JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Pasar gelap


__ADS_3

"Memangnya untuk apa kartu itu?" Tanya Alice bingung.


"Saat aku bermain di lantai bawah aku mendengar mereka membicarakan soal pelelangan pasar gelap. Aku mulai tertarik dan melanjutkan mendengarkan mereka sambil bermain. Dan kau tahu, salah satu dari mereka mengatakan bahwa bisa mengikuti pelelangan itu jika kau adalah orang terpandang yang memiliki status atau orang yang di hormati saja." Jelas Maya.


"Lalu mengapa kau sangat menginginkan pergi ke pelelangan gelap?" Tanya Alice penasaran.


Maya membuka pintu kamar unit mereka dengan pass card dan masuk ke dalamnya. Alice mengikuti di belakang Maya dan kemudian mengunci pintu.


"Kenapa? kau tampak serius." Ucap Alice dan mendudukan pantatnya di sofa. Maya juga melakukan hal yang sama.


"Karena aku mendengar malam besok mereka akan melakukan pelelangan beberapa anak gadis muda." Ucap Maya sambil mengepalkan kedua tangannya yang berada di atas pahanya.


"Apa? bagaimana bisa?" Tanya Alice yang kaget dan langsung menegakkan tubuhnya saat sebelumnya dia menyandarkan punggungnya.


"Ya.. maka dari itu aku melakukan permainan itu dengan serius. Dengan aku bermain serius aku pasti akan di perhatikan di sana, dan akan ada kemungkinan untuk ku di ajak ke ruangan yang lebih elite. Dan benar aku bisa pergi ke lantai 2 dan bahkan sebuah keberuntungan aku bisa bertemu dengan pria itu tadi." Jelas Maya.


"Ahh begitu.. maaf tadinya aku mengira kau memang sangat menyukai permainan itu dan melupakan misi mu. Tapi ternyata kau malah mendapatkan informasi yang bagus." Ucap Alice jujur.


"Kau tahu.. di dalam tempat judi, kau bisa mendapatkan informasi apapun yang kau inginkan. Maka kebanyakan orang yang menginginkan sebuah informasi, mereka pasti akan datang ke tempat perjudian." Jelas Maya lagi.


"Baiklah.. aku akan mengingat hal itu." Ucap Alice dan menepuk bahu Maya.


"Baiklah tinggal 3jam lagi sebelum acara peragaan busana. Lebih baik aku istirahat dahulu di kamar. Kau juga istirahatlah untuk memulihkan tenaga selain itu aku harus memberitahukan tim informasi terbaru ini." Ucap Alice mengingatkannya kepada Maya.


"Ah ya.. aku juga mau merebahkan tubuh ku dahulu." Ucap Maya dan beranjak menuju kamar tidur.


Alice mengambil ponselnya dari clutch bag di tangannya dan mencari nomor seseorang di sana.


📞"Halo.. aku mendapatkan informasi bahwa besok malam akan di adakan pesta pasar gelap pelelangan beberapa gadis. Aku ingin melapor bahwa besok malam aku akan bergerak. Tolong berikan kebenaran informasinya dan siapkan tim untuk besok malam." Ucap Alice saat telepon itu terhubung.

__ADS_1


📞"Apa? kau dengar informasi itu dari mana?" Tanya Galih yang bingung sekaligus panik mendengar informasi itu.


📞"Casino.." Ucap Alice datar.


📞"Apa? wahh kau sungguh tak terduga bisa mendaparkan informasi semenarik ini. Baiklah aku akan segera menghubungi Roy dan memastikan mengenai informasi ini." Ucap Galih di seberang sana dan kemudian Alice mematikan sambungan teleponnya.


"Aku harus menyelamatkan para gadis itu jika ini adalah informasi yang benar." Ucap Alice kepada dirinya sendiri.


Sedangkan disisi lain di ruangan kapal pesiar itu.


"Lakukan semuanya dengan baik. Ingat kita tidak boleh sampai ketahuan. Seperti biasa hanya boleh para anggota yang memiliki pass card yang boleh mengikuti pasar gelap itu." Ucap salah seorang pria tambun itu yang merupakan salah satu pelelangan.


"Baik bos Zen.." Ucap mereka semua kompak.


"Bagaimana dengan puncak acaranya dengan pelelangan ke dua gadis itu? apa kalian sudah memeriksa keadaan kedua gadis kecil itu?" Tanya Bos tambun itu yang bernama Zen.


"Bagus.. lakukan dengan baik.. jangan sampai besok ada sesuatu hal yang tidak di inginkan. Jika sampai besok acaranya gagal, kepala kalian yang akan menggantikannya." Ucap pria tambun itu mengancam stafnya sendiri.


"Baik Bos." Ucapnya dengan sedikit gemetar. Bagaimanapun hidup mereka bergantung dengan acara besok hari. Mereka akan melakukannya sebaik mungkin agar acara besok tidak ada yang berantakan dari jadwal.


"Baiklah kalian bisa bubar. Beritahu aku jika ada kabar apapun." Ucap pria tambun itu lagi.


Semua pria bawahannya pergi dari sana. Salah satu dari mereka yang merupakan penjaga kedua gadis itu berencana pergi ke kamar para gadis kecil itu untuk memeriksakan keadaannya.


Ceklek.. penjaga itu membuka salah satu kamar dan menyalakan lampunya. Dia dapat melihat dua tawanan sedang duduk di atas kasur dengan tangan dan kaki yang sedang terikat. Bahkan mulut keduanya juga di tutupi oleh lakban.


"Emhh.. emhh.. emhh." Ucap salah satu tawanan gadis itu.


"Apa? kau bicara apa? aku tidak bisa mendengar mu dengan jelas." Ucap pria itu lagi.

__ADS_1


"Emhh.. emhh.. emhh.." Ucapnya lagi.


"Aihh.. merepotkan.." Ucap pria itu dan membantu membuka lakban yang ada di mulut gadis itu.


"Aku mau ke toilet." Ucap gadis itu akhirnya.


"Ha? aihh merepotkan.. baiklah." Ucap pria itu akhirnya dan mencoba melepaskan ikatan di kaki gadis itu, tanpa melepaskan ikatan di tangannya.


"Baiklah.. ayoo cepat jalan." Ucap pria itu menarik dan mengangkat gadis itu dengan sedikit menyeretnya agar tidak oleng dan terjatuh. Pria itu membawanya tepat di depan kamar mandi.


"Ehh tunggu.. kau tunggu di luar saja." Protes gadis itu lagi melihat sang pria itu akan masuk ke dalam kamar mandi mengikutinya.


"Aih.. benar-benar deh. Baiklah cepat masuk dan selesaikan." Ucapnya dengan ketus dan malas.


"Jangan mengintip." Ancam gadis itu lagi dan kemudian masuk ke dalam kamar mandi itu.


"Aihh kerjaan ku berat sekali harus mengawasi gadis-gadis kecil pembangkang seperti mereka.. haihh.. haruskah aku berganti profesi." Ucapnya mengeluh sambil bersandar di tembok di samping pintu kamar mandi


Tidak berapa lama gadis itu sudah selesai dengan urusannya meski dia sedikit mengalami kesulitan saat memasang dan melepaskan pakaian bagian bawahnya, namun akhirnya dia bisa melakukannya dengan baik. Karena dia tidak mau jika sampai penjahat itu yang harus membantunya.


"Sudah." Ucap gadis itu dan keluar dengan wajah datarnya.


"Baiklah duduk lagi di kasur." Perintah pria itu lagi dan kembali menarik lengan gadis itu agar bisa cepat kembali ke posisinya .


"Bolehkah tidak perlu menggunakan penutup mulut? itu sedikit lengket dan sakit." Ucap gadis itu lagi meminta, saat dia sudah duduk di kasur itu dan mengambil tali ntuk mengikat kembali kakinya.


"Sayangnya tidak bisa. Penutup mulut ini di gunakan agar kalian tidak terlalu banyak berbicara. Sudah jangan banyak mengeluh dan diam saja di sini." Ucap pria itu dan kembali memasangkan lakban di mulut gadis itu setelah memastikan ikatan kakinya sudah terikat kencang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2