JiHan (Janji Dan Penghianatan)

JiHan (Janji Dan Penghianatan)
Akhir Liburan


__ADS_3

Alice mulai mengikuti petunjuk dari Anton dan memulai surfing sendiri di awasi oleh pria tampan itu. Meski awalnya kesulitan, namun gadis itu pantang menyerah dan dia bisa menaklukkan ombaknya sendiri hingga percobaan ke dua belasnya.


"Kau berhasil Al." Ucap Anton bangga kepada kekasihnya itu.


"Bagaimana masih mau main lagi?" Tanya Anton.


"Hemm.. sudah lumayan lelah berenang." Ucap gadis itu.


"Mau mencoba hal yang lain?" Tanya Anton.


"Hemm.. mau mau.. apa?" Tanya Alice penasaran.


"Wakeboarding.. mau mencoba?" Tanya Anton sambil melihat wajah Alice.


"Mau.." Ucap Alice yakin. Anton memberikan tanda kepada Beno dan tidak berapa lama Beno muncul dengan speed boatnya.


Pria itu menyiapkan tari dan segala perlengkapannya agar aman berada di belakang speed boatnya.


"Perhatikan aku." Ucap Anton dan mulai mengangkat tangannya memberikan kode kepada Beno untuk mulai menjalankan speed boatnya.



"Woahhh..." Ucap Alice tidak mengedipkan matanya saat melihat Anton melakukan olahraga extrime itu. Gadis itu malah ingin mencobanya sendiri.


Beberapa menit kemudian Anton sudah muncul kembali di samping Alice yang berenang mengambang memegang boardnya.


"Bagaimana mau coba?" Tawar Anton dan tersenyum memamerkan kebahagiaan di wajahnya.


"Tentu.. Siapa takut." Ucap Alice berani dan mulai mencobanya.


Anton membantu Alice bersiap dan kemudian memberikan tanda kepada Beno untuk mulai perlahan. Meski Alice beberapa kali terjatuh di awal, gadis itu tetap ingin melanjutkannya. Hingga percobaan ke lima gadis itu bisa benar-benar berada di belakang speed boat dengan mengikuti kecepatan Anton sebelumnya.


"Woahh.. sumpah seru banget.." Ucap gadis itu senang saat dia sudah kembali lagi ke tempat Anton berada.


"Kita naik dulu.. kau lapar tidak?" Tanya Anton. Alice menganggukkan kepalanya dan menuruti kekasihnya, gadis itu naik ke atas speedboat dan Anton memasukkan papan selancarnya kemudian naik ke atas speedboat juga. Anton menyerahkan handuk besar ke Alice dan sebuah handuk kimono agar di pakai oleh gadis itu, untuk menutupi baju renang yang dia kenakan.


"Kau menyiapkan ini juga?" Tanya Alice tidak habis pikir.


"Tentu saja." Ucap Anton bangga. Alice mengeringkan tubuhnya dengan handuk panjang dan kemudian memakai handuk kimono untuk menyembunyikan baju renangnya dan handuk besar itu di kenakan Anton untuk menutupi pinggangnya.


Mereka berjalan hingga berhenti di tepi tak jauh dari restoran. Anton dan Alice beserta Beno berjalan menyusuri jembatan kayu itu hingga sampai di sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat mereka melabuhkan speedboatnya.


"Kita akan makan di sini.. setelah ini kita bisa lanjut lagi." Ucap Anton dan Alice mengangguk.


__ADS_1


Alice, Anton, Beno dan tuan Shing makan dengan tenang sambil sesekali berbicara.


"Kita akan melakukan apa lagi? Tanya Alice setelah mereka berdua selesai makan.


"Kau tidak lelah?" Tanya Anton memastikan.


"Tidak.. aku masih bersemangat." Ucap Alice ceria.


"Baiklah jika begitu.." Ucap Anton kemudian berbicara beberapa hal dengan tuan Shing.


"Sudah di siapkan." Ucap tuan Shing.


"Yuk.." Ucap Anton kepada Alice meminta tangan Alice agar bisa di genggam pria itu. Alice menyerahkan tangannya, mereka berjalan bergandengan tangan hingga tepi jembatan kayu itu.


Ketika mereka tiba di sana beberapa orang langsung mengenakan peralatan keselamatan kepada Anton dan Alice.


"Apa ini?" Tanya Alice penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan.


"Kita akan terbang?" Tanya Alice tidak percaya. Anton hanya menganggukkan kepalanya.


"Kau tidak takut tinggi bukan?" Ucap Anton menggoda Alice. Alice menggelengkan kepalanya.


"Tidak.. aku malah excited." Ucapnya gembira.


Ya.. saat ini mereka sedang mencoba permainan paragliding. Anton memberikan kode siap, dan speedboat mulai berjalan kencang membuat mereka terbang ke angkasa.



"Apakah kamu senang?" Tanya Anton yang berada di belakangnya.


"Apakah kamu bercanda? tentu saja aku sangat senang. Dari mana kamu mendapatkan semua ide-ide ini? aku sungguh sangat menyulai semua permainannya." Ucap Alice bahagia. Gadis itu tidak henti-hentinya tersenyum. Anton tidak lupa untuk mendokumentasikan semuanya itu.


20 menit telah berlalu.. kemudian mereka tiba kembali di dermaga pulau itu.


"Kita akan kemana lagi?" Tanya Alice masih bersemangat. Saat mereka menyusuri jalan hendak menemui tuan Shing dan Beno.


"Kita akan balik ke pulau resort kita." Ucap Anton.


"Memang kau tidak lelah?" Tanya Anton lagi.


"Tidak.. aku masih ingin bermain." Jawab Alice langsung tanoa harus memikirkannya dahulu.


"Baiklah.. kita akan bermain di pulau dekat resort kita." Ucap Anton akhirnya. Dia berbicara sesuatu lagi dengan tuan Shing.


Kemudian setelah mendiskusikan itu Alice, Anton, Beno dan tuan Shing kembali menaiki speedboat dan berjalan menyusuri lautan biru yang indah itu.

__ADS_1


20 menit kemudian mereka sudah tiba di pulau resort mereka.


"Kita akan bermain apa lagi?" Tanya Alice antusias.


"Hemm sepertinya kamu memang seperti bocah ya, tidak ada lelahnya." Ucap Anton tersenyum sambil mengacak-ngacak rambut Alice.


"Hemm bagaimana jika jet ski di sekitar resort?" Tanya Anton.


"Mau." Ucap Alice cepat. Anton hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun pria itu masih menuruti keinginan kekasinya dan berjalan menuju penyewaan jetski.


Anton, Alice dan Beno memilih motor boat masing-masing. Seperti biasa Beno berjalan di depan untuk menunjukkan jalan kepada mereka.



Alice tidak henti-hentinya tersenyum dengan seluruh kegiatan mereka seharian ini. Sungguh ini adalah surganya saat ini.


20menit kemudian mereka kembali ke dermaga pulau resort. Setelah selesai dengan olahraga jetski, Anton mengajak Alice kayak. Alice sangat berinisiatif dan tampak tidak ingin mengalah.



Gadis itu bermain dengan sungguh-sungguh, sampai Anton kewalahan untuk mengejar gadis itu.


Alice tertawa bahagia saat dirinya menang dari Anton.


"Aku menang.. yeyy akhirnya ada juga yang bisa aku kalahkan dari kamu." Ucap Alice bangga. Pasalnya seharian ini dia memang belajar mati-matian untuk surfing, wakeboarding dan hal lainnya, dia selalu berada di belakang Anton. Namun kini dia bisa menyusul pria itu dan menjadi juara. Ada kebanggan tersendiri di dalam hatinya.


"Iya iya.. kau memang kekasih ku yang tudak mau mengalah." Ucap Anton dan mengusap lembut rambut gadis itu.


"Ada lagi yang ingin kamu lakukan nona kecil?" Tanya Anton sambil merangkul gadis itu sambil berjalan.


"Emhh sepertinya tidak ada.. semua permainan sepertinya sudah di lakukan." Ucap Alice sambil mengingat-ngingat kegiatan apa saja yang sudah di lakukan dua hari ini.


"Hemm baguslah kalau begitu." Ucap Anton.


"Ha? Kenapa?" Tanya Alice bingung dengan sikap Anton.


"Tidak ada apa-apa. Ohya kita pamitan dahulu kepada tuan Shing dan Beno." Ucap Anton saat mereka sudah melihat Beno dan tuan Shing tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Bukankah masih ada besok hari lagi? kok pamitan?" Tanya Alice bingung. Dan dia mulai menghitung di dalam hatinya.


'Benar kok memang baru dua hari.. bukannya dia akan menginap di sini selama 3hari 4malam?' Batin Gadis itu bingung namun tidak mengutarakannya.


Alice tetap mengikuti keinginan Anton untuk berpamitan dengan kedua pria itu. Tuan Shing dan Beno pamit pulang, Alice dan Anton pun kembali menuju resort mereka.


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2