JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Rapat


__ADS_3

Alice dan Anton baru saja tiba di parkiran restoran makanan korea.


Saat tiba di dalam restoran korea, mereka memesan makanan masing-masing. Alice memesan Dak Galbi merupakan makanan yang di masak di hot plate bundar di atas meja yang terdiri dari ayam goreng, kubis, kue beras, bawang merah, dan kentang manis. Tidak lupa dengan saus panas yang terbuat dari pasta cabai merah, kecap dan kunyit. Belum lagi dia meminta tambahan ekstra keju mozzarella.


Alice memesan lagi Nakji Bokkeum yang bahan dasarnya adalah Nakji atau gurita dan tumis sayur yang di olah dengan bumbu khusus dan saus pedas yang membuatnya menjadi sangat nikmat.


Untuk minumannya gadis itu memilih jeju orange.


Anton memilih pesanan Jinju Bibimbap yang berupa semangkuk nasi putih dengan berbagai lauk di letakkan di atasnya yang berupa sayuran, daging sapi, telur dan saus pedas. Di tambah dengan yukhoe, daging sapi mentah yang di cincang dan di bumbui saus sedap.


Dan memilih makanan lain Gomtang untuk makan malamnya berupa sop tulang yang terbuat dari sapi, yang di sajikan dengan mangkuk batu panas yang berisi nasi, daging sapi sanding lamur (bagian dada bawah), daun bawang, telur yang di potong tipis-tipis. Untuk minumnya dia memilih minuman teh hangat.


Keduanya makan dengan nikmat dan sesekali bercengkrama. Selain itu Alice juga memesan patbingsu yang merupakan makanan manis dengan variasi tambahan es krim dan yogurt dingin, susu kental manis, sirup buah-buahan, buah-buahan seperti strawberry, pisang, kue beras tteok, agar-agar kenyal dan remah-remah sereal.


"Aku suka melihat n@f$u makan mu sudah kembali Al.. Kamu makan sangat banyak dan aku menyukai itu." Ucap Anton sambil memandang wajah istrinya itu.


"Aku sangat lapar, apalagi setelah menggunakan banyak emosi dan juga pikiran akhir-akhir ini.. Bagaimana dengan pekerjaan mu sayang? Kau dari kemarin menemani ku menyelesaikan seluruh masalah ku. Bagaimana dengan kerjaan mu sendiri?" Tanya Alice mulai mengkhawatirkan suaminya itu.


"Tenang saja, aku masih bisa membiayai mu makan kok.. Meski sebanyal ini." Ucap Anton menggoda Alice.


"Haihh.. Kau menyebalkan.. Aku kan bertanya serius." Ucap Alice dan mecebikkan bibirnya kesal.


"Hehe aku hanya bercanda sayang.. Masalah perusahaan mu maupun masalah pekerjaan ku sudah di bantu oleh Paul dan beberapa staf yang lainnya yang bisa di percaya. Dan aku masih tetap memantau dan mengambil keputusan akhirnya." Jelas Anton lagi.


"Maaf aku merepotkan dan membebani seluruh pekerjaan ku kepada mu.." Ucap Alice merasa bersalah.


"Kau tidak perlu berkata begitu.. Sebenarnya sekarang perusahaan Baskoro Grup sudah mulai terkendali karena mereka semuanya sudah seusai dengan job desk mereka masing-masing dan tidak ada yang berani untuk melangkahi wewenang mereka." Jelas Anton memberitahukan situasi yang terjadi di kantor akhir-akhir ini.


"Syukurlah kalau begitu. Keputusan ku untuk menyelesaikan masalah dengan mencabut semua ya dari akarnya membuat mereka menjadi takut dan tidak berani untuk melakukan kecurangan lagi." Ucap Alice dan sedikit bersyukur atas keputusan ekstrim yang diambilnya.


"Kau sudah melakukan hal yang bagus kok sayang, tidak ada yang perlu di khawatirkan semuanya akan baik-baik saja semuanya.. Mungkin setelah ini kita memang harus memperkerjakan seseorang yang memang memegang perusahaan itu untuk membantu mu mengawasinya, dan orang itu haruslah orang yang bisa kamu percayai agar kamu bisa hanya memantaunya dari kejauhan." Ucap Anton mengingatkan apa yang harus di lakukan Alice untuk kedepannya.


"Ya.. Kau benar.. Untuk saat ini aku masih belum menemukan orang yang bisa membantu ku.. Namun secepatnya aku pasti akan menemukan orang yang tepat." Ucap Alice percaya diri.


"Baguslah jika kau percaya diri.." Ucap Anton dan mengusap lembut rambut gadis itu.


"Sudah jangan pikirkan itu sekarang, sekarang kau habiskan makan mu setelah ini kau masih harus menyelesaikan pekerjaan mu bukan." Ucap anton kembali mengingatkan Alice.


"Ya .. Kau benar sayang.. Ayo lanjutkan lagi makannya.." Ucap Alice dan kembali menyuapkan makanan kedalam mulutnya.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian saat mereka sudah menyelesaikan makannannya, Anton kembali mengantarkan Alice kembali ke Roy Jaya Putra Company yang ada di kota X dan gadis itu membawa Anton masuk kedalam ruangan kerjanya.


"Aku suka ruang kerja mu.." Ucap Anton sambil berkeliling melihat ruangan kerja istrinya itu.


"Ini kurang lebih sama dengan ruang kerja ku di pusat di kota A, namun di sana jauh lebih lengkap dan besar? karena memang di sanalah pusatnya." Jelas Alice lagi.


"Aku tidak menyangka ternyata Roy Jaya Putra di kembangkan oleh Roy sendiri, dia memamg pria yang penuh dengan bakat dan juga bertalenta.. Dia bisa membuat beberapa cabang di beberapa negara dan bahkan membuatkan kantor pusat di negara-negara itu." Puji Anton kepada Roy pria yang sudah Alice anggap kakaknya itu.


"Ya.. Dia orang yang baik dan cerdas.. Aku sangat beruntung pernah bertemu dengannya dan bahkan dia sudah menganggap ku sebagai adiknya sendiri." Ucap Alice dengan penuh rasa syukur.


"Lalu aku belum pernah bertemu dengan kekasih Roy.. Siapa ke kasihnya?" Tanya Anton penasaran.


"Kak Roy tidak memiliki kekasih, dia benar-banar memfokuskan dirinya dengan pekerjaannya." Jawab Alice lagi.


"Ahh pantas saja dia bisa sesukses itu." Ucap Anton memuji Roy dengan tulus.


"Lalu bagaimana dengan Galih?" Tanya Anton penasaran dan seketika dia teringat bahwa pria itu sebelumnya adalah saingan beratnya.


"Tidak perlu di jawab aku sudah tahu dia menyukai siapa." Ucap Anton yang langsung menghentikan Alice untuk menjawab pertanyaannya.


Alice yang mendengar itu hanya tersenyum melihat tingkah suaminya sendiri yang kesal atas pertanyaannya dirinya sendiri.


"Ya sudah aku akan mengerjakan pekerjaan ku dahulu ya.. Nanti aku akan kesini lagi." Ucap Alice mengecup pipi suaminya dan kemudian pergi keluar dari ruangan kerja pria itu.


Alice keluar dari ruangan kerjanya menuju ruang pertemuannya dengan beberapa rekan kerjanya yang lain dan juga terhubung dengan video dengan Roy dan juga Galih.


"Baiklah kita semua sudah berkumpul.. Silahkan di mulai." Ucap Roy ya g berada di dalam panggilan video konferensi itu.


"Baiklah aku akan mulai saja.. Semua laporan sudah aku katakan secara tertulis semuanya di dalam laporan.. Selain itu aku sudah mendapatkan informasi mengenai wanita yang mencoba mencelakakan Jhon Markus." Ucap Alice pada rapat pertemuan itu.


Beberapa orang di sana langsung melihat kearah Alice dengan wajah penasaran.


"Wanita itu bernama Jeniver Zack.. Dia sebelumnya di rawat di rumah sakit jiwa di kota V." Jelas Alice.


"Untuk informasi selanjutnya saya meminta tim informasi untuk mengungkap semuanya.. Untuk keadaan tersangka Jhon Markus saat ini masih dalam kondisi koma." Jelas Alice lagi.


"Untuk saat ini sepertinya hanya ini saja laporan yang bisa aku berikan." Jelas Alice lagi.


"Baiklah kalau begitu silahkan tim lain memberikan laporannya." Ucap Roy dan meminta tim lainnya untuk membacakan laporannya mengenai beberapa hal di dalam kasus itu.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian..


"Baiklah untuk saat ini tetap lakukan pekerjaan kalian sebelumnya, jika memang ada perubahan atau hal lainnya, kalian bisa mendiskusikannya dnegan Alice. Untuk saat ini dia yang akan menangani urusan ini sepenuhnya sampai Juna bisa kembali mengerjakan pekerjaannya. Ada yang ingin di tanyakan lagi?" Tanya Roy dalam telepon video itu.


"Tidak ada Pak.." Jawab semuanya kompak.


"Baiklah kalau begitu kita akhiri rapat hari ini.. Kalian bisa kembali mengerjakan tugas kalian." Perintah Roy dan panggilan video itupun terputus.


"Bu Al.. Kami pamit.." Ucap semua orang satu persatu berpamitan kepada Alice dan meninggalkan ruang rapat itu.


"Huft.. Akhirnya selesai juga.. 2jamn rapat apakah Anton akan mati kebosanan?" Gumam Alice dan segera bergegas keluar dari ruangan rapat itu menuju ruang kerjanya.


Alice membuka pintu ruang kerjanya dan terkejut saat pria tampan itu dengan santainya duduk di sofa sambil memangku sebuah laptop di pahanya dan beberapa berkas juga ada di atas meja sofa itu.


"Apa yang sedang kamu lakukan sayang? Aku pikir kamu akan mati kebosanan menunggu ku.." Ucap Alice dan mendudukkan dirinya di sofa di samping Anton.


"Aku tidak bosan menunggu mu.. Tapi merindukan mu istri ku.. Daripada aku terus memikirkan merindukan mu, lebih baik aku mengerjakan dan memeriksa beberapa tugas di perusahaan mu dan di rumah sakit dan kebetulan semuanya sudah selesai saat kau kembali ke pangkuan ku." Goda Anton lagi sambil meletakkan laptop yang tadinya di pangkuannya ke meja sofa dengan beberapa berkas yang di letakkan di atas meja itu.


"Bagaimana tadi dengan rapatnya?" Tanya Anton penasaran dengan hasil rapat tadi.


"Semuanya berjalan baik sesuai dengan laporan yang sebelumnyankita terima.. Kita masih akan mencari informasi mengenai data wanita itu dan kemudian membawanya untuk di interogasi." Jelas Alice lagi.


"Baiklah jika begitu.. Semangat ya istri ku.. Kau pasti bisa mengerjakan semuanya." Ucap Anton menyemangati istrinya itu.


"Hemm pasti.. Aku akan semangat karena selalu di temani pria tampan." Ucap Alice yang kini mulai menggoda suaminya itu.


"Wahh udah bisa menggombal nih ya.." Ucap Anton sambil mengecup kening istrinya gemas.


"Akukan belajar dari kamu.." Jawab Alice cepat dan kembali menggoda suaminya.


"Ya baiklah aku mengakui hal itu.." Ucap Anton yang kini beralih mengecup bibir Alice lembut.


"Baiklah baiklah aku akan mengerjakan tugas ku dahulu.. Setelah ini kita akan pulang kerumah." Ucap Alice dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Anton.


Jika dia tidak menghentikannya sekarang, Bisa di pastikan pekerjaannya akan sangat terbengkalai.


"Baiklah kalau begitu.. Kau paling bisa untuk melarikan diri ya.." Ucap Anton dan mencuil hidung istinya itu.


"Aku hanya mencoba untuk tidak mencari masalah agar tidak terjadi sesuatu yang diinginkan tentu saja." Ucap Alice menggoda suaminya dengan mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu.. Selesaikan sana pekerjaan mu." Ucap Anton dan merapihkan juga berkas yang berantakan di atas meja dan merapihkan beberapa pekerjaan di laptop miliknya.


Bersambung....


__ADS_2