JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Rencana penculikan


__ADS_3

"Adeliana! Aku pasti akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri! Dan kau wanita j@lang, jangan senang dahulu karena kau sudah bisa naik ke atas ranjang ku! Kau juga akan menemani Adeliana mati di tangan ku!" Ucap Belinda kesal sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengurungkan niatnya masuk kedalam kamar dan memilih kembali menuju mobilnya pergi kesuatu tempat.


Belinda mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menuju sebuah club malam. Wanita itu datang dan duduk tepat di depan bartender.


"Berikan aku minuman yang kuat!" Ucap Belinda singkat.


Wanita itu terluka harga dirinya meski dia selalu melakukan hubungan dengan pria lain, namun dia tidak menyangka Fiktor akan terang-terangan mempermalukannya di depan wanita J@lang itu dan bahkan di depan para pelayan mansion rumah mereka.


"Ini nyonya.." Ucap bartender menyerahkan minuman berwarna keemasan dengan es batu bulat di dalamnya.


Belinda mengambilnya dan meminumnya hingga habis membuat tenggorokannya terasa panas dan kepalanya langsung berhenti berdenyut dan mengalirkan sensasi rileks.


"Sepertinya anda sedang ada masalah nyonya." Ucap bartender itu saat melihat cara minum Belinda dan wanita itu meminta minumannya lagi.


"Ya.. Aku menginginkan seseorang lenyap selamanya namun hama itu terus saja mengganggu!" Ucap Belinda kesal.


"Ahh.. Aku bisa membantu mu nyonya.. Jika hama itu sangat sulit, kau bisa mencoba ke sana. Di sudut ruangan itu tempat geng Mafia Gigi Naga. Mungkin hama mu akan tercabut hingga ke akarnya." Ucap bartender itu memberikan sarannya kepada Belinda sambil menyodorkan minuman gelas keduanya.


"Wahh terdengar menarik.. Ini untuk mu dan informasi mu." Ucap Belinda yang menegak habis lagi minuman gelas keduanya dan menyodorkan beberapa pecahan uang besar kepada pria bartender itu.


"Tentu nyonya. Senang bisa membantu mu." Ucap bartender itu tersenyum cerah saat menghitung jumlah uang yang di berikan wanita tua itu.


Belinda berdiri dan berjalan menuju sudut ruangan yang di tunjukan oleh bartender itu dan melihat beberapa orang berkumpul dengan beberapa tato gigi taring di leher mereka.


'Sepertinya mereka ini yang di bicarakan oleh bartender itu.' Batin Belinda dan kemudian tersenyum sinis.


"Hei mau apa kau kemari!" Ucap salah seorang pria yang berkumpul di sudut ruangan itu dengan geramnya.


"Aku kesini ingin bertemu bos kalian." Ucap Belinda dengan percaya diri.


"Heh! Memangnya siapa kau ingin menemui bos kami!" Ucap pria itu mengejek kepada Belinda.

__ADS_1


"Aku belinda Stary istri pemilik BBC. Aku ada pekerjaan untuk bos kalian. Cepat antarkan aku kepada bos kalian!" Ucap Belinda percaya diri.


"Ahh begitu baiklah ikut dengam ku nyonya." Ucap pria itu yang berubah menjadi hormat dan menunjukkan jalan kepada sebuah ruangan.


"Wah wah wah kita akan memiliki pohon uang kali ini." Ucap salah satu orang yang berkumpul di sana dan tersenyum licik kearah Belinda.


"Kau benar! Bos pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini." Ucap salah satu orang menimpali.


"Kalau begitu minumlah yang banyak! Bos pasti akan bahagia dan mentraktir kita! Ayo kita berpesta!" Ucap salah seorang lagi dan mulai mengangkat gelasnya dan minum dengan liar.


"Ayoo! Minum sampai mati!" Ucap pria lain menimpali dan meminum langsung gelasnya hingga kosong.


Semua pria di sudut ruangan itu minum dan tertawa dan berpesta dengan liarnya. Mereka tahu akan hal baik yang terjadi di depan mereka nantinya, pekerjaan yang pastinya akan menghasilkan banyak uang dan kesenangan untuk mereka.


"Bos.." Pria bertubuh tegap dan Belinda masuk ke dalam ruangan yang berisi seorang pria yang mengenakan kaus putih dengan banyak tato di tubuhnya dan di temani oleh dua orang wanita penghibur di sisinya.


"Ada apa kau mengganggu ku." Ujar pria itu geram. Dia merasa kedatangan anak buahnya mengganggu kesenangannya bersama dua wanita berbaju serba minim itu.


"Maaf bos.. Ada permintaan pekerjaan." Ucap anak buahnya menunduk takut terhadap emosi yang akan meledak nantinya.


"Ahh.. Seharusnya kau memberitahuku dari awal. Kalian pergilah dahulu." Perintah pria itu kepada kedua wanita pendampingnya saat melihat wanita di belakang anak buahnya dengan dandanan modis dan pakaian mahal yang menempel di tubuh wanita itu.


"Baik.. Panggil kami jika kau masih menginginkan kami bos." Ujar kedua wanita penggoda itu dan kemudian pergi dari ruangan remang itu.


"Ehemm.. Ada apa kau ingin bertemu dengan ku." Ucap pria itu sambil memandang langsung kearah Belinda dengan tatapan meneliti.


"Apakah kau ketua geng Mafia Gigi Naga? Aku membutuhkan kalian untuk menculik seorang gadis." Ucap Belinda langsung kepada intinya.


"Hah pekerjaan sekecil itu kau menginginkan aku sebagai ketua mafia yang menyelesaikannya?" Ucap bos mafia itu kesal.


"Itu bukan pekerjaan mudah, dia di lindungi oleh beberapa bodyguard bersenjata lengkap." Ujar Belinda datar.

__ADS_1


"Wahh menarik.." Ucap bos mafia itu.


"Jadi maukah kau membantu ku? Aku akan memberikan sebuah diskotek yang ada di pusat kota X jika kalian berhasil membawa gadia itu ke suaru tempat, dan urusan yang lainnya biar aku yang mengurusnya. Bagaimana?" Tawar Belinda dengan senyum jahatnya.


"Wow.. Sepertinya menarik.. Tantangan dan hadiah yang menggiurkan tentu saja aku tidak boleh melewatkannya bukan. Aku terima pekerjaan ini. Kirimkan semua data mengenai gadis itu." Ucap bos mafia itu dengan senyum sinisnya.


"Tentu.. Senang bekerja dengan mu tuan.." Ucap belinda menggantung karena wanita itu tidak mengetahui nama bos dari geng mafia Gigi Naga itu.


" Galen." Jawab pria itu dingin.


"Oke tuan Galen.. Senang bekerja sama dengan anda. Saya akan mengirimkan informasinya melalui kontak anda." Ucap Belinda dan menyerahkan ponselnya kepada bos mafia itu.


Galen mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di ponselnya dan menyerahkan kembali kepada wanita di depannya itu.


Belinda mengambil ponselnya dan menyimpan kontaknya dengan inisial 'G' di dalam kontaknya.


"Aku akan mentraktir kalian malam ini. Masukan saja semua tagihannya ke dalam kartu ini." Ujar Belinda dan menyodorkan sebuah kartu berwarna gold yang merupakan kartu pelanggan tetap diskotek itu.


"Anda murah hati sekali nyonya." Ucap Galen dan berusaha bangkit dari duduknya.


"Aku akan memberikan hadiah lebih jika kalian mampu menyelesaikan misi dari ku secepatnya." Ucap Belinda tenang dan kemudian pergi keluar dari ruangan kecil itu.


"Bagus kau mendapatkan pohon uang Nik." Ucap Galen dan memuji Nik anak buahnya dengan menepuk-nepuk bahu pria itu.


"Tentu bos.. Dia adalah istri dari pemilik BBC tentu saja dia memiliki pohon uang yang melimpah." Ucap Nik bangga.


"Bagus.. Kalian bisa berpesta sepuasnya malam ini, swtelah kita mendapatkan data menenai gadis yang akan kita culik, persiapkan semya senjata dan anak buah kita. Lebih cepat kita menyelesaikannya, lebih cepat kita bisa berpesta lagi." Ucap Galen dengan senyum bahagianya.


"Tentu bos."


"Ahh.. Panggilkan kembali dua wanita tadi dan tambah seorang wanita lagi. Aku harus memanfaatkan pesta hari ini bukan." Ujar Galen dan kemudian menegak minuman berwarna bening dari gelasnya.

__ADS_1


"Baik bos." Ucap Nik semangat dan kemudian keluar dari ruangan itu untuk memangil ketiga wanita pendamping bosnya dan memberitahukan kepada anak buahnya bahwa mereka bebas berpesta untuk malam ini.


Bersambung....


__ADS_2