Istri Sambung

Istri Sambung
Part 23


__ADS_3

Setelah dokter mengizinkan Sandra untuk pulang, dengan Semangat Sandra pun ingin segera sampai di rumah, namun di tengah perjalanan Brian menepikan mobilnya, membuat Sandra bingung apa yang ingin Suaminya lakukan dengan menepi.


"Mas kenapa kita menepi disini?" tanya Sandra, sambil menoleh ke arah suaminya dengan penuh tanya.


"Tidak papa, Aku hanya menunggu seseorang sebentar." Jawabnya lalu tangannya mengusap perut Sandra yang sudah terlihat besar.


"Berjanjilah, apapun yang terjadi nanti, lahirkan anak kita dengan selamat begitu juga denganmu."


" Iya mas, apapun yang terjadi, aku akan berjuang agar kedua anak kita selamat, sebagai hadiah cinta dari mas dan juga hadiah buat kakak yang telah memberikan kamu padaku." jawab Sandra dah ikut serta mengusap perutnya.


"Apa kamu bisa merasakannya mas? mereka sudah belajar menendang." Ucap Sandra bahagia, untuk pertama kalinya ia merasakan pergerakan kedua bayinya dalam perut.


"Iya aku juga merasakannya." Brian pun kembali mengusap perut istrinya. Ini juga hal pertama yang Brian rasakan pergerakan calon anaknya. Sebelumnya saat bersama Sabrina, jangankan untuk mencium, menyentuh perutnya saja tak pernah di izinkan.


Tak lama seseorang yang di tunggu Brian pun datang dan mengetuk kaca mobil.


" Ini tuan barangnya." Ucap seseorang berpenampilan preman dan memberi sesuatu dalam kotak, lalu pergi begitu saja dengan buru-buru.


"Apa itu mas?" tanya Sandra penasaran.

__ADS_1


" Bukan apa-apa, dan kamu tidak perlu tau. Apa kamu sudah siap pulang? di rumah sudah ada kejutan yang menantimu." Brian pun segera menjalankan mobilnya kembali, melewati padatnya lalu lintas sampai akhirnya kembali ke rumah.


Saat keluar dari dalam mobil, sambutan suara dari gadis kecil yang memanggil membuat Sandra benar-benar terharu melihat putrinya sudah kembali.


"Mama... " panggil Yolan sambil berlari menghampiri.


"Yolan..." Sandra pun membuka tangannya bersiap untuk menyambut pelukan putri kecil.


" Mama, Yolan kangen."


"Iya sayang mama juga kangen, kenapa Yolan tinggalin mama? Yolan jahat menyiksa mama dalam kerinduan." Saut Sandra dan berpura-pura marah dan cemberut.


"Em, sepertinya posisi papa sudah di geser, sampai papa di abaikan." protes Brian. Yolan pun segera menghampiri Brian dan langsung di gendong Brian sambil berjalan masuk.


"Papa, Oma ikut datang kesini bersama Yolan." Jelas Yolan sambil menunjuk Wulan yang juga menunggu di ambang pintu.


Saat Sandra melihat ekspresi wajahnya langsung berubah ketika melihat ibunya datang. Ekspresi ketidaksukaan masih terlihat dengan jelas.


"Ibu, akhirnya ibu bisa datang." ucap Brian menyambutnya dengan pelukan.

__ADS_1


Brian sengaja meminta Wulan datang untuk menjaga Sandra dan juga agar mereka berbaikan.


Namun kedatangan Wulan tidak di inginkan Sandra, tanpa bicara Sandra pun melewati ibunya dan segera pergi ke kamar.


"Maaf Bu, sepertinya Sandra masih marah. Tapi jangan kuatir aku akan membujuknya." ucap Brian menenangkan agar Wulan tidak kecewa pada putrinya.


"Gak papa nak, ibu yakin pelan-pelan nanti dia akan memaafkan ibu, hanya butuh waktu saja."


Brian pun menyusul istrinya di kamar, sekalian mengganti pakaiannya. Namun ia malah mendapati istrinya meringkuk di ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Brian menghampiri istrinya. Namun tidak ada jawaban dari Sandra.


"Apa kamu masih marah, sayang dengarkan aku. Aku sengaja meminta ibu datang kemari untuk menjagamu. Kerena aku gak bisa mengawasi mu sepanjang hari, aku gak mau kejadian kemarin terulang lagi, makanya aku meminta ibu kemari agar aku bisa bekerja dengan tenang." Jelas Brian. namun Sandra masih saja mengabaikan tak mau menatap suaminya.


Di dalam selimut, Sandra terdiam dan hanya air mata yang terus menetes di pipinya. Sakit hati Sandra kepada ibunya belum hilang. Rasa kecewanya masih menyakiti hatinya. Butuh waktu bagi Sandra untuk bisa menerima ibunya kembali walaupun sebenarnya ia masih memiliki rasa rindu namun tersisa sangat sedikit.


"Jangan meminta ku untuk memaafkan ibu saat ini. Aku tidak bisa dan aku tidak mau. " jawab Sandra dari balik selimut.


"Aku tidak akan memintamu melakukan itu. Sekarang buka selimutnya, aku ingin melihat apa istriku menangis?"

__ADS_1


To be continued ☺️☺️☺️


__ADS_2