JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Terkejut3


__ADS_3

Anton berangkat sore harinya dari Negara A dan tiba di bandara kota S tepat pukul 11.00PM. Pria itu di jemput oleh bawahannya dan langsung menuju Hotel Sparkle yang lokasinya tak jauh dari Mall SS di pusat kota itu.


“Kita ke Tosima Toserba dahulu baru ke hotel.” Perintah Anton kepada anak buahnya.


“Baik Tuan.” Ucap supir itu.


Saat tiba di toserba itu Anton memperhatikan gadis itu dari kejauhan. Alice bekerja dengan sangat bahagia bersama seorang gadis lainnya, senyumnya terukir indah di wajahnya. Selama lima hari ini pria itu selalu merindukan senyuman itu. Akhirnya dia bisa melihat kembali senyum indah kekasihnya itu. Tepat pukul 12.00PM Alice dan gadis itu akan pulang kerja.


“Ikuti mereka.” Perintah Anton kepada supirnya saat melihat Alice dan seorang gadis berjalan melewati mobil mereka.


Anton memperhatikan gadis itu dari kejauhan dan melihat mereka masuk ke dalam sebuah rumah susun di sana.


“Kembali ke hotel.” Ucap Anton saat memastikan gadis nya sudah masuk kedalam rumah susun itu.


Anton sampai di hotel Sparkle tempatnya menginap beberapa hari kedepan. Pria itu bergegas mandi dan membersihkan tubuhnya. Dan menyiapkan pakaiannya untuk tidur.


“Aku pasti bisa tidur dengan nyeyak setelah melihatmu.” Lirihnya dan mulai memejamkan matanya. Dua hari kedepan dia akan sibuk dengan mengisi acara seminar dan berbagai acara di kampus itu. Sehingga untuk sementara waktu pria itu harus bersabar lagi untuk menemui sang pujaan hatinya itu.


***


Drrt drrtt drrtt ponselnya berbunyi saat acara seminar hari pertama itu sudah berakhir. Dan malam ini pria itu sedang di kamarnya untuk istirahat setelah mempersiapkan beberapa jurnal untuk seminar keduanya besok. Namun dia lihat ID penelponnya adalah IBU.


Anton mengurungkan niatnya untuk tidur, pria itu menghembuskan nafasnya kasar dan mengangkat telponnya itu.


“Ya Bu..” Ucap pria itu.


“Nak, kau dimana? Ibu ke kantormu tapi mereka bilang kau cuti.” Tanya Lidia di sebrang sana.


“Aku sedang di luar Bu mengisi seminar.” Ucap pria itu.

__ADS_1


“Ahh begitukah. Kau sedang di mana nak, siapa tahu ibu bisa mengunjungi mu?” Tanya Lidia memastikan keberadaan putra kesayangannya itu.


“Aku berada di kota S bu, di negara B.” Jelas Anton.


“Ahh begitu.. baiklah nak, jaga kesehatan mu.” Ucap Lidia dan mengakhiri panggilannya.


Anton menghembuskan nafasnya kasar. Pencarian mengenai keterlibatan ibunya dan Alice masih di selidiki oleh Paul. Anton sedikit frustasi, sesulit itukah mencari keterikatan ibunya dengan Alice. Pria itu memutuskan untuk langsung tidur malam ini, dia sungguh sangat lelah dan ingin segera selesai acara besok, agar bisa segera menemui sang kekasih hatinya itu.


***


Anton telah selesai dengan seluruh acaranya dan seminar berjalan sukses. Beberapa dokter lainnya mengajaknya minum-minum untuk melakukan perayaan penutupan acara di sore hari itu. Anton menyanggupinya dan mengikuti perayaan itu, namun di tengah acara pria itu pamit lebih dahulu dengan alasan ada keperluan. Dan seluruh rekannya memperbolehkannya.


Pria itu melihat jamnya sudah menunjukkan pukul 4.30 dan segera membawa mobilnya pergi menuju sekolah Le Rosey. Anton menunggu di depan jalan raya sekolah gadis itu. Anton tersenyum saat melihat pujaan hatinya mengenakan seragam sekolahnya bersama tiga gadis muda lainnya dan satu orang pemuda. Mereka berjalan beriringan menuju tepi jalan dan melihat ketiga teman Alice memasuki taksi namun Alice mengikuti seorang pemuda itu dan menaiki motornya.


Tangan Anton mengenggam setir kemudi dengan kencang, pria itu cemburu dengan kedekatan Alice dengan pria muda itu. Meski sesungguhnya dia yakin bahwa gadisnya itu hanya melakukan misinya saja.


Anton memilih restoran makanan chinese, karena tempat itu adalah tempat yang lumayan sepi dan pria itu bisa memantau seluruh bagian food court di lantai itu dari tempatnya duduk.


Anton memilih sup asparagus dengan isian daging kepiting. Pria itu juga memesan es capucino untuk menyejukkan hatinya yang sedikit gerah.


Saat pelayan sudah pergi meninggalkan Anton untuk menyiapkan pesanannya, seseorang tiba-tiba duduk di depan Anton.


“Diana,, apa yang kau lakukan disini?” Tanya pria itu bingung dengan kehadiran Diana yang tiba-tiba duduk tepat di depannya.


“Aku ada urusan di kota ini, kebetulan sekali aku tadi seperti melihat mu, dan foila ternyata itu benar kau. Apa yang kau lakukan disini?” Tanya gadis itu pura-pura tidak mengetahuinya.


“Jangan berbohong di dunia ini banyak negara yang bisa kau kunjungi, bahkan kau bisa tahu di mana kota aku tinggal. Jangan bilang ibu ku yang memberitahu mu.” Ucap Anton kesal.


“Woahh kau pintar juga. Kalau begitu aku tidak perlu berpura-pura lagi.” Ucap wanita itu dengan senyum manisnya yang malah membuat Anton muak.

__ADS_1


“Sungguh kau wanita yang tidak tahu malu. Aku tidak ada waktu untuk meladeni mu. Pergi kau dari sini.” Ketus Anton secara langsung.


Belum sempat wanita itu membalas ucapan Anton, wanita itu tertegun dengan sosok yang jauh di depan pintu masuk chines food itu tampak sekelompok gadis pelajar dan seorang pemuda masuk ke tempat makan itu. Wanita itu juga melirik ke sampingnya saat melihat seorang pelayan yang akan melewatinya.


Dengan sengaja wanita itu menjulurkan kakinya dan membuat sang pelayan itu tersandung jatuh dan menumpahkan isi kopi panas itu pada kelompok pelajar itu.


Anton yang terkejut mendengar jeritan langsung berdiri dan menoleh ke samping belakangnya dan melihat Alice dan beberapa gadis lainnya masih mengenakan seragam sekolahnya itu.


Flashback Off..


“Sebenarnya aku ada seminar dua hari ini di kota S, tidak menyangka aku bisa bertemu dengan mu di sini.” Ucap Anton dan masih menggenggam tangan gadis itu.


“Iya aku juga tidak menyangka akan mengganggu acara mu.” Ucap Alice.


“Sayang kamu tidak berpikir macam-macamkan aku dengan wanita tadi? Dia bukan siapa-siapa. Dia anak rekan kerja ibu. Dan dia tiba-tiba saja  muncul, aku juga terkejut dengan kedatangannya” Jelas Anton.


“Aku harus segera pergi, mereka pasti menunggu ku.” Ucap Alice dan segera meninggalkan Anton.


“Alice sayang, tunggu sebentar. Kamu benar tidak marah pada ku kan Aku merindukan mu. Bisakah kau menghubungi ku please. Aku tidak ingin kau salah paham apapun.” Pinta Anton.


“Aku harus pergi, mereka menunggu.” Ucap Alice datar.


“Sayang.. ku mohon hubungi aku ya.” Ucap Anton memelas tanpa mau melepaskan genggaman tangannya pada Alice.


“Ya, aku akan menghubungi mu.” Ucap Alice dan meninggalkan Anton sendirian di tangga darurat itu.


“Ohh sial,, gara-gara wanita sialan itu malah membuat Alice salah paham padaku. Benar-benar ingin ku buat dia menghilang saja rasanya.” Kesal Anton.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2