
Tuan Shing membawa mereka menuju ke Rangali Island.
"Mengapa kita ke hotel ini?" Tanya Alice bingung. Pasalnya mereka memang bukan tinggal di sini kan, namun mengapa sekarang mereka memasuki hotel itu.
"Aku sudah memesannya untuk satu malam. Namun mau di sini atau di tempat sebelumnya itu tergantung keinginan kamu. Yang pasti kita akan mandi dan mengganti pakaian di sini. Aku sudah menyiapkan pakaian kita di dalam kamar hotel. Setelah itu kita akan makan siang di sini." Ucap Anton yang membuat mata Alice terbelalak. Sepertinya pria itu selalu totalitas terhadap sesuatu hal.
Hotel yang mereka datangi memiliki pemandangan bawah laut Maldives ini terletak di Rangali Island. Dengan berlapiskan kaca dan terletak 4.9 meter di bawah laut, mereka dapat menyaksikan keindahan dan kehidupan bawah laut sambil menikmati hidangan bersama orang tercinta dengan suasana yang romantis. Selain itu, mereka juga dapat merasakan bermalam bersama hiu namun pada saat-saat tertentu saja.
"Woah... indah sekali.. rasanya aku hidup di dalam dasar lautan." Ucap Alice takjub melihat semua ikan yang berenang di atas kepalanya. Kepala Alice tidak henti-hentinya berkeliling memandangi ikan ikan yang sedang berenang itu.
"Kita bisa menginap di sini?" Tanya Alice lagi memastikan.
"Tentu.. jika kau mau.. kita bisa bermalam di sini. Sana cepat ganti baju mu. Baju baru ada di dalam lemari." Ucap Anton dan gadis itu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Beberapa saat kemudian Alice muncul dengan mengenakan dress tanpa lengan selutut berwarna kuning. Rambut gadis itu di lilit oleh handuk kecil.
"Keringkan dengan benar rambut mu agar tidak masuk angin. Aku akan membersihkan diri dahulu." Ucap Anton dan bergantian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selepas anton masuk kedalam kamar mandi, Alice berjalan menuju ranjang. Gadis itu merebahkan tubuhnya menghadap ke langit-langit yang merupakan lautan yang berisikan ratusan ikan-ikan yang sedang berenang di atasnya. Gadis itu menganggkat tangannya dan mencoba menggapai-gapai ikan-ikan yang sedang bercengkrama bersama arus air.
Anton keluar dari kamar mandinya dan melihat kekasihnya sedang memandang ke langit-langit dengan menjulurkan tangannya ke atas mencoba meraih ikan-ikan itu. Anton mencoba mengambil kamera dan mengabadikan moment itu. Setelah itu pria itu meletakkan kembali kameranya dan mendekati ranjang itu.
Pria itu menelungkupkan tubuhnya menghadap Alice dan kemudian mengecup bibir gadis itu.
"Hentikan.. lihat itu.. itu sangat indah.." Ujar Alice mendorong Anton agar pria itu tidak menghalangi pemandangannya menghadap ke langit-langit yang berhiaskan ikan berwarna-warni di sana.
"Tapi menurut ku.. ini lebih indah dan membuat ku sangat tergoda." Ucap Anton dan kembali mengecup bibir kekasihnya itu.
"Anton..." Ucap Alice manja.
__ADS_1
"Hemm.." Ucap Anton membalas namun tidak melepaskan kecupan kecupan di bibir gadia itu.
"Aku lapar.." Ucap Alice lagi membuat pria itu sedikit terkekeh melihat tingkah gadis itu.
"Astaga tadi kau tidak merasa lapar. sekarang saat aku menggoda mu rasa lapar mu kembali muncul." Ucap Anton. Namun pria itu langsung bangkit dari tidurnya dan menarik lengan kekasihnya itu.
"Ayolah kalau begitu kita makan dahulu. Agar kau memiliki tenaga dan tidak mengeluh lapar lagi." Goda Anton dan mengedipkan sebelah matanya saat gadis itu sudah berdiri di hadapannya.
Blushh.. wajah Alice kembali memerah, gadis itu langsung menyembunyikan wajahnya di balik dada Anton.
Mereka mulai keluar kamar dan mulai menyusuri lorong menuju restoran hotel.
Restoran hotel itu seperti sebuah lorong yang di atasnya terdapat ribuan ikan kecil dan bahkan ikan hiu.. Jalanan di bawah di terangi oleh lampu-lampu bahkan mejapun memiliki lampu meja.
"Aku benar-benar merasa hidup di dalam lautan saat ini." Ucap Alice saat gadis itu sudah duduk di kursi dan bermain dengan ikan yang berenang di samping jendela kacanya itu.
"Tapi aku penasaran. Kapan kamu melakukan perencanaan semua ini?" Tanya Alice bingung. Pasalnya mereka di beritahukan untuk liburan saja mendadak kemarin pagi, dan dalam sekejap mata Anton sudah mereservasi dan mengatur beberapa pengaturannya sendiri.
"Hemm kemarin saat di dalam pesawat. Aku mencari beberapa tempat yang indah dan hal apa saja yang bisa membuat mu bahagia dan mencoba mereservasi dengan perkiraan waktu kedatangan kita. Dan voila, semua berhasil membuat mu bahagia. aku senang dengan usaha ku sendiri." Puji pria itu sendiri.
"Hemm baiklah kau memang yang paling hebat. aku akui itu." Ucap Alice.
Mereka mulai memakan makanan khas Maldives seperti Bajia seperti samosa terbuat dari beberapa campuran bahan-bahan makanan yang di masukkan langsung ke dalam kulit lumpia dan kemudian di goreng, terdapat campuran ikan laut di dalamnya. Alice memulai makanannya dengan Bajia ini.
Selain itu Alice juga memesan Garudhiya. Makanan ini disebut juga dengan sup tuna dan merupakan salah satu santapan khas di tempat ini. Garudhiya biasanya dijadikan sebagai lauk pelengkap dan disantap dengan nasi. Gadis itu mengambil nasi dan mulai menuangkannya Garudhiya ini ke dalam piringnya.
__ADS_1
Sedangkan pesanan Anton adalah Chicken Biryani. Jenis makanan ini berbahan utama ayam dan memiliki citarasa yang sangat enak serta lezat. Makanan ini juga memiliki bahan dasar lainnya dalam proses pembuatannya yaitu seperti beras, rempah-rempah, telur hingga sayuran.
Anton tersenyum saat melihat Alice lahap dengan makannya. Pria itu juga mulai memakan nasi biryaninya. Mereka makan sambil sesekali berbicara.
"Ohya aku penasaran, mengapa Maya melihat mu seperti melihat orang asing. Maksud ku seperti tidak ada rasa kaget saat melihat mu atau segan semacam itu." Tanya Alice di sela-sela makannya.
"Tentu saja dia akan berprilaku seperti melihat orang asing. Karena memang dia tidak mengenali ku sebagai bos nya. Di dalam 'kelompok' ku, tidak banyak orang yang mengetahuinya. Aku berada di belakang layar kau ingat?" Ucap Anton menjelaskan.
"Ahh.. pantas saja.. padahal tadinya aku mau lihat reaksi gadis itu, atau malah aku ingin mengomelinya karena sudah diam-diam membohongi ku.. ehh saat di pesta dia tampak biasa saja." Ucap Alice sedikit kecewa.
"Sudahlah.. itu bukan salahnya. Aku yang menyruhnya menjaga mu, dia hanya menjalankan tugasnya saja." Ucap Anton membela anak buahnya.
"Iya aku tahu itu, maka dari itu aku mengabaikannya dan tidak memperhitungkan masalah itu dengannya." Ucap Alice lagi.
"Ohya berarti siapa saja yang mengetahuinya?" Tanya Alice mulai penasaran.
"Hanya Paul dan Alex beserta satu supir pribadi." Ucap Anton yang di selingi makannya.
"Mengapa kau memilih di balik layar? apa kau takut pada musuh mu?" Tanya Alice mulai penasaran lagi.
"Tidak bukan itu. Hemm sebenarnya yang mengetahui pemimpin kita di ganti hanya orang dalam saja, dan untuk memperkuatnya kita tidak menyebarkan isu itu keluar. Bagaimanapun jika para musuh tau bahwa kita memiliki pemimpin baru, ada kemungkinan perbedaan dalam struktur organisasi berubah dan mereka memiliki kesempatan untuk menggoyangkan kelompok kita." Jelas Anton.
"Benar juga." Ucap Alice. "Lalu bagaimana bisa kau menjadi pemimpin mereka? apakah harus bertarung hidup mati dahulu dengan pemimpin sebelumnya agar bisa menjadi pemimpin baru seperti di film-film action itu?" Tanya Alice mulai penasaran dengan pekerjaan lain Anton.
"Sepertinya kau terlalu banyak menonton film action sayang." Ucap Anton dan mengacak-acak lembut rambut Alice.
"Ihh aku serius.. aku penasaran.. katakan pada ku.." Ucap Alice dan mulai seris mendengarkan.
"Baiklah..."
__ADS_1
Bersambung....