JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Kendali diri


__ADS_3

"Sepertinya dia lupa bahwa kita kesini untuk melakukan pengintaian.. haihh.. dia malah asik bermain." Ucap Alice sambil menggelengkan kepalanya.


Alice berjalan dan mendekati Maya yang masih sibuk dengan taruhan dan trick pokernya.


"Masih belum selesai?" Bisik Alie pelan di telinga Maya.


"Sebentar lagi, kita akan mendapatkan hal yang tidak terduga." Ucap Maya ambigu.


"Baiklah permainan sesi ini di menangkan oleh Blck Devil." Ucap bandar itu dan menyerahkan chip hasil kemenangan Maya.


"Terima kasih." Ucap Maya senang. Chip yang di hasilkannya lebih banyak 20kali lipat dari yang dia tukarkan sebelumnya.


"Nona Black Devil sepertinya permaianan ini terlalu tidak menyenangkan bagi anda, anda tidak bisa main lagi di lantai ini. Jika anda berkenan bermain, mari ikut saya ke dua." Ucap seorang pria mendekati Maya dan Alice. Sepertinya dia salah satu staf yang di kerahkan agar Maya tidak mengacaukan di lantai itu.


Bagaimanapun wanita itu benar-benar sedikit membuat mereka kesal karena wanita itu bisa dengan mudahnya mendapatkan uang mereka.


"Ahh.. tentu saja." Ucap Maya santai. Alice hanya mengerutkan dahinya bingung.


"Santai saja. Mereka memang akan melakukan hal ini jika aku sudah di anggap sedikit merugikan mereka. Lalu kita akan bermain di atas dengan taruhan yang lebih besar dengan uang-uang yang baru saja aku hasilkan. Biasa sebuah trick pemasaran." Ucap Maya berbisik santai kepada Alice.


"Apakah itu akan baik-baik saja?" Tanya Alice yang sedikit khawatir. Bagaimanapun juga Alice tidak pernah bermain seperti ini.


"Jangan khawatir. Semua masih dalam kendali ku." Ucap Maya santai.


"Baiklah." Ucap Alice akhirnya dan mengikuti keinginan wanita itu.


"Baiklah.. aku pikir di sini sudah tidak menantang lagi. Ayo kita lihat di atas." Ucap Maya santai kepada petugas itu.


"Baik Nona, saya akan menunjukkan jalannya." Ucap pria itu dan berjalan di depan menunjukkan jalan kepada Alice dan Maya.


Mereka melewati banyak orang yang sedang riuh dengan bermacam bermain geme seperti poker yang di lakukan Maya, black jack, roulette, bacarat, fan tan dan bahkan ada 180 mesin jeckpot. Tidak banyak juga terlihat beberapa orang yang sedang frustasi karena kekalahan mereka.


Alice dan Maya naik ke lantai dua. Suasana di lantai dua jauh lebih sepi dari hiruk pikuk dengan lantai sebelumnya. Suasana ruangan yang lebih tinggi sekitar 20meter, meja-meja judi yang lebih tertata rapih dan yang di sebut fortune level

__ADS_1


"Wow.." Gumam Alice terpesona dengan keadaan di lantai2 ini yang jauh lebih sepi yang terlihat lebih mencekam dari pada keadaan di lantai bawah yang terkesan lebih santai dan bebas.


"Anda bisa mencoba salah satu permainan di sini dengan taruhan yang hasilnya jauh lebih besar dari taruhan anda di bawah." Jelas pria itu dan mempersilahkan Maya untuk melanjutkan mainnya.


"Baiklah.. aku akan bermain Baccarat ini.." Ucap Maya dan duduk di depan bankir dan di samping peserta lainnya.


"Deal" Ucap Maya setelah memilih taruhannya dan bankir membagikan kartunya kepada Maya dan peseta beserta dirinya.


Maya mulai fokus dengan permainannya. Alice masih belum mengerti mengapa Maya harus bersusah payah untuk selalu memenangkan pertarungan ini.


Alice melihat sekeliling ruangan, banyak orang yang bermain, namun meski begitu masih sepi dari yang di lantai bawah.


"Aku akan berkeliling." Bisik Alice kepada Maya dan wanita itu mengangguk mengerti.


Alice melihat sorang wanita tua duduk di bawah lantai sambil memeluk tas di tubuhnya, Alice tidak berani berfikir untuk menanyakan apa yang terjadi kepadanya. Karena pasti wanita tua itu telah kehilangan banyak uang yang dia miliki.


"Apa yang harus aku lakukan.. aku kehilangan segalanya.. satu kali lagi, satu kali lagi aku pasti akan menang.. sedikit lagi aku pasti akan menang." Ucap wanita tua itu dengan mata yang kosong.


Kemudian tidak berapa lama dari pihak keamanan ada dua orang menghampiri wanita tua itu dan membantu wanita tua itu berdiri dan memapahnya untuk pergi keluar dari lantai itu.


"Huft.." Alice menghembuskan nafasnya kasar. Lama-lama dia semakin tidak tahan berada di sana. Alice juga sudah berkeliling di lantai dua itu, namun tidak ada satupun yang di curigai sebagai salah satu tersangka yang sedang bermain di sana.


Alice memilih kembali ke sisi Maya dan meminta gadis itu untuk pergi dari tempat ini.


"Kita pergi dari sini." Bisik Alice.


"Ahh sepertinya aku tidak bisa bermain lagi." Ucap Maya kepada bandar dan pemain di sampingnya itu.


"Kau sudah memenangkan bonus naga dan ingin selesai? sungguh pilihan yang bijak." Ucap pria pemain di samping Maya.


"Ya.. aku hanya sedikit beruntung." Ucap Maya sedikit merendah.


"Ahh begitukah.." Ucap pria itu kemudian diam sesaat dan melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Jika kau bosan, datanglah ke acara pelelangan gelap besok malam. Di sana pasti jauh lebih menyenangkan." Ucap pria itu sambil menyerahkan sebuah pass card kepada Maya.


"Woah.. kau baik hati sekali." Ucap Maya antusias.


"Anggap saja aku balas dendam atas kekalahan ku kali ini." Ucap pria itu sambil memberikan senyum menyeringainya.


"Baiklah ku terima kartu mu." Ucap Maya dan mengambil kartu itu dan kemudian beranjak pergi dari meja bermain itu menuju loket untuk menukarkan uangnya kembali.


"Bukankah ini menyenangkan?" Tanya Maya kepada Alice.


"Tidak.. ini sedikit membosankan.. aku tidak menemukan para tersangka yang di curigai di daerah sini." Ucap Alice sedikit tidak bersemangat.


"Astaga.. tidak bisakah kau bersenang-senang sedikit.. misi terus yang kau pikirkan." Ucap Maya tidak habis pikir dengan gadis kecil itu


"Aku hanya ingin secepatnya menyelesaikannya." Ucap Alice datar.


"Baiklah aku mengerti." Ucap Maya dan kemudian dia diam sejenak dan melanjutkan bicaranya.


"Kau tahu mengapa aku bersemangat saat bermain tadi?" Tanya Maya kepada Alice.


"Bukankah karena kau memang menyukai permainan itu karena bisa mendapatkan uang dengan cepat. Selain itu memang apa lagi?" Ucap Alice datar mengapa harus menanyakan sesuatu hal yang sudah pasti.


"Astaga kau benar-benar kejam.. Apakah kau pikir aku akan melakukannya hanya demi uang saja?" Ucap Maya dengan nada sedikit kesal.


"Lalu memang apa lag?" Tanya Alice yang mulai bingung dengan pertanyaan Maya.


Maya mulai memperhatikan sekitar, mereka sedang berjalan di selasar yang menuju kamar mereka. Tidak ada siapapun di sana, hanya ada Alice dan Maya di sana.


"Aku melakukannya untuk mendapatkan kartu ini tentu saja." Ucap Maya sambil memperlihatkan kartu pass card yang di berikan pria di casino tadi.


"Ha? untuk apa?" Tanya Alice bingung.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2