepas dari jelajahan Brian.


Kini Sandra benar-benar menyerahkan seluruhnya pada Brian yang telah menitipkan benih di rahim nya, Sandra sudah pasrah hanya suara-suara tertahan yang terdengar.


Brian kini sudah benar-benar siap untuk memberikan kepuasan lebih untuk Sandra dan siap menghujam milik Sandra. Berlahan namun pasti Brian menyatukan miliknya dengan Sandra, sedangkan Sandra hanya bisa mencengkeram punggung Brian setiap serangan Brian. Kini tubuh merekapun bersatu dalam malam, ruangan yang ber AC pun terasa panas,membuat bulir-bulir keringat bercucuran, Dan suara tertahan yang mengisi ruangan, tak mampu mengeluarkan karena takut Yolan bangun.


Cukup lama, mereka bersatu, Sandra yang sudah tak berdaya tetap mendapatkan serangan dari Brian yang belum tuntas, sampai akhirnya Brian mencapai puncaknya dan kembali menyiram rahim Sandra dan roboh di samping Sandra.


"Terimakasih sayang, malam ini sudah memuaskan ku dan aku benar-benar puas, aku ingin kamu tetap seperti ini, dan jadilah wanita yang setia." ucap Brian diiringi deru nafas yang memburu disisa tenaganya.


"Tubuhku, seutuhnya adalah milikmu,kamu boleh lakukan apapun padaku, asalkan kamu jangan tinggalkan aku."


"Aku takkan pernah meninggalkan mu sayang, apa kau siap menjadi istriku seutuhnya?"


Belum sempat menjawab, Brian pun kembali menciumi bibir Sandra.


Setelah pergulatan itu, Brian dan Sandra tidur menemani Yolan, walaupun dalam kelelahan dan kepuasan.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


😱😱OOOHHH, Maafkan author, part ini Pikiran Author lagi mesum. Maafkan Author Ya🙏🙏🙏 please 🤭🤭 Jika pikiran kalian ternodai 🙏


__ADS_2