JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Pelelangan


__ADS_3

Semua persiapan telah selesai. Alice juga memastikan semua tim RJP telah siap di posisi mereka masing-masing.


"Kalian tahu harus berhati-hati bukan? Ingat utamakan keselamatan kalian. Biarkan hal yang lainnya kami yang atasi." Ucap Juna lagi mengingatkan kepada Alice dan Maya.


"Kami mengerti." Ucap Alice dan Maya bersamaan.


Alice dan Maya sudah siap dengan pakaian serba hitam mereka. Alice memilih menggunakan jeans dan tank top dengan V neck berwarna hitam dan di padukan dengan blazer berwarna senada. Sedangkan Maya lebih memilih menggunakan kaus berlengan panjang dan hot pants berwarna hitam.


Tidak lupa gadis itu memakai anting yang merupakan earpice untuk terhubung dengan Juna dan Galih. Dan kamera di kalungnya beserta GPS.


"Baiklah.. Kalian bisa pergi sekarang. Aku akan memantau kalian dari jauh." Ucap Juna saat memastikan semuanya sudah terpasang dan terekam dengan baik.


Alice dan Maya pergi menuju ruang pertemuan pelelangan. Mereka masuk ruangan itu dengan mudah hanya dengan menunjukkan kartu yang di berikan seorang pria sebelumnya.


Seorang wanita dengan menggunakan pakaian berwarna merah dengan kartu berbeda juga berada di sana.


"Silahkan kalian ikuti saya." Ucap pria itu dan mengajak Maya dan Alice juga seorang wanita itu ke sebuah tempat yang tampak seperti ruang pertemuan dengan panggung yang berada di depan mereka.


Suasana di ruangan itu tampak ramai dengan beberapa orang yang sudah duduk di kursi yang hampir terisi penuh dan kursi mereka yang menghadap kearah panggung.


"Nona.. Anda silahkan duduk di salah satu kursi yang telah di sediakan di sana. Anda berdua ikuti saya." Ucap petugas itu dan hendak pergi dari ruangan itu. Dan meminta Alice beserta Maya mengikutinya.


"Tunggu.. Mengapa kedua wanita itu di bawa ke tempat lain sedangkan saya di sini?" Tanya wanita itu menolak di tempatkan di tempat itu sedangkan Alice dan Maya entah akan di tempatkan di mana.


"Maaf Nyonya.. Ini kursi anda, anda hanya bisa mengikuti acara lelang di lantai ini. Jika anda tidak berkenan atau membuat keributan, Anda akan di bantu oleh staf kami menuju pintu keluar." Ucap petugas itu dingin.


"Ah.. Emhh.. Ya sudahlah.." Ucap wanita itu kesal dan kembali duduk di kursinya.


"Maaf atas keributan tadi. Silahkan kalian berdua mengikuti saya." Ucap petugas itu dan kemudian memandu jalan menaiki anak tangga menuju sebuah lorong yang redup.

__ADS_1


"Bolehkah saya tahu mengapa kita di tempatkan berbeda?" Tanya Alice.


"Sesuai dengan pass card yang Nona bawa, itu menandakan anda bisa memasuki ruang pelelangan khusus." Ucap pria itu.


"Silahkan Nyonya.. Ini pakai ini." Ucap pria itu memberikan dua buah topeng kepada Alice dan Maya.


Ruangan itu berbeda dengan ruangan sebelumnya. Ruangan ini tampak redup dan hanya menyediakan dua buah kursi dan sebuah meja kecil. Ruangan ini di sekat dengan tirai merah yang menghadap ke arah panggung yang berada di bawah sana yang tampak terang dan mewah. Ruangan ini seperti berada di ruangan untuk pertunjukan opera.


"Ini untuk apa?" Tanya Maya bingung pada topeng yang di berikan.


"Pelelangan di sini bersifat rahasia. Untuk kepemilikan nantinya juga akan dirahasiakan karena untuk keamanan barang beserta pemiliknya." Jelas pria itu.


"Dan ini Nomor Peserta Lelang (NPL), dan Bid (Bidding) Untuk penawaran." Pria itu menyerahkan sebuah nomor dan tulisan Bid pada sebuah lingkaran dengan stik di bawahnya untuk pegangan tangan yang di letakkan di atas meja kecil itu.


"Okey." Ucap Alice dan Maya yang sudah mengenakan topengnya dan duduk di kursi itu.


"Jika begitu saya permisi dahulu." Ucap pria itu dan pergi meninggalkan Maya dan Alice di ruangan itu.


"Sepertinya tidak. Ini keberuntungan kita karena pria itu telah menyerahkan kartu akses yang berharga." Ucap Alice menimpali.


"Ahh.. sepertinya acaranya akan di mulai." Ucap Alice saat melihat seorang pria berpakaian rapih berdiri di atas panggung dengan membawa mikropon di tangannya.


"Baiklah hadirin dan tamu yang terhormat kami akan memulai acara pelelangan yang fantastis ini. Ini adalah sebuah maha karya patung kepala Firaun...." Ucap sang pria memulai barang pelelangan pertamanya.


"Bukankah itu barang illegal? Bukankah negara M tidak akan menjual itu." Tanya Maya sedikit syok dengan barang pertama pelelangan itu.


"Mereka tidak mungkin menjual barang palsu. Itu pasti barang asli, namun sepertinya jika mereka memilikinya pasti mereka melakukan penjarahan karena negara M tidak akan membiarkan barang bersejarah negara mereka diperjualbelikan seperti artefak kuno ini." Ucap Alice menjelaskan.


"Tapi bagaimana bisa barang itu masuk kemari?" Tanya Maya lagi bingung.

__ADS_1


"Ini adalah Black Market. Mereka pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan barang incaran yang langka apalagi jika kau adalah seorang kolektor. Mereka pasti menjarah barang itu dan status ekspornya maupun kepemilikannya pasti palsu." Jelas Alice lagi.


"Juna dan Galih pasti sudah melihat video ini, mereka pasti akan langsung melaporkan pada negara M untuk penyelidikan barang artefak mereka yang hilang." Ucap Alice dan tersenyum senang bahwa mereka bisa mendapatkan informasi bagus ini.


"Baiklah barang selanjutnya emblem kota Teotihuacan di negara MX di era pra-Kolombia.." Ucap sang pembawa acara lagi saat barang pertama sudah terbidding dengan harga yang fantastis, kini dia membuka barang yang akan di lelang lainnya.


"Astaga.. Bukankah itu adalah sebuah artefak juga? Aku sungguh tidak bisa terkejut lagi dengan barang-barang artefak dan barang kuno yang malah di lelang di sini." Ucap Maya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sepertinya penyelenggara lelang ini tidak takut mati." Ucap Alice datar.


Alice dan Maya memperhatikan barang artefak kuno dan barang langka lainnya dari berbagai negara yang tidak bisa terbayangkan lagi bisa berada di tempat ini.


Akhirnya puncak acaranya tiba. Pelelangan dua gadis muda yang usianya 18 dan 20 tahun. Kedua gadis itu muncul dengan tangan dan kaki yang sedang terikat berlutut di atas panggung hanya dengan dengenakan kaus berwarna putih yang kebesaran matanya di tutupi oleh kain hitam.


"Akhirnya waktu yang di tunggu tiba. Selidiki siapa kedua gadis itu." Ucap Alice pada earpice yang digunakannya yang tersembunyi di dalam antingnya.


"Baik." Ucap Galih dan segera mengecek siapa kedua gadis ini.


"Mereka benar-benar.. Jun cek kemungkinan ada berapa keamanan dan tim penyelenggara di ruangan ini. Selidiki segera sebelum para pembeli melakukan pembayaran. Kalian harus segera mendapatkan orang-orang serta penyelenggara ini dengan cepat!" Perintah Alice kepada earpicenya.


Galih dan Juna melakukan tugasnya dengan ceoat, mereka saat ini di buru waktu. Bagaimanapun juga mereka harus menggagalkan semua pelelangan hari ini. Selain mereka sudah memastikan semuanya ilegal, mereka mulai memberitahukannya kepada Alice.


"Sudah selesai. Semua barang yang di lelang merupakan barang jarahan dan ilegal. Kita bisa menangkap mereka semua. Untuk kedua gadis itu mereka di culik, kedua gadis itu berasal dari negara A yang sebelumnya di laporkan hilang." Jelas Galih memberikan laporan.


"Jun.." Ucap Alice.


"50 orang penyelenggara dan tim keamanan. Tim kita sudah siap di tempat untuk menyergap." Jelas Juna.


"Baiklah.. Mulai.." Ucap Alice memberikan perintah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2