JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Voting


__ADS_3

"Kalian semua sudah membaca berkas yang aku berikan kepada kalian semua.. Didalam berkas itu sudah terlihat penurunan hasil yang di dapat selama ini tapi bukankah kalian semua tahu, bahwa BBC semakin tahun semakin meningkat namun mengapa bisa hasilnya malah semakin menurun. Dan malah beberapa aset perusahaan malah sudah berpindah tangan dengan orang luar." Ujar Alice dengan sedikt tersenyum sinis kepada Fiktor.


Fiktor yang mendengar hal itu menggenggam tangannya erat hingga buku-buku tangannya memutih akibat geram dengan ucapan Alice.


"Kalian juga bisa melihat beberapa point penting yang bisa aku lakukan untuk membantu ku merombak sistem kerja yang bobrok selama ini. Kalian para investor tentunya ingin hasil yang lebih menguntungkan kalian bukan?" Lanjut Alice.


Gadis itu menyandarkan punggungnya di punggung kursi dan menyilangkan kedua tangannya di dada serta menyilangkan satu kakinya di atas pahanya. Gadis itu duduk miring menghadap keseluruh investor yang ada di sana.


Seketika riuh dan ricuh ruangan rapat itu membicarakan komentar-komentar mereka.


"Benar ini adalah hasil yang tidak menjanjikan!"


"Padahal 10tahun sebelumnya kita sangat menikmati kejayaan BBC!"


"Tapi apakah kita bisa mempercayakan semua ini kepada seorang bocah ingusan?"


"Tapi beberapa metode yang di lampirkan seoertinya memang bisa di andalkan!"


"Tapi bukankah kita seorang investor memang menginginkan keuntungan bukan penurunan seperti ini?" Ujar pria lain yang sepertinya terpengaruh oleh data yang di berikan Alice.


Kedua belas orang yang berada di dalam ruangan ricuh dan membuat Fiktor semakin geram.


Brak! Gebrakan meja di lakukan Fiktor membuat ruangan pertemuan hening seketika.


"Bukankah kalian terlalu cepat menyimpulkan semuanya? Gadis ini masih kecil dan dia tidak tahu menahu mengenai bisnis sebesar ini. Selain itu aku yang memiliki saham terbesar jadi aku memiliki hak untuk tetap menjadi Direktur Utama!" Ucap Fiktor tegas.


"Tunggu paman.. Bukankah lebih baik kita memilih votting lebih baik?" Ujar Alie memberikan saran yang membuat Fiktor semakin emosi.


"Huhh.. Sepertinya kau sangat percaya diri. Bahkan para pemengang saham ini saja sebelumnya belum pernah melihat bagaimana kau bekerja." Ucap Fiktor yang tidak bisa menahan kesalnya lagi namun dapat melihat kekalahan Alice di depan matanya.

__ADS_1


"Kalian hanya perlu menberikan aku kesempatan.. Dan aku pasti akan menggunakan kesempatan itu untuk membuat kalian tidak menyesali keputusan kalian." Ucap Alice tenang yang mana membuat oara unvestor benar-benar ingin mempercayai keyakinan Alice itu.


"Huh! Baiklah berikan kertas dan kita akan melakukan voting!" Ucap Fiktor akhirnya mengalah dan mencoba ingin membuat Alice malu di depan unmum.


Setelah mendengar ucapan Fiktor, sekertaris Fiktor memberikan kertas kecil kepada seluruh investor termasuk kepada Alice, Imanuel dan Fiktor.


"Kalian tulis berapa persen saham yang kalian miliki dan mendukung siapa.." Ucap Fiktor yang percaya diri dengan kemenangannya yang sudah pasti.


Di layar LCD di depan mereka terlihat Fiktor memiliki saham 25% sedangkan Alice hanya 5%.


Setelah beberapa saat, sekertaris itu juga membawa sebuah kotak seperti kotak tisu dan berkeliling untuk mengambil kertas itu kembali.


"Baiklah semua sudah di kumpulkan biarkan Kita lihat hasilnya." Ucap Fiktor santai.


Sekertaris mengangguk dan mulai membuka beberapa kertas voting dari dari para investor itu dan hasil akhirnya adalah Alice mendapatkan hampir seluruh vote, namun satu investor memilih vote untuk Fiktor yang membuatnya memenangkan 26% sedangkan Alice total investor gabungannya adalah 24%.


"Huh.. Kau lihat meski mereka mempercayai mu, aku tetap pemegang saham terbesar dan aku memiliki hak untuk tetap menjadi Direktur Utama BBC." Ucap Fiktor bangga dan bahagia bahwa sudah terbukti dirinya.


"Baiklah seluruh hasil rapat sudah di dapat dan aku akan tetap memengang DU (Direktur Utama)." Ucap Fiktor bangga.


Namun tiba-tiba ruang rapat terbuka lebar dan seorang pria yang mengenakan stelan jas berwarna biru masuk dengan angkuhnya.


"Hei siapa kau! Mengapa kau tiba-tiba masuk dalam rapat pemegang saham! Keamanan usir dia!" Ucap Fiktor emosi.


Alice membelalakan matanya saat mengenali pria yang baru saja masuk kedalam ruangan mereka.


"Maaf saya terlambat.. Saya Paul, ahh sepertinya sedang ada pemungutan suara.. Saya juga boleh ikut memilih bukan." Ujar pria itu angkuh dan mengambil selembar kertas dan kemudian menuliskan sesuatu di sana.


Pria itu dengan tenangnya memperlihatkan tulisannya je hadapan semuanya.

__ADS_1


'5% Adeliana' Isi tulisan di kertas itu dan sontak membuat hasil saham Alice menjadi 29% sedangkan Fiktor 26%.


"Sialan! Brengsek!" Umpat Fiktor di depan semua pemegang saham.


"Baiklah paman Fiktor.. Bukankah berarti aku yang memiliki hak sebagai Direktur Utama saat ini." Ujar Alice tenang dan berdiri dari kursinya.


Fiktor yang emosi segera berdiri dari kursinya dan menghempaskan kursi itu hingga menabrak tembok dengan keras.


"Kau akan mendapatkan balasan dari ku karena telah mempermalukan aku!" Bisik Fiktor emosi saat berpapasan tubuhnya dengan Alice sebelum pria itu benar-benar pergi dari ruangan itu.


"Baiklah rapat hari ini selesai. Aku akan mulai bekerja besok. Kalian membuat keputusan yang tepat, aku tidak akan mengecewakan kalian." Tutup Alice dan segera pergi dari ruangan itu.


Sebelum gadis itu pergi di ikuti oleh Galih, Juna, Roy dan Imanuel, Alice melirik kepada pria berjas biru itu dengan tatapan yang dalam.


Paul mengerti arti tatapan itu dan menundukkan kepalanya hormat.


Semua pemegang saham itu salibg bangkit dari kursinya dan mencoba meninggalkan ruangan rapat itu. Meski dari mereka tetap membahas apakah keputusan yang meraka ambil adalah keputusan yang benar. Namun jika mereka ingin maju, mereka harus berani mengambil keputusan yang berani juga bukan. Selain itu mereka sedikit percaya dengan berkas yang di berikan Alice sebelumnya yang membuat para tetua para investor itu mau mempercayakan sahamnya kepada Alice.


Fiktor kembali ke dalam ruangan kerjanya, pria itu menghempaskan seluruh benda yang berada di atas mejanya menjadi berhamburan bertabrakan dengan lantai di ruangan itu.


"Sialan! Wanita brengsek! Berani sekali bocah ingusan itu menggeser kekuasaan ku selama berpuluh tahun ini!" Teriak Fiktor geram dan emosi dan membalikan meja dan juga kursi yang terdekat dengannya.


Ceklek.. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka lebar dan Alice masuk kedalam ruangan itu.


"Astaga paman.. Apa paman mau merapihkan barang-barang ku sekarang? Padahal tidak perlu repot-repot.. Aku akan menempati tempat ini besok, paman tidak perlu terburu-buru merapihkan barang mu." Ucap Alice santai dan berjalan masuk dengan high heels yang menginjak beberapa pecahan kaca yang bersekaran di atas lantai.


"Kau masih berani masuk kedalam ruangan ku..." Ucap Fiktor geram.


"Ahh paman tidak perlu terlalu bersemangat, aku hanya ingin pamit pada mu. Ohya saat ini aku menginap di hotel terdekat, namun aku ingin memberitahu paman, mungkin dalam waktu dekat aku akan tinggal di rumah utama keluarga Baskoro." Ucap Alice santai dan berjalan meninggalkan ruangan yang berantakan itu dengan pintu terbuka.

__ADS_1


"Bajing@n! Dasar wanita pel@cur! Aku akan menghabisi mu segera!" Ujar Fiktor dengan kembali menghancurkan beberapa barang yang terdekat yang dapat terjangkau olehnya.


Bersambung....


__ADS_2