Istri Sambung

Istri Sambung
Maafkan ibu


__ADS_3

Walaupun Sandra membenci ibunya, ia tidak bisa mengusirnya ataupun menjauh darinya


Sore itu, Sandra ingin sekali mencicipi sup buatan ibunya yang Pernah ia cicipi, namun ia enggan untuk bicara padanya ataupun memintanya membuatkan sup untuknya. Demi menahan egonya, Sandra pun memilih diam dan meminta suaminya membelikan dan berharap suaminya mau membelikan untuknya saat kembali ke rumah.


Sandra pun menghubungi suaminya mengutarakan ke inginnya, namun sayangnya Brian yang sibuk tak bisa menuruti keinginan Sandra membuat Sandra diam-diam menangis.


"Baiklah kalau mas gak mau belikan, gak papa, lain kali saja aku beli sendiri." Jawab Sandra dan langsung menantikan panggilannya.


Brian yang merasakan jika Sandra sedang marah, menjadi merasa bersalah kerena menolak keinginan istrinya.


Brian pun menghubungi Bu wulan, "Bu, bisakah ibu buatkan sup buat Sandra. Dia ingin makan sup, dan memintaku untuk membelikan tapi aku masih banyak pekerjaan dan aku merasa bersalah menolak keinginannya. Bisakan ibu membantuku menuruti kemauan Sandra." tanya Brian.


"Tentu saja nak, ibu akan segera membuatkan sup buat Sandra. Untung kamu memberitahu ibu, pantas saja dia tidak mau makan dari tadi. Ya sudah matikan teleponnya ibu mau siapkan bahan-bahannya."

__ADS_1


"Iya Bu, makasih sudah mau bantuin Brian." Brian pun segera mematikan panggilannya. Dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


***


Di dapur Wulan sibuk membuat sup untuk putrinya, di bumbui rasa cinta, aroma sup itu sangat menggugah selera.


"Aku harap Sabrina menyukai sup ini. Dan mudah mudahan putriku mau memaafkan aku." gumam Wulan. Ia pun segera menyiapkannya di atas meja makan dan berharap putranya datang untuk mencicipinya.


Dan benar saja, Tak lama Sandra datang ke dapur saat mencium wangi sup yang baru selesai di masak. Tanpa bertanya Sandra pun segera mencicipi sup tersebut.


"Apakah ibu tau kalau aku ingin sekali makan sup buatan ibu. Ah sudahlah, Siapapun yang masak, aku suka sup ini." Sandra pun segera menuang sup tersebut kedalam mangkuk dan menikmatinya bahkan Sandra sampai menambah sup tersebut.


"Apa kamu menyukainya nak?" tanya Wulan tiba-tiba, membuat Sandra terkesiap dan menghentikan suapan yang terakhir.

__ADS_1


"Ibu. Aku-"


"Ibu tau dari nak Brian. Makanya ibu buatin. Sabrina, sampai kapan kamu marah dengan ibu. Katakan pada ibu dimana letak kesalahannya, biar ibu bisa perbaiki. Ibu gak bisa jika terus-menerus didiamkan putri ibu. Lebih baik ibu pulang saja, daripada ibu di sini tapi putri ibu tetap menjauhi ibu." ungkap Wulan. Sandra tertunduk, tak tau mau memulainya dari mana.


"Ibu, jika aku jujur pada ibu, apa ibu bisa menerimanya. Jujur bu, aku sangat tertekan dengan keadaan ini. Asal ibu tau, aku bukan Sabrina tapi aku Sandra, putri yang ibu anggap sudah ibu mati, Apa ibu masih ingat tanda ini. Tanda lahir yang melekat pada tubuhku." jelas Sandra sambil menunjukkan tanda lahir di punggungnya. Wulan menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Aku masih hidup Bu, Apa ibu tau, selama ini hidupku menderita Bu, menderita akibat penyakit yang menggerogoti tubuhku. Aku di besarkan di lingkungan keras Bu, ayah tak pernah peduli padaku, dia selalu sibuk dengan dunianya dan dan mengabaikan aku yang tersiksa setiap aku merasakan sakit. hiks... hiks ..." tangis Sandra pun pecah. Wulan pun segera meraih putranya dan memeluknya erat.


"Putriku, Sandra Kamu benar-benar masih hidup nak. Putri ibu yang belum sempat ibu beri ASI ternyata masih hidup, maafkan ibu nak. Maafkan ibu yang telah melupakan kamu dan mengira kamu tiada. Ibu benar-benar gak tau jika bayi ibu di tukar dengan bayi lain yang sudah meninggal."


"Maafkan aku Bu, yang sempat kecewa sama ibu. Aku sempat mengira kalau ibu hanya sayang pada Sabrina dan membuang ku karena-"


"Tidak nak, tidak ada seorang ibu yang tega membuang anaknya. Ini salah ibu yang terlalu percaya dengan kata-kata ayahmu. Beri ibu kesempatan untuk merawat mu nak, menebus waktu yang telah hilang selama ini " ucap Wulan dan Sandra pun mengangguk. Mereka pun Salang berpelukan erat dan saling memaafkan.

__ADS_1


To Be Continued ☺️☺️☺️☺️


__ADS_2