
Setelah mendapat tanda tangan dari Brian, tindakan operasi pun segera di lakukan. Brian hanya bisa menunggu berharap anaknya juga bisa diselamatkan.
Walaupun baru berusia enam bulan di dalam kandungan, tapi tidak menutup kemungkinan besar masih bisa selamat meski kemungkinan nya sangat kecil untuk kedua bayi kembar tersebut selamat kedua-duanya.
Dari kejauhan Fans memperhatikan Brian dengan penuh tanda tanya, namun ia tak mau mendekat. Karena Fans dan Brian punya permasalahan di masa lalu.
"Jadi Dia suami Sandra! Bagaimana caranya Sandra bisa mereka bertemu. Atau jangan-jangan dia sengaja memanfaatkan Sandra. Tidak, ini tidak boleh terjadi, Aku harus melindungi Sandra." gumam Fans dari kejauhan.
Tak lama Fans melihat orang suruhan Brian menghampiri Brian. Fans pun diam-diam mendekat untuk mendengar percakapan mereka.
"Tuan saya sudah mendapatkan rekaman cctv dan plat mobil yang sengaja ingin menabrak Yolan dan istri bapak." ucapnya.
"Sengaja maksudmu?!"
"Dari informasi yang di dapat dan dari cctv area parkir, memang mobil tersebut sedang menunggu menunggu seseorang dan saat Yolan keluar, Mobel tersebut melajukan mobilnya untuk menabrak Yolan. Jika nyonya Sabrina tidak tepat waktu mungkin Yolan yang celaka." jelasnya sekali lagi, membuat Brian benar-benar marah dan memukul-mukul dinding, Andai saja dia tidak mengizinkan mereka pergi, semuanya tidak akan terjadi.
Disisi lain Fans segera menghubungi seseorang untuk memeriksa pemilik mobil yang hendak menabrak adiknya.
Setelah tim medis berjuang di ruang operasi, Akhirnya operasi pun selesai, perawat membawa keluar box inkubator keluar dan segera di larikan ke ruang NICU untuk tindakan, Dan tak lama Sandra pun di pindahkan ke ruang pemulihan pasca operasi, walaupun kondisinya belum sadar namun dokter memastikan Sandra baik-baik saja.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Operasinya dok? Apa Semuanya bisa di selamatkan?" tanya Brian mendesak.
"Maafkan saya pak Brian putri bapak tidak bisa di selamatkan karena memang kondisi yang lemah, hanya putranya saja sayang dapat di selamatkan, namun karena usianya yang belum matang, putra bapak akan tetap di dalam inkubator selama tiga bulan ke depan sampai semua organnya bekerja secara normal. Dan untuk ibunya kondisinya baik-baik saja." Jelas dokter membuat Brian bernafas lega, setidaknya salah satu dari anaknya masih selamat.
Brian pun segera menghubungi asistennya untuk mengurus pemakaman putrinya secepatnya dan tak perlu menunggu Sandra sadar, Namun demi keamanan putranya dari orang yang ingin menghancurkan keluarganya, Brian menyembunyikan putranya agar tidak ada yang tau dan mengatakan kepada semua orang kedua anaknya meninggal.
Niat Brian ternyata juga di ketahui Fans, namun Fans tak ingin ikut campur, dia hanya ingin mengawasi adiknya saja dan juga memastikan Brian tidak membohongi Sandra.
Saat Brian tak ada Fans masuk keruang pemulihan Sandra dan di sana Sandra masih tak sadarkan diri pasca operasi.
"Sandra, aku tidak bisa membiarkan kamu sampai aku bisa memastikan kalau suamimu memang sayang padamu. Karena yang aku tau dulu Brian bukanlah orang baik-baik, tapi entah sekarang kalau di sudah berubah, tapi aku masih belum yakin hal itu sampai aku bisa memastikannya sendiri. Cepat pulih sayang. Aku akan segera mendapatkan semua informasi tentang dirimu selama ini dan akan ku pasti tidak ada yang terlewat walaupun kamu tidak mau mengatakan apapun." Setelah berbicara kepada Sandra, Fans segera meninggalkan Sandra agar Fans tidak di ketahui Brian.
Brian berdiri di samping Sandra dan menggegam tangannya. " Cepat pulih sayang, Apa kamu tidak ingin melihat putramu yang sudah lahir? apa kamu tau, walaupun kulitnya masih merah tapi wajahnya terlihat sangat mirip denganmu. Saat ini dia juga sedang berjuang untuk bertahan agar bisa kamu sambut nanti." ucap Brian.
Brian menyadari jika istrinya mulai sadar saat merasakan pergerakan jemari Sandra yang di genggamnya.
"Apa kamu mendengar sayang." Bisik Brian dan berlahan Sandra membuka mata dan menatap suaminya yang ada di sampingnya.
"Mas... Apa Yolan baik-baik saja?" tanya Sandra saat sadar. tanggung jawabnya untuk menjaga Yolan, membuat Sandra takut hingga saat sadar nama Yolan nya yang pertama di ucapnya.
__ADS_1
"Yolan baik-baik saja, Dia ada di rumah." jawab Brian, lalu Sandra mengusap perutnya yang kini sudah rata. Ia baru menyadari anak yang di kandungnya sudah tidak ada di dalam perut.
""Anakku." Sandra menyentuh perutnya yang kembali datar.
Sandra spontan menarik kerah Brian, sambil menahan rasa sakit. "Anakku dimana mas? Dia baik-baik saja kan. Katakan mas mereka baik-baik saja kan?" tanya Sandra.
"Sabar sayang, Salah satu anak kita baik-baik saja." Jawab Brian singkat. Sandra langsung melepaskan tangannya karena terkejut.
"Apa mas? apa maksudmu salah satu? Jawab mas!" Sandra pun menangis seunggukan karena merasa bersalah, tak bisa menjaga anak yang ada di dalam kandungannya.
"Putri kita, Violet tidak bisa di selamatkan karena kondisi yang memang lemah. Sedang Vin dia masih berjuang di luar rahimmu selama tiga bulan ke depan."
"Maafkan aku mas, Maafkan aku yang tidak bisa menjaga anak kita, Aku sudah mencelakakan anak kita. Aku sudah gagal jadi ibu mas, maafkan aku." Brian segera memeluk Sandra untuk menguatkannya.
"Ini bukan salahmu. Ini sebuah kecelakaan, dan tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Jangan sedih lagi, aku tidak menyalahkan siapapun, yang terpenting kamu baik-baik saja." Brian berusaha kuat, agar istrinya juga bisa kuat. walaupun sebenarnya hatinya juga hancur, anak perempuan pertamanya harus meninggal bahkan belum sempat membuka matanya.
Brian pun berjanji, akan menemukan dalang yang sengaja ingin mencelakakan keluarganya.
To Be Continued ☺️☺️☺️☺️
__ADS_1