Istri Sambung

Istri Sambung
Orangnya berbeda


__ADS_3

Brian membawa tubuh Sandra yang tertidur kembali ke hotel dengan berjalan kaki menyusuri keramaian malam, para pegawai yang masih jaga, hanya memperhatikan dan tak berani bertanya, hanya Weni yang mengetahui kalau itu adalah Sandra.


"Semoga kamu bahagia San," ucap Weni yang memperhatikan Brian membawa Sandra.


Sandra di rebahkan di ranjang dan dengan lembut Brian menyelimuti tubuh Sandra.


"Sayang, aku sungguh menyukaimu, Kau sangat berbeda dengannya. Bertahanlah bersamaku dan anak kita." Brian mengecup kening Sandra dan pergi membersihkannya diri.


Aroma tubuh Brian yang menggoda membuat Sandra tak ingin kehilangannya.


Sepanjang malam Sandra makin dekat memeluk erat dan mencium tubuh Brian yang tengah telanjang dada.


"Aku menyukai aroma tubuh mu, kamu membuatku tenang dan nyaman jangan jauh-jauh dariku." ucap Sandra mengigau.


Brian yang mendengar ucapan Sandra tersenyum sendiri dan memperhatikan wajah Sandra yang terus menempel ditubuhnya sudah seperti kena lem.


****


"Sayang bangun, sudah pagi. Apa mau terus menciumi tubuhku?" ucap Brian sambil mengusap rambut Sandra.


"Aku gak mau bangun, aku nyaman seperti ini," tolak Sandra yang masih terpejam.


Sandra berlahan mulai terbangun, dan melihat keadaanya tiba-tiba Sandra langsung duduk."


"Apa yang aku lakukan disini pak, dan kenapa saya memeluk bapak."


"Kenapa malu sayang, semalam kamu memeluk tubuhku sampai aku tak bisa bergerak dan lebih parahnya lagi kamu kaya bayi yang kedinginan menyusup terus diperlukanku" ucap Brian.


"Bapak jangan bikin malu saya ya pak, gak mungkin saya kaya gitu, terus ngapain bapak gak pakai baju?"


"Ngapain malu, ini sudah kebiasaan ku, kalau tidur gak pernah pakai baju."


Brian pun ikut duduk di samping Sandra. "Aku gak mau terlalu lama menyembunyikan mu, mulai sekarang aku akan memperlihatkan istriku pada dunia, bahwa Pemilik Hotel Bintang dan seorang pengusaha muda mempunyai seorang istri cantik. Dari dulu kamu selalu menolak setiap ingin aku perkenalkan, tapi sekarang kamu harus menurut dan jangan menolak."


"Pak, emangnya dulu bapak nikah dengan Sabrina apa sembunyi- sembunyi, sampai tidak ada yang tahu?"

__ADS_1


"Apa kamu juga lupa?"


"Lah, saya kan memang belum menikah dengan bapak." saut Sandra.


"Ah... sudahlah berdebat dengan bapak gak akan ada habisnya." Sandra pun beranjak turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi."


Sedangkan Brian memilih menghadap laptop dan membuka email yang sudah masuk saat sedang sibuk membalas email ponsel Brian pun berdering dan tertera nama sahabat nya.


📱


"Halo, Brian lagi sibuk gak?"


"Gak lagi santai aja, tumben nelpon ada penting apa?" jawab Brian sambil menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Aku mengundangmu secara resmi untuk datang ke pesta pembukaan cabang perusahaan, Oya jangan lupa bawa Yolan ya, aku rindu dengan gadis mungil itu andai mamanya masih ada. ah sudahlah yang penting kamu datang." ucapnya.


"Baiklah nanti aku datang, tapi aku akan bawa seseorang boleh kan?"


"Siapa, ibu baru Yolan? jadi penasaran aku gak sabar buat melihatnya."


"Ya udah aku matikan dulu, sampai jumpa nanti malam." Panggilan pun dimatikan dan Brian pun melanjutkan menghubungi asisten kepercayaannya. Brian pun langsung menghubungi Lukman.


"Lukman tolong bawa Yolan ke hotel, aku mau mengajaknya pergi, dan jangan lupa bilang dengan Bu Lusi untuk membawakan beberapa baju buat Yolan."


"Baik pak, saya segera mengantar non Yolan." jawab Lukman.


Sandra yang baru keluar dari kamar mandi dan masih memakai handuk dengan rambut yang masih basah membuat Brian terus saja memandangi Sandra.


"Kamu terlihat cantik, walaupun baru selesai mandi."


"Pak, jangan merayu saya ya, saya bukan anak kecil jadi gak mempan." saut Sandra dengan cuek.


"Benarkah?" Brian pun mendekati Sandra dan memeluknya.


"Nanti malam kamu ikut aku menghadiri pesta," ajak Brian.

__ADS_1


"Gak, aku gak mau ikut, aku gak cocok menghadiri pesta orang kaya."


"Baiklah, kalau gak mau biar aku pergi bersama Yolan."


"Yolanda mana, apa bapak membawanya kesini?"


"Kasih tahu gak ya" Brian sejenak terdiam dan membuat Sandra menanti jawaban " iya sayang Yolan nanti datang dan kamu bisa menghabiskan waktu beberapa hari bersamanya."


Sandra yang mendengar Yolan datang hatinya begitu bahagia dan langsung memeluk tubuh Brian. Brian yang belum siap tak dapat menahan tubuh Sandra dan akhirnya merekapun terjatuh di kasur berdua.


"Maaf pak," Sandra ingin duduk namun ditahan Brian tetap dalam pelukan Brian.


"Sayang mulai sekarang jangan panggil bapak, aku ini suamimu bukan atasanmu dan satu lagi, Kamu kan sekarang sedang hamil muda, jadi mas akan mencarikan pelayan yang untuk mengurus kamu."


"Gak usah pak, eeehhh mas aku bukan anak kecil aku bisa mengurus diri sendiri."


"Tidak boleh menolak, Kamu adalah istriku, sebagai seorang istri pengusaha kamu harus ada yang mengurus dan tetap cantik, jika Aku dibiarkan pasti akan seperti ibu-ibu berdaster dengan rambut digulung asal-asalan badan gak terurus aku gak mau itu, soalnya kamu nanti akan selalu menemani aku kemanapun."


"Sudah selesai belum ceramahnya,kalau sudah aku mau ganti baju dulu," Sandra pun bangkit berdiri dan mencari baju di tasnya.


"Mas aku ini gak seburuk yang kamu fikir, aku masih bisa merawat diri sendiri asalkan di modalin, semua wanita tu kalau diperhatikan sama suami apalagi di modalin mereka cantik semua, gak ada yang jelek."


"Katakan padaku, butuh berapa puluh juta untuk perawatan, mas akan penuhi yang penting kamu tetap cantik walau sudah memiliki anak."


"Ya aku percaya, mas mampu memberikan semua kebutuhan ku dan semua yang aku inginkan, tapi sekarang aku lagi gak mau." Sandra yang sudah selesai ganti pakaian dan duduk di sofa menikmati secangkir capuccino yang mulai dingin.


"Kamu memang jauh berbeda, suka kamu denganmu."


"Iya-iyalah berbeda, orangnya saja beda, lagian mas Brian gak ngenalin istrinya sendiri, sudah tau semuanya berbeda tapi tetap ngeyel ngakuin aku sebagai istrinya, jangan salahkan aku kalau aku memanfaatkan keadaan ini, hitung-hitung rejeki nomplok, jarang-jarang bisa menikmati fasilitas orang kaya, maaf ya mas kalau aku menipumu bukan salahku tapi itu salahmu sendiri." Sandra ngobrol dengan dirinya sendiri, yang otaknya mulai sedikit kotor.


"Eeeemmm, mikirin apa kok diam?"


"Gak papa mas, cuma otaknya kayaknya sedikit kotor, bener kata mas perlu dicuci otaknya tapi nyucinya di mall." jawaban Sandra yang berani memanfaatkan keadaan.


"Ohhh mau shopping, boleh saja tapi setelah kamu ikut datang ke pesta mengerti."

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2