Istri Sambung

Istri Sambung
Part 21


__ADS_3

Aroma masakan yang wangi menyeruak masuk ke dalam hidung Brian yang tengah menuruni anak tangga dan sudah berpakaian.


"Pagi sayang." Sapa Brian sambil memeluk istrinya dari Belakang yang masih mengenakan celemek dengan tubuh yang bau masakan.


"Mas, jangan ganggu aku, nanti gak selesai buat sarapannya." Protes Sandra yang terus menggangu dirinya.


"Aku akan terus menggangu mu sampai kamu berhenti memasak. Apa gunanya aku mempekerjakan pelayan kalau kamu masih berkerja di dapur lebih baik aku pecat mereka." Ancam Brian.


"Jangan mas, jangan lakukan itu. Baiklah biar bibi yang melanjutkannya. Sekarang lepaskan, aku mau melepas celemek ini dulu."


"Biar aku bantu. " Brian pun membantu Sandra melepaskan celemek lalu mengajaknya duduk di meja makan.


Brian begitu memanjakan Sandra, Tak mengizinkan istrinya itu melakukan aktivitas yang dianggap bisa membuatnya lelah, selain itu untuk menjaga anak kembarnya yang masih dalam kandungan yang butuh pengawasan ekstra.


"Hari ini jadwal periksa kandungan, tapi maaf hari ini aku tidak bisa menemani, karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Nanti jangan lupa laporkan semua hasil pemeriksaan, tidak boleh ada yang di sembunyikan." Titah Brian yang hanya bisa Sandra anggukan.


Setelah sarapan Brian pun pamit untuk pergi ke kantor dan seperti biasa Sandra akan mengantarkannya sampai depan pintu dan meminta suaminya untuk mengusap perutnya sebelum pergi.

__ADS_1


Setelah suaminya pergi, Sandra pun bergegas bersiap untuk pergi ke klinik sesuai jadwal yang sudah di atur sebelumnya dengan dokter Obgyn untuk memeriksa kandungannya yang butuh pengawasan, karena salah satu janinnya memiliki masalah.


Sebelum menuju ke klinik, Sandra meminta sopir mengantarkannya ke baby shop untuk membeli beberapa pakaian bayi yang lucu-lucu.


"Nyonya masih lama gak belanjanya di sini?" tanya sopir.


"Memangnya kenapa pak? aku gak bisa memperkirakan cepat atau lambat, karena ini juga kesempatan bisa belanja dengan bebas." jawab Sandra.


"Kalau begitu saya tinggal sebentar ya nyonya, mau mengisi BBM dulu. takutnya nanti ngantri panjang dan nyonya gak nyaman." jelasnya dan Sandra pun mengiyakan dan membiarkan sopirnya pergi.


Sandra segera masuk ke dalam baby shop untuk melihat - lihat baju yang lucu-lucu dan membuat Sandra ingin memborongnya.


"Baik mbak, akan saya siapkan, mohon di tunggu sebentar." pelayan toko itu pun segera menyiapkan baju bayi yang diinginkan Sandra dan Sandra pun segera membayarnya menggunakan kartu debit yang diberikan Brian padanya.


Setelah selesai belanja Sandra mengira jika sopirnya susah kembali namun ternyata belum ada tanda-tandanya dan di saat bersamaan, sebuah tangan meraih pergelangan tangan Sandra hingga ia terkesiap.


"Sabrina, aku ingin bicara padamu. Tolong beri aku waktu sebentar saja untuk bicara." ucap Raka yang entah dari mana tiba-tiba sudah berada di samping Sandra.

__ADS_1


"Lepasin, Aku tidak kenal kamu." Ucap Sandra seraya berusaha menepis tangan Raka yang mencengkramnya dengan kuat.


"Aku gak akan melepaskan kamu, sebelum aku mendapatkan jawabannya. Sekarang ikut aku. Kita selesaikan semua ini." Raka menarik tangas Sandra dengan kasar, tak perduli dengan kondisi Sandra yang tengah hamil dan segera membawanya masuk kedalam mobil dan pergi dari baby shop.


Sepanjang perjalanan, Sandra terus memalingkan wajahnya tak ingin melihat Raka, namun Raka malah sesekali mengusap pucuk rambut Sandra dengan mesra.


"Antarkan aku pulang, aku harus pergi ke klinik." pinta Sandra.


"Sayang, apakah kamu benar-benar melupakan semuanya. Ikutlah denganku aku akan menunjukkannya sesuatu agar kamu ingat siapa aku." Brian pun tetap membawa Sandra sesuai rencana.


Di sisi lain, sopir Sandra kembali dan mendapati sudah tidak ada Sandra. Sopir itupun segera laporkan pada Brian dan menjelaskan apa yang terjadi.


Mendengar laporan sang sopir yang di percaya untuk mengantarkan istrinya membuat Brian menjadi cemas, ia pun segera meninggalkan semua pekerjaan dan segera mencari istrinya.


Berulang kali Brian menghubungi nomor ponsel Sandra namun tak satu panggilan pum yang diangkat, hingga akhirnya Brian melacak nomor istrinya dan mendapati keberadaannya.


'Apartemen siapa yang Sandra kunjungi?' tanya brain dalam hati, Seraya mengepalkan tangannya menahan rasa curiga.

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2