JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Persiapan konfresi pers


__ADS_3

Sore itu di habiskan oleh Alice dan Imanuel bercerita tentang kehidupan Alice dan malam harinya mereka mengadakan makan malam dan berbincang dengan Roy, Galih dan Juna.


Keesokan harinya juga sama, Alice, Galih, Juna dan Roy benar-benar menghabiskan waktunya di mansion Imanuel tanpa keluar sedikitpun dari mansion itu. Mereka menghabiskan waktu dengan berenang, memanah, dan bahkan bermain bersama ketiga anjing jenis rottweiler sebagai anjing penjaga di manison Imanuel.


Anjing rottweiler merupakan jenis anjing yang sangat garang dan agresif namun memiliki ketangguhan dan kekuatan yang luar biasa. Anjing ini juga di kenal paling setia kepada pemiliknya. Ketiga pria itu bisa menaklukan ketiga anjing itu dan mereka bermain dan sekalian berlatih juga bersama ketiga anjing itu. Roy dan Juna memilih berlarian bersama ketiga anjing rottweileiler.


Roy memilih berlatih panahan dengan busur dan anak panah yang terbuat dari kayu dan melepaskannya tepat di lingkaran target berwarna kuning tepat berada di tengah.


Sedangkan Alice berlatih melempar pisaunya. Gadis itu menggunakan ibu jari untuk mengenggam pisau, kemudian mengangkat pisau kesamping tubuhnya, memutar pinggul dan bahu, lemparkan pisau seperti sedang mencambuk ke arah target.


Clebbb! Lemparan pisau tepat berada di lingkaran tengah pada target.


"Wow.. Bukankah tadi adalah teknik melempar pisau dari rusia?" Tanya Juna yang sudah berada di samping Alice. Ternyata pria itu diam-diam memperhatikan latihan Alice.


"Astaga.. Membuatku kaget saja Kak Jun.." Ucap Alice sambil mengusap dadanya kaget.


"Tapi benarkan itu teknik rusia yang baru saja kau gunakan?" Tanya Juna lagi.


"Iya aku sedang mencoba melatih beberapa teknik melempar pisau untuk mempermudah ku melempar menggunakan sesuatu yang lain jika dalam keadaan terdesak." Jawab Alice santai dan mendekati target kemudian mencabut pisau itu lagi.


"Bagus juga.. Mau latihan muay thai dengan ku?" Tanya Juna lagi.


"Uhuk.. Lain kali saja kak, pagi tadi aku sudah latihan berat saat ini aku hanya ingin latihan ringan." Tolak Alice cepat. Saat ini dia sangat mudah merasakan lelah dan dia tidak di perbolehkan olahraga extrime yang terlalu sering. Dia hanya mau melakukan olahraga yang berat sedikitnya satu kali dalam sehari.


"Ahh baiklah.. Jika kau ingin latihan bertarung aku bisa membantu mu." Ucap Juna lagi.


"Oke Kak." Ucap Alice santai dan kembali melanjutkan melempar pisaunya kearah target.


***


"Bagaimana dengan keseharian mereka di rumah?" Tanya Imanuel yang memperhatikan keempat orang itu dari atas balkon mansionnya.

__ADS_1


"Mereka selalu menjaga nona Alice, mereka tidak pernah membiarkan nona Alice sendirin atau jauh dari pandangan mereka. Mereka juga selalu berlatih bersama. Saya sapat melihat bahwa ketiga pria itu memperlakukan nona Alice dengan sangat baik." Jelas Xin, dari apa yang dia perhatikan selama mereka berada di mansion ini.


"Hemm.. Baguslah, besok siang siapkan semua yang kita perlukan untuk konfrensi pers. Jangan lupa perbanyak tim keamanan. Meski ada ketiga pria itu, aku tidak ingin kita kecolongan dan menempatkan Alice dalam bahaya." Perintah Imanuel dan langsung mendapat anggukkan dari Xin.


"Baik Tuan.." Jawab Xin hormat.


Imanuel pergi ke ruang kerjanya dan kemudian duduk di ruang kerjanya dan membuka suruel dari komputernya, pria itu melakukan sesuatu di ruangannya itu.


***


"Huft.. Lelahnya.. Aku akan membersihkan diri ku dahulu, aku tidak suka bau keringat ku." Keluh Alice dan beranjak masuk ke dalam mansion.


"Hei! Aku juga ikut.. Aku sudah lelah bermain dengan si blecki." Ucap Galih seenaknya saja memberikan nama kepada anjing milik Imanuel dan berlari masuk ke dalam mansion menyusul Alice.


"Apa yang mau kau lakukan?" Tanya Galih kepada Roy.


"Siapkan untuk besok, tim harus lengkap! Aku tidak ingin Alice dalam bahaya." Ucap Roy tenang dan menarik anak panah yang sudah tertancap di target.


"Kau tahu besok mungkin akan ada guncangan hebat di perusahaan Baskoro, perhatikan tim IT dan tim keamanan." Jelas Roy lagi.


"Siap Pak." Jawab Juna tegas.


***


Keesokan harinya Alice sudah bangun dan sedang bersiap-siap dengan pakaian casualnya. Gadis itu memakai blus atasan berwarna peach dan celana bahan berwarna hitam dan dengan rambut yang di ikat ekor kuda. Wajahnya sedikit di beri polesan tipis sehingga terlihat anggun dan dewasa.


"Kau sudah siap?" Tanya Galih yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Alice.


"Ya.. Agak sedikit gugup, tapi aku harus melewatinya bukan." Tanya Alice mencoba mengalihkan kegugupannya.


"Tentu saja, kau adalah singa betina masa dengan ini saja kau gentar." Ujar Galih menyemangati Alice. Alice tertawa saat mendengar ucapan semangatbdari Galih.

__ADS_1


'Ya.. Aku adalah Alice Anatasya, di usia ku yang 18 tahun saja aku bisa menaklukan singa, apalagi yang perlu aku takutkan.' Batin Alice menyemangati dirinya sendiri.


Alice berjalan dengan pasti keluar dari kamarnya di dampingi oleh Galih berjalan menuju ruang tamu. Disana sudah ada Roy dan juga Juna beserta Imanuel dengan beberapa berkas yang ada di tangannya, menati kedatangan Alice.


"Kau sudah siap?" Tanya Imanuel hangat menatap langsung kedalam mata gadis itu.


"Tentu paman." Jawab Alice pasti.


"Baiklah ayo kita berangkat sekarang." Perintah Imanuel.


San bergeraklah Alice, Imanuel dan Roy yang berjalan di depam sedangkan Juna dan Galih berjalan di belakang mereka.


Alice masuk ke dalam mobil The Beast milik Imanuel, di dalam mobil Roy Galih dan juga Juna masuk ke dialam mobil itu. Mobil mereka di kawal oleh dua mobil milik Roy sebelumnya dan di tambah empat mobil pemgawal milik Imanuel. Mereka konvoi menuju kota S dimana mereka akan melakukan konfrensi pers.


Tiga jam kemudian mereka tiba di pusat kota X yang merupakan gedung milik Imanuel mengadakan acara konfrensi pres. Beberapa pengawal sudah terlihat berjajar rapih untuk mengamankan situasi dan beberapa lainnya tersembunyi di beberapa sudut tinggi yang tidak terlihat.


Alice turun dari mobil, beberapa awak media memfoto saat gadis itu baru sajam menginjak keluar dari mobil.


Ceklek!


Ceklek!


Pantulan dari cahaya blitz kamera membuat Alice sedikit gugup. Namun tidak lama muncul ketiga pria yang berdiri di samping Alice menguatkan dan mendukung gadis itu agar tidak gentar.


Alice kembali percaya diri dan melanjutkan jalannya menuju kedalam gedung ruang pertemuan. Ruang pertemuan terdengar sedikit ricuh dengan berbagai perbincangan di dalam sana mengenai dirinya. Alice menarik nafasnya panjang dan kemudian menghembuskannya secara perlahan.


Saat Alice memasuki ruang pertemuan semua orang langsung sepi senyap dan hanya memandang kedatangannya yang di dampingi ketiga pria tampan. Kemudian tidak lama datang Imanuel yang duduk di samping kursi Alice.


Seorang moderator membuka acara dan menyampaikan pembukaannya. Beberapa wartawan yang sedang duduk di kursi dan di hadapan mereka masing-masing adalah laptop untuk pemberitaan mereka saat ini.


"Saat ini kami akan menyampaikan hal penting terkait dengan keluarga besar Baskoro.. Yang akan menyampaikannya adalah..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2