
"Anton.. kita akan kemana?" Tanya Alice lagi. Namun Anton hanya diam dan hanya menarik Alice keluar dari hotel, mengajak gadis itu menyusuri jalan yang di apit oleh pepohonan.
"Anton! aku tidak akan mengikuti mu jika kamu tidak memberitahu ku. Kau sudah mengganggu tidur ku dan sekarang memaksa ku pergi tanpa bicara apapun. Aku akan diam di sini saja." Ucap Alice menepis lengan Anton dan merajuk karena gadis itu masih kesal tidurnya di ganggu olehnya. Alice kemudian diam mematung dan menyilangkan tangannya di depan dadanya tanda dia enggan mengikuti Anton.
"Huft.. baiklah, akan aku katakan." Ucapnya sambil menghembuskan nafas dan kemudian mendekati gadis itu dan menggenggam kedua tangan gadis itu. " Aku ingin mengajak mu jalan-jalan di pantai. Bolehkah?" Ucap Anton manis sambil sedikit menunduk mensejajarkan pandangannya dengan manik mata kekasihnya.
"Bilang dong dari tadi. Jangan di tarik-tarik.. memang aku sapi apa perlu di tarik." Ucap Alice sambil mencebik kesal.
"Maaf ya.. aku sedikit bersemangat dan malah menarik mu. Dan aku lupa bahwa kamu pasti masih lelah bermain air tadi siang." Ucap Anton dan mengusap lembut rambut kekasihnya itu.
"Baiklah sudah ku maafkan. Ya sudah yuk.. mau jalan kemana?" Ucap Alice dan merangkul pinggang kekasihnya itu.
"Kesana.." Ucap Anton sambil menunjuk arah lautan yang terlihat dari jauh dan kemudian mereka berduapun berjalan di tengah pepohonan dan taman hotel sambil berrangkulan menyusuri jalan itu hingga mereka tiba di depan pantai berpasir putih indah.
Alice masih mengikuti gerak langkah Anton yang perlahan mengajaknya berjalan diatas pasir putih itu menyusuri pesisir pasir putih sore yang tenang itu, tidak banyak pengunjung yang berlalu lalang di pantai ini. Kakinya merasa tergelitik oleh pasir yang masuk kedalam sandal talinya. Gadis itu berhenti berjalan membuat Anton juga menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" Tanya Anton bingung mengapa kekasihnya berhenti tiba-tiba.
"Bolehkah aku membuka sandalnya saja? rasanya tidak nyaman ketika kaki ku berkeringat dan pasir menempel di sandalnya." Tanyanya pada Anton dan melihat raut wajah kekasihnya itu.
"Tentu saja. lakukan apapun yang membuat mu nyaman." Ucap Anton. Setelah mendapatkan jawaban Alice langsung melepaskan sandal tali yang dia gunakan dan menentengnya di sebelah kanan tangannya.
"Huft.. begini lebih nyaman." Ucapnya saat kedua kakinya sudah menapaki pasir putih yang lembut itu.
"Geli.. rasanya seperti di kelitiki." Ucapnya sambil tertawa.
"Sini biar aku yang membawakan." Ucap Anton meminta sandal yang di pegang gadis itu. Alice memberikan sandal itu dan kemudian berlarian di atas pasir putih itu. Anton yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah kekasih kecilnya.
"Hati-hati tersandung." Ucap Anton saat melihat kekasihnya sibuk berputar-putar dan berlarian di atas pasir itu.
"Kau sungguh seperti bocah jika sedang seperti ini." Ucap Anton dan kembali terkekeh.
Setelah puas berlarian dengan bertelanjang kaki di pantai gadis itu kembali mendekati Anton. Gadis itu menghadap tubuh kekasihnya dan berjalan mundur.
"Kau akan terjatuh jika berjalan seperti itu. Berjalanlah kedepan." Ucap Anton mengingatkan kekasihnya agar berjalan kedepan bukan mundur.
"Tidak masalah. kau pasti akan memperingatkan ku jika aku akan menabrak sesuatu. Terus sebelum aku terjatuh kau pasti sudah akan menangkap ku. Jadi apa yang perlu aku khawatirkan." Ucap gadis itu percaya diri yang masih tetap saja berjalan mundur namun wajah dan tubuhnya menghadap Anton.
"Dasar.. kau terlalu percaya diri." Ucap Anton menggoda kekasihnya.
"Mau bertaruh?" Ucap Alice sambil menaik turunkan alisnya gantian menggoda Anton.
__ADS_1
"Jangan macam-macam aku tidak ingin kau celaka." Ucap Anton sambil mencubit cuping hidung kekasihnya.
"Tuhkan belum apa-apa kau sudah bawel." Ucap Alice menyingkirkan tangan Anton dan terkekeh. Mereka masih terus berjalan menyusuri pantai meski Alice berjalan mundur, sesekali saat Alice kehilangan keseimbangannya, Anton akan dengan sigap merangkul lengan kekasihnya itu untuk kembali tegak dan berjalan lagi.
"Kau tidak mau melepaskan sandal mu?" Tanga Alice penasaran, "Lebih nyaman loh bisa berlari kesana kemari dengan menyeker." Ucap Alice membujuk kekasihnya lagi.
"Nanti saja." Ucap Anton simpel.
"Menunggu apa? kenapa tidak sekarang saja?" Tanya Alice masih memaksakan kehendaknya.
"Karena kita sebentar lagi sampai." Ucap Anton Ambigu.
"Sampai? memang mau kemana?" Tanya Alice yang bingung.
"Berhenti." Ucap Anton meminta kekasihnya untuk berhenti berjalan.
"Kenapa? aku akan menabrak orang?" Tanya Alice khawatir. Gadis itu mengikuti ucapan kekasihnya dan berhenti di tempat.
"Putar tubuh mu." Ucap Anton lagi.
"Ha?" Tanya Alice bingung.
"Ha??" Alice membelalakan matanya saat melihat betapa cantiknya pemandangan itu. Langit yang mulai senja hamparan pasir yang indah, lilin yang menghiasi dan tempat makan yang indah.
"Anton.." Ucap Alice tidak percaya.
"Aku menyiapkan ini untuk makan malam kita. Aku juga mengundang tuan Shing beserta istrinya dan satu kru kita tadi siang beserta istrinya. Kau tidak masalahkan? Maksudku aku khawatir kalau-kalau kau hanya bosan makan berdua saja dengan ku." Ucap Anton sambil meringis geli.
"Bodoh.. aku sangat bahagia.. lebih ramai aku juga sangat senang." Ucap Alice dan memeluk kekasihnya itu.
"Terima kasih." Ucap Alice dan memberikan kecupan di pipi pria itu.
"Sama-sama sayang." Ucap Anton dan mengelus kepala gadis itu yang berada di dekapannya.
"Duduklah." Ucap Anton dan membiarkan Alice duduk di sampingnya.
"Kita akan barbeque kau tidak masalahkan?" Tanya Anton lagi dan Alice hanya mengganggukkan kepalanya.
"Sebentar lagi mereka tiba.. Ahh.. nah itu mereka." Ucap Anton berdiri dan Alice ikut berdiri. Mereka menyambut kedatangan keempat orang itu.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mau datang dan menemani acara makan malam kita." Ucap Anton kepada tuan Shing.
"Tidak masalah.. kami malah yang berterimakasih karena sudah anda undang. Ah kenal kan ini istri saja Jasmin." Ucap tuan Shing memperkenalkan istrinya. Wanita itu menganggukkan kepalanya tanda memberi salam.
"Dan ini Beno beserta istrinya Puspa." Lanjut tuan Shing. Anton menjabat tangan Beno sedangkan istrinya Puspa mengangguk memberi salam.
"Mari kita mulai saja. Tidak perlu canggung dan sungkan." Ucap Anton dan mereka mulai memanggang beberapa daging dan bahan lainnya yang sudah di siapkan pihak hotel.
Alice dan kedua wanita itu juga ikut membantu ketiga pria ini. Mereka sesekali berbicara dan bercanda, mereka tampak akrab dan menyambut hangat keberadaan Anton beserta Alice.
Beruntungnya mereka, di sana ada Jasmin dan Puspa yang memang sudah terbisa membuat hal semacam ini bersama suami mereka. Jika hanya Alice sendiri dengan Anton, dia tidak yakin akan banyak membantu Anton.
Para pria memanggang beberapa seafood dan memperhatikan apinya. Sedangkan para wanita mereka sebelumnya membantu meracik bumbu dan kemudian menyiapkan salad, minuman serta piringnya.
Beberapa hidangan sudah siap, Alice dan kedua wanita itu menyusunnya di atas meja mereka. Tidak lupa menaruh buah kelapa muda yang sudah di beri es batu sebagai minuman mereka.
"Wah tampak lezat." Ucap Alice saat melihat makanan itu yang membuat perutnya bergemuruh. Seluruh makanan sudah matang dan di hidangkan ke atas meja makan. Mereka semua duduk di pasir yang beralaskan karpet.
"Hemm.. sudah selesai semuanya. Silahkan di makan." Ucap Anton memulai makan malam itu.
"Selamat makan." Ucap semuanya dan mulai memakan makanannya sambil berbincang-bincang.
"Wahh.. ini enak sekali." Ucap Alice tidak percaya dengan apa yang di rasakan oleh lidahnya.
"Kalian pintar sekali memasak." Puji Alice kepada kedua wanita itu.
" Bagaimana mungkin tidak enak, kedua orang ini bekerja di restoran seafood." Ucap tuan Shing dan membuat istrinya dan Puspa tertawa.
"Benarkah? wahh beruntung sekali kita malam ini. Benarkan sayang?" Ucap Anton menimpali perkataan tuan Shing.
"Benar.. pantas saja rasanya seperti makan di restoran hotel. Kalian yang terhebat." Ucap Alice dan mengacungkan kedua jempolnya.
Semua orang di sana berbincang-bincang dan bersendagurau sambil makan, malam itu terasa hangat meski angin laut menghembuskan kearah mereka yang sedang berada di pinggir pantai.
Bersambung....
__ADS_1