
“Anton maaf aku..” Belum selesai Alice mengucapkan kalimatnya, Anton sudah memotong ucapan Alice. Anton mengambil kedua tangan Alice dan menggenggam jari jemari Alice dalam genggaman tangannya yang besar.
“Alice.. apakah sesulit itu untuk membuat mu memaafkan aku, dan mencoba kembali semuanya dari awal. Aku tahu kamu pasti kecewa pada ku setelah semua yang aku lakukan selama ini. Tapi aku serius tulus kepada mu. Beberapa hari ini tanpa kabar dari mu, hidupku benar-benar sulit. Jika aku yang terlalu berlebihan menanggapinya, bisakah ajari aku bagaimana cara meredamkan gejolak ini?” Ucap Anton sendu, sambil meremas jari jemari gadis itu menyalurkan luka dan berat di hatinya itu.
“Aku mungkin terlihat bodoh dan kacau di depan mu, tapi ketahuilah ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini. Tergantung dan tidak bisa berbuat apapun selain merindukan mu dan menginginkan mu selalu berada di sisiku. Jika itu memberatkan mu juga, maka beritahu aku bagaimana caranya agar aku bisa melupakan mu dan menghapus semua jejak yang kau buat di dalam hati dan pikiran ku. Aku sungguh bodoh mengenai hal ini, jadi apa yang harus aku perbuat agar kau tidak meninggalkan ku dan mau memafkan ku.” Ucap Anton yang mendekatkan genggaman kedua tangan Alice dengan tangannya ke arah depan keningnya.
Pria itu menunduk dan memejamkan matanya. Pria itu terlihat sangat frustasi dan mencoba untuk menguatkan hati dan pikirnnya untuk menerima apapun pilihan Alice itu.
“Anton..” Ucap Alice.
Anton menghembuskan nafasnya kasar, kemudian mencoba menarik nafas panjang dan menghembukannya pelan. Pria itu mencoba tenang mendengarkan keputusan Alice, meskipun pria itu tahu bahwa setelah ini kehidupannya pasti akan berantakan jika ini adalah kabar buruk.
“Hemm.. baiklah.. aku akan menerima apapun keputusan mu.. katakanlah..” Ucap Anton Akhirnya dan melepaskan genggaman tangannya pada gadis itu namun pria itu masih menundukkan kepalanya.
“Pria bodoh.. dari tadi kau memotong terus ucapan ku.. dan mengucapkan kata-kata layaknya dunia akan berakhir. Aku sungguh tidak percaya, kau adalah ketua genk Mafia The Black Phanter.. kau sangat melankolis.” Ucap Alice sambil sedikit terkekeh. Anton mulai mendongakkan wajahnya menatap wajah Alice yang sedang terkekeh.
“Bagaimana caranya agar aku bisa bersikap tegar jika aku tahu aku akan kehilangan orang yang sangat aku cintai. Aku lebih senang menghadapi para musuh mafia ku dari pada mendengar keputusan buruk mu ini. Atau aku lebih suka jika timah panas yang melukai ku dari pada luka akibat kehilangan mu.” Jelas Anton.
“Kau konyol Anton.. lambat laun kau pasti akan menemukan seseorang yang bisa mendampingi mu.” Ucap Alice.
__ADS_1
“Itu menurutmu Alice.. tapi bagiku tidak seperti itu. Aku tahu mungkin kau berfikir aku terlalu berlebihan, tapi itulah yang aku rasakan. Aku benar-benar mencintaimu sangat mencintaimu. Meskipun kau mungkin berkata kita belum lama bertemu, namun entah mengapa di dalam hati ku, aku merasa kau adalah seseorang yang telah lama aku rindukan.. Kamu adalah taldir ku.. aku tidak ingin kehilangan mu lagi, aku tidak ingin jauh dari mu. Alice.. berikan aku kesempatan.. aku berjanji aku tidak akan pernah mengecewakan mu. Aku akan melakukan apapun yang kau mau.” Ucap Anton sambil memandangi wajah gadis di depannya itu.
“Anton.. hentikan itu.. keputusan ku sudah final.. apapun yang kau katakana tidak akan mengubah keputusan ku.” Ucap Alice tegas.
“Baiklah Alice.. aku mengerti.. katakan apa keputusan mu.” Ucap Anton menyerah akhirnya, dia siap mendengarkan keputusan Alice.
“Maaf aku tidak bisa memaafkan mu dengan semua kebohongan yang selama ini kau lakukan kepada ku. Aku tidak bisa memberikan mu kesempatan. Namun aku memberikan kita kesempatan untuk memulai semuanya kembali dari awal. Aku memberikan diri ku sendiri kesempatan untuk mendapatkan kebahagiaan ku. Dan kau harus menebus semua kesalahan mu selama ini, karena aku tidak akan memaafkan mu dengan mudah Anton.” Ucap Alice dan memberikan senyum termanisnya. Anton hanya bingung dan bengong sesaat.
“Anton…” Ucap Alice menyadarkan pria itu.
“Emhh tunggu.. bukankah itu maksudnya kita bisa kembali bersama?” Ucap Anton saat dirinya telah kembali tersadar dengan kenyataan dan bertanya hal konyol yang sudah pasti itu.
“Alice.. aku tidak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi.. apapun yang terjadi kedepannya aku tidak akan pernah membohongimu dan aku akan selalu menjaga mu.. aku sangat mencintai mu Alice. Aku akan menebus semua kesalahan ku sebanyak yang kau inginkan.” Ucap Anton sambil memeluk erat gadis yang sangat di cintainya itu.
“Aku juga sangat mencintai mu pria bodoh.” Ucap Alice dan menyembut pelukan erat kekasihnya itu. Anton mencium puncak kepala gadis yang di kasihinya itu dengan lembut dan lama, mengalirkan semua kerinduan dan beban yang selama ini dia tanggung akibat perbuatannya itu. Sedangkan Alice juga melepaskan semua kegundahan dan mulai mempercayai pria yang di peluknya ini, dia akan memberikan kesempatan untuk mereka melalui semua ini bersama.
Anton mengurai pelukan mereka, Anton menatap wajah cantik kekasihnya itu dan mulai menyentuh dagu kekasihnya itu.
“Bolehkah?” Ucapnya meminta izin.
__ADS_1
Alice menganggukkan kepalanya pelan. Setelah mendapatkan persetujuan dari wanita itu, Anton mendekatkan bibirnya kearah bibir Alice. Anton merangkul tubuh kekasihnya itu tanpa melepaskan bibir mereka. Kecupan kecupan kecil dan ringan yang menggelitik, kemudian lama-lama menjadi ciuman yang manis, Alice mengangkat tangannya dan mengalungkan kedua tangannya di belakang leher kekasihnya itu tanpa melepaskan pagutan bibir mereka. Dan lambat laun ciuman mereka menjadi ciuman panas yang menggebu.. melepaskan semua kegundahan dan beban di hati mereka serta meluapkan rasa rindu yang selama ini mereka berdua rasakan.
“Ahh..” Lengkuhan ringan yang lolos dari bibir Alice. Anton melonggarkan pelukan mereka dan melepaskan pagutan bibir mereka.
“Kau mulai nakal sayang.. sepertinya kita harus berhenti sekarang.. jika tidak kau pasti tidak akan pernah aku lepaskan semalaman ini.” Ucap Anton menggoda kekasihnya itu.
“Anton kau!” Alice mencubit lengan kekasihnya itu, gadis itu kesal sekaligus tersipu malu.
“Ahh .. sudah sudah.. cubitan mu panas.” Ucap Anton sambil terkekeh.
“Ahh ya maukah kau ke rumah utama? Ibu ingin bertemu dengan mu. Apakah kau keberatan jika makan malam di sana saja?” Tanya Anton memastikan kesediaan Alice menemui ibunya.
“Ahh.. emhh.. baiklah.. sekalian ada sesuatu yang ingin aku ucapkan juga kepada ibu mu.” Ucap Alice.
“Emhh apakah itu hal baik atau buruk? Maksud aku, kita baru saja berbaikan, aku tidak ingin ada kabar buruk dan membuat kita bertengkar lagi. Aku sungguh ingin menikmati moment bahagia ini.” Ucap Pria itu sedikit khawatir dengan yang akan di ucapkan Alice kepada ibunya nanti.
“Bukan berita buruk.. kau tenang saja. Itu tidak akan mempengaruhi hubungan kita.” Ucap Alice meyakinkan ketakutan kekasihnya itu.
Bersambung....
__ADS_1