JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Awal terungkapnya


__ADS_3

“Sayang kau baik-baik saja? Apa yang kau rasakan saat ini?” Tanya Alice khawatir dengan keadaan Anton.


“Tidak aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir. Dan ini pertama kalinya kau sebut aku dengan panggilan sayang, dengan inisiatifmu sendiri. Aku ingin mendengarkannya lagi. Cepat cepat ulangi lagi.” Ucap Anton menenangkan pujaan hatinya dan mengalihkan perhatian gadis itu dengan sedikit menggodanya.


“Hentikan itu Anton. Aku serius bagaimana keadaan mu. Apa ada bagian yang sakit?” Tanya Alice yang sedikit ketus karena dia malu dengan godaan kekasihnya itu.


“Tidak.. aku baik-baik saja. Sungguh.” Ucap Anton lagi meyakinkan Alice dan mengenggam tangan gadis itu.


“Anton bolehkah aku menanyakan sesuatu?” Tanya Alice sedikit ragu.


“Hemm tentu sayang..”


“Bagaimana kau bisa berada di sana? Padahal itu bukan sebuah tempat yang umum yang akan di datangi pengunjung.” Tanya Alice penasaran.


‘Hemm sial.. seharusnya aku tidak mengiyakan ucapannya. Tapi bagaimanapun aku harus memberikannya alasan.’ Batin Anton.


“Emhh sebenarnya….”


Flashback On


Setelah menyelesaikan pekerjaannya di siang hari itu Anton berinisiatif mengecek kembali email di ponsel hitamnya itu. Di sana ternyata ada beberapa email dari Paul yang menyebutkan dia memiliki informasi terbaru mengenai Alice dan Lidia. Melihat hal itu Anton berinisitif langsung menghubungi ponsel Paul namun ponsel itu tidak dapat di hubungi.


“Ahh sial, kenapa ponselnya tidak aktif. Membuat orang penasaran saja dengan informasi itu.” Kesal Anton. Tak habis pikir, pria itu juga menelpon Axel, namun ponselnya juga sama tidak dapat di hubungi.


“Ada apa dengan mereka berdua. Mengapa tidak bisa di hubungi.” Kesal Anton menjadi bertambah melihat kedua orang kepercayaannya itu tidak dapat di hubungi.


Teng tong bel kamar itu berbunyi.


“Siapa sih yang datang.. perasaan ini masih jam sekolah. Gadis itu pasti belum pulang.” Ucap Anton.


Anton langsung beranjak dari kamarnya dan berjalan untuk melihat siapa yang datang ke tempatnya. Dia berharap bukan wanita gila itu yang datang. Karena jika iya, dia akan benar-benar melenyapkan wanita itu. Karena wanita itu sudah sangat berani untuk melukai kekasihnya itu.

__ADS_1


Anton membuka pintunya dan di sana tampak dua orang dengan postur tubuh tinggi dan tegap.


“Ohh kalian aku kira siapa. Pantas saja ponsel kalian tidak bisa di hubungi.” Ucap Anton kesal.


“Maaf Tuan saya lupa menyalakannya kembali.” Ucap Anton dan Axel bersamaan.


“Sudahlah, cepat masuk.” Ucap Anton dan memersilahkan kedua orang kepercayaannya itu masuk ke dalam ruang tamu dan mempersilahkan ke duanya untuk duduk.


“Maafkan saya tidak memberitahukan sebelumnya. Saya hanya ingin memberikan informasi langsung kepada anda Tuan.” Ucap Paul.


“Baiklah. Langsung saja.” Ucap Anton.


“Tuan saya mendapatkan informasi mengenai bu Lidia.. Beliau adalah donator tetap di panti asuhan cahaya hati.”


“Kalau itu saya juga sudah tahu. Itu adalah salah satu panti asuhan milik keluarga kami.” Ucap Anton tak sabar dan kesal, jika hanya informasi itu semua orang di negara A juga sudah mengetahuinya.


“Boleh saya lanjut tuan?” Tanya Paul meminta agar tuannya memberikannya waktu untuk menjelaskan maksudnya.


“Benar kata anda Tuan, itu adalah panti asuhan milik keluarga anda. Namun bu Lidia tertulis sebagai donator tetap atau ibu asuh untuk Alice Anatasya, hanya Alice Anatasya. Dia memberikan pendidikan terbaik di sekolah swasta yang masih dalam naungan kepemilikan keluarga anda. Dan bahkan memberikan gratis semua biaya baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan belajar-mengajar. Belum lagi bu Lidia akan mensekolahkannya hingga jenjang perguruan tinggi jika gadis itu menginginkannya." Ucap Paul.


"Namun gadis itu menolaknya dan memilih bekerja pada suatu perusahaan saat dia sedang sekolah menengah atas dan keluar dari panti asuhan memilih tinggal sendiri sesaat lulus dari sekolah itu. Bu Lidia juga tertangkap beberapa foto yang sedang diam-diam memperhatikan gadis itu setiap gadis itu berulang tahun sejak gadis itu mengginjak sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Bahkan datang di acara pembagian raport atau kenaikan kelas, namun masih secara sembunyi-sembunyi tidak pernah memperlihatkan diri secara langsung. Sehingga dapat di pastikan Nona Alice tidak mengetahuinya. Namun Bu Lidia pasti mengetahu Alice sejak gadis itu masih kecil.” Lanjut Paul lagi.


“Lalu jika ibu sangat menyayangi gadis itu mengapa ibu tidak bisa menerima Alice sebagai menantunya? Bahkan Ibu pasti lebih mengetahui sifat gadis itu. karena ibu sendiri yang memantau perkembangan anak itu, dan mengapa harus Alice.” Tanya Anton heran.


“Untuk hal itu kami masih memerlukan waktu untuk mencari jawabannya tuan." Ucap Paul.


“Baiklah kau selidiki lebih dalam lagi. Cari hingga benar-benar tertemukan alasannya.” Ucap Anton.


“Baik tuan.” Ucap Paul.


Tingg bunyi email masuk ke ponsel hitam Anton.

__ADS_1


“Tunggu sebentar. Kita lanjutkan lagi.” Ucap Anton saat melihat notifikasi email dari ID Spy. Pria itu langsung membuka ponselnya dan membacanya.


‘Maaf Tuan saya kehilangan kontak Nona Alice.’ Isi pesan itu. Anton langsung membelalakan matanya dan langsung segera menghubungi nomer di ponselnya itu.


“Jelaskan apa maksud dari email mu.” Ucap Anton langsung saat mendengar panggilan telponnya tersambung.


“Maaf Tuan, saya kehilangan jejak Nona Alice. Saya menyadarinya setelah jam makan siang berakhir gadis itu beserta Namira tidak ada di ruang kelas ataupun di sekeliling sekolah. Bahkan saya juga sudah mencoba menghubungi ponselnya namun ponselnya tertinggal di kelas. Saya juga sudah memeriksa kamera CCTV yang berada di sekolah. Tempat terakhir yang di kunjungi adalah belakang sekolah tempat pembuangan sampah. Namun kedua gadis itu tidak ada di sana. Dan saya curiga bahwa kedua gadis itu telah di culik. Karena saya menduga ada pemotongan kawat besi yang baru saja terpotong dan sedikit robekan yang tertinggal pada kawat itu merupakan salah satu dari baju seragam sekolah kita.” Jelas wanita itu.


“kau melakukan kesalahan lagi dan bahkan sekarang kau kecolongan!!” Bentak Anton.


“Maafkan kelalaian saya Tuan.” Ucap wanita itu dengan cepat.


“Sudahlah cepat kau bereskan situasi di sana. Periksa semua CCTV Dan kabari aku jika kau memiliki informasi terbaru.” Ucap Anton cepat.


“Baik Tuan.” Ucap wanita itu dan mematikan ponselnya.


“Paul Axel bantu aku temukan di mana keberadaan Alice saat ini.” Ucap Anton sedikit khawatir.


“Baik Tuan.” Ucap Paul dan menggambil laptop yang berada di dalam tas gendongnya dan mulai menyalakannya.


“Kau coba cari IP ini, ini adalah IP pelacak yang ku sisipkan di dalam cincin yang ku berikan untuk Alice. Aku harap dia menggunakannya saat ini.” Ucap Anton berharap kekasihnya membawa cincin itu bersamanya.


“Baik Tuan..” Paul mencoba menjelajahi dan memecahkan beberapa kodenya kemudia pria itu menemukan titik koordinat dimana Alice berada.


“Ketemu.. Tuan nona Alice berada di salah satu hutan di pinggiran kota S.” Ucap Paul.


“Baiklah.. Aku tidak bisa menggunakan identitas sebagai K untuk menyelamatkannya. Aku hanya bisa menyelamatkannya sebagai Anton. Selain untuk melindunginya menjadi incaran dari musuh-musuhku, Aku juga tidak bisa mengungkapkan identitas ku ke dunia luar. Karena Gadis itu pasti memiliki rekaman di tubuhnya.” Ucap Anton.


"Kita berangkat sekarang.." Perintah Anton.


"Baik Tuan." Ucap Paul dan Axel bersamaan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2