JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Pertemuan yang tak terduga


__ADS_3

“Anton sayang… Ahh benar itu kau.. sedang apa kau di sini?” Tanya lagi wanita itu memastikan penglihatannya dan tangannya masih berada di pundak Anton akrab.


“Ahh.. ka..ka..kau.. sedang apa di sini?” Tanya anton agak sedikit gugup namun tidak menepiskan tangan wanita itu.


“Kenapa? Memang aku tidak boleh kemari?” Tanya asal wanita itu dan dengan sedikit wajah cemberut. Tangan wanita itu menekan pundak Antonius agar tetap duduk di kursinya.


“Ahhh dan siapa gadis itu Anton?” Lanjut wanita itu lagi dan tersadar melihat gadis muda yang duduk di depan Anton, ya wanita itu melihat kearah Alice dengan sedikit memicingkan matanya.


Alice yang melihat keakraban di antara keduanya sedikit merasa tidak suka dengan ke hadiran wanita itu. Belum lagi wanita itu sepertinya memperhatikannya dengan sangat serius dengan mata yang di picingkan, Alice tahu jelas wanita itu sedang menilainya.


Alice tidak enak di lihat seperti itu dan gadis itu sedikit membenarkan posisi duduknya agar terlihat agak angkuh dan tidak terpengaruh dengan wanita di hadapannya itu, meski wanita itu tetep saja memperhatikannya Alice dengan sangat intens.


“Anton kau tidak berkencan dengannya bukan?” Tanya wanita itu dengan wajah sendu.


“Kau bilang kau sedang ada pasien, nyatanya kau malah pergi makan malam dengan gadis lain. Aku tahu, dia jauh lebih muda dariku. Namun bukankah kau lihat, aku juga tidak kalah jauh cantik dari gadis ini. Kau kejam Anton, apa kau sedang bermain-main dengan ku?” Tanya Wanita itu dengan wajah yang tambah sendu.


“……” Anton hanya diam saja tidak bergeming sama sekali.


“Sudahlah.. Jangan bermain-main lagi.” Ucap seorang pria yang tiba-tiba muncul dari arah belakang Alice. Pria itu kemudian mendekati wanita itu dan memberikannya kecupan di pelipisnya. Wajah pria itu tampan seperti Anton namun dengan garis wajah yang jauh lebih dewasa. Usianya kira-kira 36an.


“Maaf mengagetkan mu Nona.. Aku Alious Hadi Jaya.. Aku kakak tertua bocah itu, dan kenalkan ini istriku Amanda Loise.. dia mantan aktris, jadi harap di maklum dia sangat suka sekali bercanda.” Ucap pria itu yang memperkenalkan dirinya sebagai kakak tertua Anton, dan mengulurkan tangannya kepada Alice.


“Ahh yaaa.. saya Alice Anatasya..” Ucap Alice sedikit gugup, gadis itu berdiri dan mengulurkan tangan untuk membalas jabatan tangan kakak Anton itu.


“Ahh sayang.. kau mengganggu saja.. aku kan hanya sedikit menggodanya..” Ucap wanita itu dan sedikit memeluk manja kepada suaminya itu.


“Sudahlah sayang, kasihan nanti dia jadi kabur menjauhi adikku ini. Kasihan dia sudah susah payah ingin mendekati gadis pujaan hatinya itu.” Ucap Alious kepada istrinya masih dalam pelukkannya dan dengan sedikit mencubit hidungnya itu.

__ADS_1


“Baiklah.. Hehe maafkan aku ya, apakah aku terlalu menakutkan bagimu? Aku hanya bercanda saja, jangan di masukkan hati. Aku Amanda Loise..” Ucap Amanda sambil melepaskan pelukan suaminya dan mengulurkan tangannya kepada Alice.


“Saya Alice Anatasya.” Ucap gadis itu.


“Aku tahu kau wanita yang tangguh, biasanya jika wanita lain berada di posisimu, pasti wanita itu akan marah-marah tidak jelas kepada sang pria atau kepada ku atau malah langsung pergi begitu saja tanpa mau di beri penjelasan. Aku salut dengan keberanian mu untuk tetap tenang dan hanya melihat situasi. Meski di dalam sorot matamu aku dapat melihat kau tidak suka dengan kedekatan kami. Aku benar-benar menyukaimu, aku benar-benar berharap kita bisa menjadi keluarga, bahkan saudara nantinya.” Ucap Amanda jujur.


“Ahh anda terlalu memuji Nyonya Amanda.” Ucap Alice merendah.


“Kau bisa panggil aku kakak, bukankah kalian akan melanjutkannya ke jenjang serius? Maka panggil aku kakak. Benarkan sayang?” Tanya Amanda meminta persetujuan dari suaminya itu.


“Benar kata Amanda, kau bisa memanggilku kakak juga.” Ucap Alious.


“Baiklah, bisakah kalian pergi, aku ingin menikmati kencan pertama kami, yang sangat jarang ini.” Ucap Antonius akhirnya setelah dari tadi pria itu hanya diam saja. Dan kemudian makanan pesanan mereka pun datang dan di hidangkan di atas meja mereka.


“Sudah yuk kita pergi..” Ucap Alious kepada istrinya.


“Ahhh tidak mau,, aku masih ingin berbicara dengan Alice.” Tolak Amanda dan masih saja enggan beranjak dari sana.


“Ahhh yaa benar juga katamu sayang. Baiklah kalau begitu.” Ucap Amanda.


“Alice besok lusa jadi kerumah utama kan? Kau tidak boleh tidak datang ya?” Ucap Amanda mengingatkan Alice.


“Iya Nyo.. Ahh Kak..” Ucap Alice meralat ucapannya cepat.


“Baiklah jika begitu.. kami pergi dulu, memang kalian saja yang berkencan, kami juga akan pergi kencan.. Ahh ya tapi kau ingat Anton jangan pernah menyakitinya, aku sangat menyukainya. Dan Alice, jika pria ini menyakitimu, kau bisa beritahu aku. Aku akan memberinya pelajaran.” Ucap Amanda dan memberikannya selembar kartu nama dan nomer ponselnya.


“Kalian tidak ikut makan dahulu?” Tawar Alice kepada kedua pasangan suami istri itu dan mengambil kartu yang di berikan Amanda.

__ADS_1


“Tidak, kami baru saja selesai makan. Kalian lanjutkan saja.” Ucap Alious.


“Baiklah kami pergi dahulu, silahkan lanjutkan kencan kalian.” Pamit Amanda dan mengecup pipi kiri dan kanan Alice, kemudian menepuk bahu Anton. Sedangkan Alious menganggukkan kepala kepada Alice dan menepuk bahu adiknya itu.


“Akhirnya tenang juga.” Ucap Anton kepada Alice saat kedua pasangan suami istri itu telah pergi.


“Kenapa kau tidak menjelaskannya terlebih dahulu saat Kak Amanda mengerjaiku?” Ucap Alice sedikit kesal.


“Tidakkah kau lihat, tadi Kak Amanda sangat ingin menelanku jika aku langsung membeberkan aktingnya. Aku baru pertama kali meihatnya seperti itu, sepertinya dia benar-benar menyukaimu Alice. Dan kau lihat, abang ku juga menerima mu dengan baikkan. Aku yakin nanti kak Amanda pasti akan menceritakkannya kepada ibu nanti di telpon. Dia dengan ibu dan kakak iparku yang lain sangat kompak, aku yakin mereka semua akan cocok denganmu Al.” Ucap Anton menenangkan kekasihnya yang sedikit kesal itu.


“Benarkah? Apakah kesan ku buruk?” Tanya Alice khawatir.


“Tidak, justru kebalikkannya. Mereka berdua menyukaimu. Kau tenang saja, semuanya baik-baik saja.” Jelas Anton.


“Ya sudah, mari kita makan, kau pasti sudah laparkan.” Ucap Anton dan menyuruh Alice untuk makan dan melupakan rasa khawatirnya itu.


“Baiklah.” Ucap Alice dan memulai makannya dengan tenang.


Anton dan Alice makan dengan tenang, sesekali mereka bertanya hal-hal yang remeh dan sesekali mereka tertawa dan tersenyum di sela-sela obrolan mereka.


“Apakah ada yang perlu aku siapkan untuk besok lusa nanti?” Tanya Alice saat mereka sudah di dalam mobil untuk kembali ke rumah Alice.


“Emhh tidak ada, yang penting kau siap untuk menjadi istriku itu sudah sangat membantuku.” Ucap Anton serius.


“Kauu.. ishh aku serius dan k au malah mengajakku bercanda.” Kesal Alice dan sedikit mencubit pinggang kekasihnya itu.


“Aku serius Al.. dengan kau siap menjadi bagian dari hidupku, itu sudah merupakan sesuatu yang sangat berharga bagiku. Kau tidak perlu melakukan hal lainnya. Semuanya aku yang akan mengaturnya.” Ucap Anton tegas melirik kekasihnya itu dan menggenggam tangan gadis itu untuk menenangkan kekasihnya itu.

__ADS_1


“Baiklah..” Ucap Alice dengan sedikit getaran dan ketenangan di dalam hatinya.


Bersambung....


__ADS_2